Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Seru Banget! Sensasi River Tubing di Kali Pucung

Bersenang-senanglah
Karena hari ini akan kita rindukan
Di hari nanti . . .

*****

River Tubing Kali Pucung

Hayoooo siapa yang auto nyanyi pas baca penggalan lagu di atas? Gak usah malu-malu gitu deh.  Ngaku aja.  Berarti kita masih seangkatan ya #eh #janganbahasumur

Masih dari edisi libur lebaran di Dusun Jlono, yang sudah berlalu sebulan lebih dan baru ditulis sekarang, kali ini saya akan bercerita tentang  serunya rafting ala-ala dari Kali Pucung.

Baca juga : Pesan Toleransi dari Dusun Jlono, Kemuning, Karanganyar

Nanti kita berenang di sini,” kata Cinthya, putri Bapak Paryanto yang bareng di mobil kami dalam perjalanan mudik ke Jlono ini.  Fyi, selama liburan kami menginap di rumah orang tua Pak Paryanto.  Tangannya menunjuk Kali Pucung.  Continue reading “Seru Banget! Sensasi River Tubing di Kali Pucung”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Harmoni Kehidupan dalam Filosofi Angklung

Angklung

Pertamakali saya berkenalan dengan angklung sekitar 6 tahun yang lalu.  Saat itu, kami sekeluarga berlibur ke Bandung tepat di tanggal 1 Januari.  Saat orang-orang masih terlelap setelah malamnya begadang bermalam tahun baru, pagi sekali kami meluncur melintasi jalanan yang super lengang menuju Bandung.

Mengisi liburan awal tahun, kami memutuskan untuk berkunjung ke Saung Angklung Udjo, salah satu tempat wisata yang menyajikan pertunjukan kesenian tradisional khas Bandung.  Saya lupa siapa nama pemandu acara pada hari itu, tapi penjelasan beliau tentang filosofi angklung langsung membuat saya terpukau dan jatuh cinta pada alat musik yang terbuat dari bambu ini.  Ditambah lagi, salah satu bagian dari acara yang digelar setiap hari ini adalah bermain angklung bersama, dimana seluruh penonton terlibat langsung memainkan angklung. Continue reading “Harmoni Kehidupan dalam Filosofi Angklung”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Pesan Toleransi Dari Dusun Jlono Kemuning Karanganyar

Setiap kali traveling, saya belajar banyak hal.  Bertemu hal-hal baru yang memperkaya ruang pikir dan hati.  Apalagi kalau travelingnya ke tempat-tempat yang punya kearifan lokal yang unik, natural dan berbeda dengan kebiasaan di daerah lain pada umumnya, sungguh bikin hati hangat dan bahagia.

Pada dasarnya semua pengalaman traveling sangat berkesan.  Masing-masing memberi warna dan kesan yang berbeda.  Belum banyak memang tempat yang kami kunjungi.  Fyi, tim traveling terbaik saya adalah keluarga kecil kami.  Sejak Prema masih piyik, kami sudah mengenalkannya dengan perjalanan ke banyak tempat di Indonesia.

Libur lebaran tahun ini, kami sekeluarga bertandang ke Dusun Jlono, letaknya di Desa Kemuning, Kec. Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.   Ikut pulang kampung ke rumah bapak Paryanto dan bu Erna yang kebetulan mau mudik juga.  Beriringan dari Bogor lalu masuk dalam ramainya arus mudik di tol trans Jawa.  Ramai tapi tak macet.  Kondisinya jauh berbeda dengan mudik kami 4 tahun lalu ke Bali atau 3 tahun lalu ke Dieng.  Terjebak macet dimana-mana yang bikin perjalanan terasa sangat melelahkan. Continue reading “Pesan Toleransi Dari Dusun Jlono Kemuning Karanganyar”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Liburan Sekolah, ke Sekolah STOVIA Aja, Yuk!


Museum Kebangkitan Nasional STOVIA

“Prema, malam ini gak boleh begadang ya.  Besok pagi-pagi kita mau ke Jakarta.  Ada acara seru di Museum Kebangkitan Nasional,” pesan saya di Jumat malam ke Prema.  Selama masa liburan ini  memang kami agak longgar urusan jam tidur, karena pagi gak sekolah, Prema jadi bisa bangun lebih siang

“What! Ke museum lagi?” tanya prema kaget.

