I am Morrissey ; Bebaskan Ekspresimu

#IamMorrissey
Pose bareng seluruh peserta. Photo by Danang D Pranoto

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.  Sepertinya itu pepatah yang tepat menggambarkan apa yang saya rasakan hari sabtu 3 desember kemarin. Bagaimana tidak, saya berkesempatan mengikuti workshop keren bertajuk “Short Travel Videography With Smartphone” yang dibawakan oleh mas Teguh Sudarisman, salah satu travel writer idola saya sejak dulu kala *ehm… pengakuan nih* lalu disaat yang sama, saya juga mendapat kesempatan berkeliling, mengintip sudut-sudut kece di Morrissey Hotel Residences yang memang  didesain bergaya muda, elegant dan vintage.  Saking uniknya, serasa pengen berhenti di tiap sudut untuk mengambil gambar *udahlah….ngaku aja memang narsis neng  hahaha*. 

Saya merasa beruntung  sekali, berkali-kali mendaftar untuk ikutan workshop yang sama dan selalu saja batal karena bentrok kegiatan lain, malah rejekinya kali ini bareng dengan kawan-kawan blogger yang hebat-hebat.  Seleb semua.  Saya mendadak merasa cupu, tapi yo tetep pede *errr… sejujurnya dipede-pedein aja sih*.  Sejak lama saya pengen belajar membuat video dengan smartphone.  Berawal dari kekaguman melihat banyaknya vlog keren-keren yang ternyata dibuat dengan smartphone, perangkat yang terjangkau dan selalu ada dalam genggaman.  Gak pakai ribet nenteng camera video berukuran besar, tapi bisa mendapatkan hasil maksimal.

Segudang Ilmu Dari Workshop

Hati yang riang gembira” itu poin pertama dalam daftar bawaan peserta workshop yang dituliskan mas Teguh dalam pesan di facebook.  Kelihatannya sederhana ya, tapi buat saya itu maknanya dalam.  Coba deh, gimana mau belajar dan nyerap ilmu kalau bawaannya galau nan mendung.  Dengan hati yang riang gembira, kita akan menikmati setiap proses, menjalani acara demi acara dengan bahagia dan nantinya pulang membawa oleh-oleh pengetahuan baru.

#iammorrissey
Suasana workshop, serius tapi santai
photo by Donna Imelda

Semua orang suka video. Informasi dan hiburan adalah dua hal yang dicari oleh pengunjung saat menonton video, karena itu kita diharapkan bisa  memenuhi kebutuhan tersebut.   Lebih bagus lagi kalau bisa menyajikan keduanya sekaligus, dijamin orang akan lebih lama menonton atau bahkan dengan senang hati membagikannya di akun-akun media sosial.  Apalagi dengan kenyataan bahwa setiap menit  48 jam video diunggah ke youtube. Semakin menarik dan unik konten video yang diunggah, tentu saja akan mendatangkan pengunjung yang lebih banyak.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat membuat video antara lain :

  1. Durasi

Mengingat rata-rata rentang perhatian manusia hanya 8,25 detik maka sebaiknya buatlah video dengan durasi yang pas.  Untuk video yang bersifat hiburan atau sekedar menyajikan informasi  1 menit terlalu singkat dan 5 menit terlalu lama.  Durasi ideal adalah 2 – 3 menit.  Lain hal dengan video tutorial yang memang menyajikan step by step proses pengerjaan sesuatu, biasanya pengunjung betah menonton dalam waktu lama.  Meski demikian, sebaiknya tak terlalu panjang karena akan menimbulkan kebosanan.

  1. Kestabilan gambar

Video dengan gambar-gambar stabil dan terang tentunya lebih diminati.  Untuk itu, beberapa perangkat pendukung seperti tripod, monopod/tomsis, steady cam, remote control, microphone tambahan sebaiknya digunakan saat merekam gambar.  Eh, tapi jangan mundur dulu ah kalau belum punya itu semua, pegang HP dengan tangan juga bisa jadi kok, dengan catatan jaga kestabilan gambarnya.  Kalau perlu pakai acara tahan nafas deh.  Makanya ngerekam gambar jangan terlalu panjang-panjang, biar gak sampe sesak nafas.  Toh nanti juga akan digabungkan dengan gambar yang lain ^^

  1. Musik pengiring

Musik juga menjadi poin penting.  Rasanya kurang asyik aja kalau nonton video tanpa suara.  Memilih musik yang pas agar sesuai dengan gambar yang ditampilkan juga menjadi PR tersendiri.  Banyak-banyak dengar musik sembari membayangkan adegan dalam video deh.  Iya, membuat video memang berawal dari imajinasi.  Dari mimpi.  Lalu bergerak mewujudkan mimpi itu.  Ada banyak pilihan musik yang bisa diunduh secara gratis, salah satunya bisa dibuka di FreeMusicArchive.org

Tersedia banyak pilihan aplikasi yang dapat digunakan untuk mengedit video.  Dalam workshop kali ini kami menggunakan aplikasi power director.  Praktiknya, kami mendapat kesempatan tour hotel mengambil  untuk mengambil gambar, kemudian diedit bersama dalam workshop.  Ternyata gampang-gampang susah juga ya pakainya.  Ehm ingat ya, itu kalimatnya gampang dua kali, susahnya sekali, jadi tetap lebih banyak gampangnya.  Butuh sering latihan dan berani mencoba.  Seperti apa hasilnya, bolehlah dilihat di video berikut ini, video liputan versi pemula dari ngiringmelali.