Selama liburan panjang ini, Prema memang kami ajak keliling ke museum-museum.  Awal bulan lalu ke Museum Manusia Purba Sangiran di Sragen.  Lalu dua minggu lalu ke Munasain (Museum Sejarah Alam Nasional Indonesia) di Bogor.  Awal pekan lalu ke Museum Zoologi di Bogor dan akhir pekan (lagi-lagi) ke Museum Kebangkitan Nasional.  Jadi wajar saja dia kaget.  Mabok museum.  Haha. Continue reading “Liburan Sekolah, ke Sekolah STOVIA Aja, Yuk!”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir

Pulau Cipir

“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”

Sepertinya peribahasa paling pas deh buat mewakili perjalanan kami hari itu.  Bagaimana tidak, dalam sekali perjalanan kami benar-benar berlabuh di tiga dermaga, tiga pulau berbeda. Setelah sebelumnya menjelajah Pulau Kelor dengan Benteng Martellonya yang menawan, lalu mengunjungi museum dan makam-makam tua di Pulau Onrust yang pada masanya tak pernah beristirahat maka perjalanan terakhir menuju Pulau Cipir.

Silakan baca bagian 1 tulisan ini : Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor

Dan bagian 2 : Tak Ada istirahat di Pulau Onrust

Matahari masih terik di atas sana, meskipun perlahan sudah bergeser menuju peraduan.  Tapi hawa laut tak pernah berbohong, panasnya tetap saja menyengat.  Sesungguhnya kaki kami sudah lelah setelah menjelajah Onrust, Pak Ary dan mas Yoki sempat menawarkan, ”mau langsung balik ke Muara Kamala atau lanjut ke Cipir?”

Lha udah kepalang tanggung ini.  Masa iya balik.  Hanya butuh 5 menit gitu lho naik kapal dari Onrust, saking dekatnya.  Bahkan dulu, di masa pulau ini masih sangat sibuk, ada jembatan yang menghubungkan keduanya.  Sayang, sekarang jembatan itu sudah hancur.  Meninggalkan jejak berupa tonggak-tonggak pondasinya saja. Continue reading “Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Nostalgia Kejayaan Masa Lampau Pabrik Gula Gembongan di The Heritage Palace

The Heritage Palace

“Masih siang nih, mau langsung bablas pulang atau mampir kemana dulu?” tanya pak suami saat kami baru saja lepas dari wilayah Jawa Timur menuju Jawa Tengah.  Hari itu kami sedang dalam perjalanan kembali ke Bogor setelah berlibur ke Bali.  Perjalanan via darat, karena penasaran pengen menjajal tol Trans Jawa yang fenomenal itu.

“Sebentar.  Ibu intip-intip wisata Solo dan sekitarnya dulu ya.  Siapa tahu ada yang gak jauh dari pintu tol,”  Cepat-cepat saya jawab.  Mau diajak ngebolang mah hayuk aja kakaaak.

Saya kemudian lanjut browsing.  Sembari membuka sosmed.  Lalu mata saya tertumbuk pada postingan seorang teman di laman Facebooknya.  Dia memposting foto keluarga di “The Heritage Palace”.  Awalnya saya kira dia sedang berlibur ke luar negeri, menilik dari arsitektur bangunan megah di belakangnya.  Ternyata di Solooo.  “Wah asik nih,” pikir saya

Cek maps, ternyata lokasinya tak jauh dari pintu tol Kartasura.  Bertempat di Jl. Permata Raya Dukuh Tegal Mulyo, Pabelan, Kec. Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.  Selain dekat pintu tol, lokasinya juga dekat dengan bandara Adi Soemarmo.  Cusslah kita ke sana.  Meski letaknya agak ke dalam, melintasi jalan pedesaan yang  asri, jalanannya kecil tapi cukup baik dan aman kok untuk kendaraan roda empat.  Dari jauh, cerobong asap yang menjulang tinggi sudah terlihat sebagai penanda bangunan tua ini. Continue reading “Nostalgia Kejayaan Masa Lampau Pabrik Gula Gembongan di The Heritage Palace”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Merah Putih Selalu di Hati dari Film Rumah Merah Putih

 

Film Rumah Merah Putih
Doc. Alenia Pictures

Sedih. Begitu rasa yang menyelinap di dada saat masuk bioskop beberapa hari lalu, untuk menonton film “Rumah Merah Putih”.  Saat kami masuk hanya ada 6 orang penonton di dalam. Tambah kami bertiga jadi 9. Sesaat sebelum film dimulai, masuk 4 orang lagi. Sampai film berakhir, hanya ada 13 orang penonton.  “.  For your information, kami nonton film ini tanggal 23 Juni 2019,  3 hari pasca film ini tayang perdana di bioskop-bioskop Indonesia.

Hiks

Padahal filmnya baguuuuus banget.

Oh oke, saya mau nulis reviewnya.  Bukan mau curhat karena studionya sepi.

*****

Berlatar alam Desa Silawan di Belu, Atambua, NTT film ini menyajikan keseharian anak-anak di sana berpadu dengan alamnya yang indah, hamparan kaktus, perbukitan dan lereng yang memukau dengan warna khas hutan tropis. Indah sekali Continue reading “Merah Putih Selalu di Hati dari Film Rumah Merah Putih”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Tak Ada Istirahat di Pulau Onrust

Pulau Onrust

“Kita udah mau pulang bu?” Tanya Prema saat kami berjalan kembali ke kapal setelah berkenalan dengan Benteng Martello di Pulau Kelor

Fyi, Prema satu-satunya peserta anak dalam trip kali ini.  Awalnya akan ada 4 orang anak, termasuk dua diantara Maliq dan Diaz, putra Mas Yoki (NDI Kids, penyelenggara trip).  Tapi rupanya pas hari H, mereka berhalangan hadir.  Untungnya Prema gak ngambek dan baper.  Dia tetap semangat ikutan trip, meski tak ada anak-anak lainnya.  Malah jadi paling heboh sendiri sampai kakak-kakak peserta lainnya geregetan, antara gemez dan kesel karena Prema heboh bener hahaha.  Maaf ya semua.

“Oh belum.  Kita mau nyebrang ke Pulau Onrust.  Itu pulau besar yang kelihatan di ujung sana,” Jawab saya sembari mengarahkan telunjuk ke sebuah pulau yang tampak lebih besar dari Pulau kelor, tempat kami akan bertolak. Continue reading “Tak Ada Istirahat di Pulau Onrust”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor

Benteng Martello

Bangunan bulat dari bata merah itu tampak megah di ujung pulau.  Dari jauh malah terlihat seperti cerobong asap raksasa.  Pak Ary (arkeolog) dan mas Yoki (NDI) mulai bercerita tentang Benteng Martello, demikian nama bangunan itu.

Benteng Martello terdapat di Pulau Kelor, salah satu dari empat pulau yang termasuk dalam Gugusan Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.   Pulau-pulau ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional Taman Arkeologi Onrust dan dikelola Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta. Empat pulau tersebut adalah Pulau Onrust, Pulau Bidadari, Pulau Cipir dan Pulau Kelor.  Letaknya berdekatan sehingga disebut sebagai gugusan. Continue reading “Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Bekal Perjalanan Enak dan Tahan Lama

Cosmos

Halo semua…

Libur panjang sudah di depan mata nih, tinggal menghitung hari aja.  Adakah sahabat ngiringmelali yang berencana mudik atau liburan ke kota-kota di Indonesia via perjalanan darat atau laut?  Kalau perjalanan jauh, bisa-bisa membutuhkan waktu lebih dari sehari bahkan ada yang berhari-hari lho, seperti beberapa waktu lalu saya bertemu dengan satu keluarga di rest area Situbondo, mereka baru saja kembali dari mudik ke Padang dan saat kami bertemu mereka sedang dalam perjalanan kembali ke Bali, tempat tinggal mereka sekarang.  Kebayang ya berangkat dari Pulau Bali – susur Jawa (ujung Timur ke ujung Barat) – nyebrang ke Sumatera dari Lampung hingga ke Padang, lalu sebaliknya saat mudik usai.   Luar biasa.

Kami sekeluarga juga gemar melakukan road trip.   Dari Bogor ke Bali, Bromo, Dieng, Lampung dan beberapa kota lainnya.  Karena menempuh perjalanan biasanya saya menyiapkan bekal yang sehat dan tahan lama agar dapat meminimalisir jajan-jajan di perjalanan.  Apalagi kalau mudiknya di bulan Ramadan, kala sebagian besar orang berpuasa dijamin susah deh nyari warung makan di siang hari. Kalaupun ada, biasanya di rest area dengan resiko penuh dan antri banget.  Continue reading “Bekal Perjalanan Enak dan Tahan Lama”