Enaknya membuat video, kita bisa mendapat  gambaran lebih lengkap dan bebas berekpresi.  Misalnya untuk adegan tertawa saja, bisa dibuat dalam beragam tampilan dan suara, tak sekedar hahaha, hihihi atau wkwkwk.  Penonton juga lebih mendapatkan sisi hiburannya.  Pun bisa bisa menjadi satu paket, antara gambar dengan narasi dan musik.  Asyik bukan?

Beberapa kali mengikuti workshop, ini yang paling heboh dan seru.  Mas Teguh membawakan acara dengan santai.  Memang benar, hati harus riang gembira.  Ou tak lupa aneka snack dan minuman menjadi pelengkap workshop ini.  Semuanya tertata cantik.  Rasanya… wuih jangan ditanya, benar-benar membelai lidah.  Entah karena workshopnya benar-benar santai atau karena memang makanannya Morrissey yang mengundang selera, pesertanya malah bolak balik ngambil snack sepanjang acara berlangsung ^^

#iammorrissey
Aneka snack yang super duper yummy

Di penghujung workshop, hati saya makin bahagia.  Dapat kejutan manis sebagai pemenang live sosmed dari Morrissey.  Ahay… dapat deh MP3 kece yang langsung jadi favorit di rumah.

#iammorrissey
Yeaaaay….….

 

Morrissey yang Berjiwa Muda #iammorrissey

Pertama kali menginjakkan kaki di halaman hotel ini, saya langsung suka dengan tampilan luarnya yang elegan.  Tidak seperti hotel-hotel pada umumnya, masuk ke halaman kita diajak menikmati kehangatan “ocha & bella” restoran.  Di ocha bella, selain meja kursi ala restoran pada umumnya, terdapat  dua area privat yang sangat romantis.  Berada dibawah pohon rindang, dengan sulur-sulur tanaman rambat disekelilingnya.   Kayaknya kalau makan di situ, bakal lebih banyak foto-foto daripada makannya deh hahaha.

#iammorrissey
Ocha Bella. Photo by hepk7986
#iammorrissey
Masa iya sih kamu gak pengen mamam bareng yayang disini?

“Pak, motornya boleh dinaiki gak?” tanya saya pada Bapak Vico yang menemani kami dalam tour keliling hotel, saat melihat sebuah motor gandeng samping (sespan) yang ditempatkan di depan ocha bella.

“Oh boleh mbak, silahkan.  Dicoba saja.”

Yeaaaayyy…. Dapat lampu hijau dari pak Vico, saya langsung mengajak Ihwan, rekan blogger yang jauh-jauh datang dari Malang untuk nyobain.  Begitupun saat melihat bajaj hitam manis yang parkir di depan hotel, lagi-lagi radar narsis saya langsung menyala haha.

#iammorrissey
1. Bibir saya sampai dower nih diajak ngebut sama Ihwan
2. Yuk ah…nganter tamu dari Malang dulu keliling Jakarta naik bajaj
3. Hallo…. dengan siapa di ujung sana?

Mengusung tema rock ‘n roll di tahun 2016 ini,  interior Morrissey ditata dengan sangat apik.  Hampir tiap sudut mengundang untuk dijelajahi dan diabadikan.  Menara gitar aneka warna menjulang tinggi di lobby, siap menyambut setiap tamu.  Aneka pernik menarik juga tak mau ketinggalan.  Pajangan craft, kursi/sofa klasik dengan sandaran tinggi, vespa kuning untuk kamu yang bening, patung-patung anjing hitam yang lucu,  telephone jadul dan masih banyak lagi.  Pokoknya semua instagramable banget deh.  Puas banget berekspresi disini.

#iammorrissey
Lobby yang mengundang untuk pose
#iammorrissey
“Eh Jeung Nani, kemana aja?”
“Biasa Jeng… aku mah ngelayap terus,”
“Aish beda memang ya yang duitnya gak berseri. Btw, sekali-sekali kita staycation di Morrissey yuk, mumpung lagi banyak promo nih akhir tahun”
“Wah boleh tuh, atur aja, Jeng.”

Itu baru lobby.  Seperti yang ditampilkan dalam video di atas, tour hotel mengajak kami berkeliling mengintip pesona lainnya.  Morrissey yang berawal dari konsep apartemen kemudian merambah dunia perhotelan, menawarkan sesuatu yang berbeda bagi para tamu.  Di setiap kamar tersedia kitchen set dengan peralatan memasak yang lengkap, ini tentu saja daya tarik sendiri bagi tamu yang tinggal dalam waktu lama (long stay).  Meski demikian, karena lokasinya yang strategis, Morrissey juga bisa jadi pilihan menarik untuk menginap harian (daily stay).  Tenang saja, meski memasak di dalam kamar, faktor keamanan tetap terjaga dengan baik kok.

#iammorrissey
Kamar Tipe Loft yang terdiri atas dua lantai
#iammorrissey
Area dapur dengan peralatan yang lengkap

Kamar tidur tertata rapi dan nyaman.  Dua tipe kamar yang kami kunjungi adalah studio dan loft.  Khusus untuk tipe loft, kamarnya terdiri atas dua lantai, lantai 1 khusus untuk living room (dapur, ruang duduk dan aktivitas lainnya), lantai 2 adalah bed room yang dilengkapi kamar mandi.

Selain dapur, konsep self service juga berlaku untuk laundry.  Di laundry room, berbaris rapi mesin cuci yang siap dioperasikan.  Free. Dengan ruang duduk yang nyaman dan TV didepannya.  Berasa di rumah sendiri deh.  Kegiatan mencuci menjadi menyenangkan. Meski demikian, buat tamu yang sibuk dan tak sempat mencuci sendiri, Morrissey juga menyediakan kok jasa laundry seperti hotel pada umumnya.

#iammorrissey
Rooftop : Area kolam renang, kebugaran dan taman

Tour berlanjut ke rooftop, dimana terdapat kolam renang dan area fitness.  Angin kencang berhembus saat kami tiba di bagian ini.  Kolamnya  tak terlalu besar, berbentuk memanjang minimalis.  Kursi-kursi rotan nan cantik melengkapi teras kolam untuk bersantai.  Berada di ketinggian, berenang dengan view gedung-gedung pencakar langit Jakarta adalah sebuah kemewahan.

Bagaimana dengan ruangan lainnya?  Morrissey memiliki beberapa ruang pertemuan.  Salah satunya yang kami gunakan untuk workshop, klasse 2 dan 3.  Pagi hari, sebelum workshop dimulai, kami menunggu di business centre, tata ruangnya unik sekali.  Dengan papan tulis besar berisi rumus-rumus fisika, cocok banget deh buat kamu yang pengen narsis ala-ala guru disini.  Lampu-lampu gantung besar turut mempercantik ruangan ini.

“Mbak Arni, harus pose levitasi lho hari ini!” Saya mendapat tantangan dari Ihwan, begitu kami bertemu di ruangan ini.  Kami sudah berteman lama, tapi baru pertama kali bertemu dalam acara kemarin.

Kalau Mas Teguh, punya trademark pose jari di bibir, saya terbiasa melakukan levitasi di setiap tempat baru yang saya kunjungi.  Tak ketinggalan di Morrissey, apalagi setelah mendapat tantangan dari Ihwan yang memang sudah hapal sama kelakuan saya.  Maka inilah, sesi penyambutan tamu dari Malang, tes kekuatan perut haha.  Next, saya pengen melakukan levitasi di rooftop Morrissey, di samping kolam renang #modus #kodekeras #semogamenang #iammorrissey

#iammorrissey
Ciaaaaaaaaaaaaaaat……!  Photo by  Katerina

Daya tarik lainnya dari Morrissey berhubungan dengan sesi memanjakan lidah.  Sajian ragam menu makan siang enak-enak, dengan banyak pilihan.  Baik dessert, main course ataupun appetizer, semua cocok dengan selera saya *lapar apa doyan, neng?*

Well, Morrissey memang beda.  Layanan terbaik dengan staf yang ramah, gaul dan kekinian.  Ruang-ruang yang cozy dan nyaman.  Spot-spot cantik untuk narsis.  Akhir tahun banyak penawaran menarik lho.  Masa iya kamu gak pengen ngerasain sensasinya?

Yuk ah.  Bebaskan ekspresimu disini.  Bergabunglah #iammorrissey

  • Morrissey Hotel Residences
  • Jalan K.H. Wahid Hasyim 70, Jakarta
  • Phone : (021) 29933333

27 thoughts on “I am Morrissey ; Bebaskan Ekspresimu

  1. Kalau abis workshop emang bikin senen karena nambah temen & pengetahuan ya mba 😀 Aku pengen banget bikin video2 gini tapi payah selalu ngga pede hahahaha. Btw itu poto kok lucu banget siiiiih 😀

    • Iya mbak, aku jadi ketagihan ikut workshop kayak gini. Nambah teman dan dapat ilmu.
      Ou soal foto, harap maklum ya, disitu aku lagi kumat. Lupa minum obat waras sebelum berangkat hahahaha

  2. Sampe skrg aku penasaran bnget pngen blajar biki video dri hape, Mbak Arni. hhee
    trus berarti hape kita skiranya bisa punya Internal gede gitu ya mbak. Kan buat prosesngedit video itu mayan juga kan, hhee

    • Aku juga masih belajar nih, masih belum pede sebenarnya
      Harus rajin latihan lagi
      Err… soal memori, iya harus lumayan gede sih biar bebas nrekam dan ngedit-ngeditnya
      Kalau akau biasanya kuakalin dengan memindahkan semua foto dan video ke SD card, jadi internalnya tetap lowong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *