Bermain Ceria di Taman Kaulinan Bogor

Taman Kaulinan Bogor
Prasasti Taman Kaulinan Photo by Winny Widyawati

100 rupiahnya boleh didonasikan, Bu?

Familiar dengan pertanyaan itu, Melali-ers?  Biasanya ditanyakan oleh kasir Alfamart – Alfamidi saat kita berbelanja dan ada sisa uang tunai maksimal 100 rupiah.  Saya, jujur saja dulu pernah menolak berdonasi tapi juga sering memberikannya.  Nah, belakangan saya mengerti, donasi ini kemudian akan disalurkan oleh Alfamart dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu kegiatan perusahaan sebagai rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat sekitar.  Salah satunya adalah dengan membangun fasilitas umum.  Sejak tahu informasi ini, saya hampir tak pernah lagi meminta uang kembalian 100 rupiah itu.  Meski nilainya “kecil” namun rasanya saya bahagia karena turut berpartisipasi dalam aksi sosial.

Selama periode November – Desember 2015, Alfamart bekerjasama dengan Yayasan Berani Bhakti Bangsa menggalang dana masyarakat yang dikenal dengan Donasiku melalui kasir-kasir yang melayani proses transaksi. Dana yang terkumpul ini kemudian disalurkan untuk beberapa kegiatan sosial seperti pembangunan rumah singgah untuk para penderita kanker, penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas dan banyak aksi lainnya, termasuk yang terbaru adalah pembangunan Taman Kaulinan yang bertempat di Lapangan Sempur, Kota Bogor.

Peresmian Taman Kaulinan Oleh Walikota Bogor

Kaulinan  berasal dari bahasa Sunda yang berarti permainan.  Tentu saja nama ini dipilih karena memang Bogor memiliki latar belakang sejarah Sunda yang sangat kental.  Sebagai area bermain anak, taman ini dibuat khusus dengan memenuhi standar keselamatan dan keamanan anak-anak.

Taman Kaulinan Bogor
Penandatanganan Prasasti Oleh Walikota Bogor Bapak Bima Arya
Photo by Yayasan Berani

Saat peresmian Taman Kaulinan yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, pada hari Minggu 5 Februari 2017, Walikota Bogor, Bapak Bima Arya menyampaikan, “Taman kota hadir, bukan sekedar sebagai penambahan ruang terbuka hijau.  Tetapi pada saat yang sama juga membentuk karakter warga.  Taman adalah oksigen jiwa.  Mimpi kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota untuk keluarga.  Sabtu dan Minggu warga berbondong-bondong ke taman, karena mereka senang berinteraksi, bercengkerama dan menghabiskan waktu bersama keluarga.”

Tak ketinggalan tari dan lagu-lagu daerah ditampilkan dalam acara ini.  Haru menyeruak di dada saya saat menyaksikan anak-anak yang tampil.  Di tangan merekalah kelak budaya bangsa ini lestari.

Saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh bapak Walikota.  Terkikisnya banyak lahan terbuka menjadi mall, ruko dan perumahan menjadikan anak-anak kita kekurangan ruang bermain.  Play station, gawai dan televisi kemudian menjadi penyedia hiburan yang paling dicari oleh putra-putri kita.  Sayangnya aneka permainan modern sedikit melupakan kebutuhan rekreasi dan sosialisasi.  Anak-anak kemudian cenderung menjadi individu yang egois dan tak siap menerima keragaman.

Taman Kaulinan Bogor
Wah, Pak Walikota ternyata pinter lho main engklek

Dunia anak adalah dunia bermain.  Lewat bermain dia belajar banyak hal.  Selain menstimulasi perkembangan motoriknya, bermain di area publik juga melatih kemampuan anak untuk bersosialiasi dan berbagi.  Belajar mengantri, bergantian memakai permainan, mengucap maaf dan terima kasih. Belajar mengenyampingkan ego yang mungkin terbiasa bermain sendiri di rumah.

Hadirnya Taman Kaulinan serasa menjawab kebutuhan itu.  Berada dalam satu kawasan Lapangan Sempur yang sudah sejak lama menjadi pusat aneka kegiatan warga Bogor, Taman Kaulinan menempati lokasi di pojok Barat lapangan ini.  Bersisian dengan arena skate park dan wall climbing.  Mengunjungi kawasan ini bersama keluarga, rasanya mendapat paket lengkap.  Ayah ibu yang ingin berolahraga bisa berlari kecil mengelilingi Lapangan Sempur.  Atau mengikuti senam gembira yang juga rutin dilaksanakan disini.  Sementara itu anak-anak bisa bermain sepuasnya di Taman-taman kecil yang menempati sisi-sisi lapangan

“Anak-anak harus tetap bergerak dan ingat mainan tradisional yang sehat, murah, dan meriah,” Lanjut Bima Arya dalam keterangan resminya kemarin.

Pada kesempatan itu pula, Bapak Walikota mencoba langsung aneka permainan yang tersedia.  Dimulai dengan meluncur dengan fliying fox, lalu bermain engklek dan lain-lain.  Ternyata pak Bima jago juga main kayak gini.  Kapan-kapan kita main bareng ya, Pak ^^

Taman Kaulinan Bogor
Pak Bima menguji kekuatan egrang
Taman Kaulinan Bogor
Ceritanya gak mau kalah dari pak Bima
Photo by Memez

 

Ada Apa saja di Taman Kaulinan?

Ibu, Prema mau main ular tangga ya,” Pinta Prema begitu kami tiba di Taman Kaulinan.

“Sekarang mau main perosotan ah,” Katanya lagi setelah puas bermain ular tangga

Begitu seterusnya.  Dia berpindah dari permainan yang satu ke permainan lainnya.  Taman Kaulinan memang memiliki aneka permainan yang dirancang secara modern namun masih memegang konsep kebudayaan setempat.  Kalau lagi kangen mainan masa kecil, disini tempatnya untuk bernostalgia.  Ada galah asin, engklek, egrang, ular tangga, panjat tali, rumah pohon hingga area spot selfie.  Buat yang ingin duduk-duduk santai sembari membaca buku juga tersedia “Pojok Membaca” di sebuah gazebo cantik di sudut taman.  Total ada 11 macam permainan yang tersedia di Taman Kaulinan ini.

Taman Kaulinan Bogor
Salah satu area latihan ketangkasan
Taman Kaulinan Bogor
Puteran buat ular tangga. Puter disini dulu baru deh lompati angkanya
Taman Kaulinan Bogor
Nah, ini dia ular tangganya

Menempati lahan seluas 600 meter persegi, Taman ini terasa cukup lega untuk bermain.  Jika datang berkelompok, anak-anak bisa bermain galah asin, seru pastinya.  Yang menarik adalah wahana ular tangga, permainan yang langsung mencuri perhatian Prema saat kami baru saja tiba.   Kalau biasanya main ular tangga di atas kertas, menggunakan kocokan dan anakan yang dipindah-pindah dengan tangan, disini, ular tangga ditata sedemikian rupa langsung di atas rumput, sehingga untuk bermain, anak-anak harus bergerak berpindah dari satu kotak bernomor ke kotak lainnya sesuai angka yang diperoleh dalam putaran.  Selain melatih berhitung, anak juga diajak untuk aktif bergerak dan cermat memperhatikan gambar pada setiap angka.  Pun belajar berlaku jujur dan disiplin untuk mengikuti petunjuk. Seru dan sangat edukatif.

Taman Kaulinan Bogor
Bermain Galah Asin
Taman Kaulinan Bogor
Rumah Pohon dan Ayunan Anak. Photo by Winny

Selengkapnya, beginilah suasana Taman Kaulinan saat peresmian kemarin, rame dan meriah

Jadi, Sahabat ngiringmelali, tak perlu ragu ya. Ajak anak-anak kita untuk menikmati masa kecilnya dengan bahagia.  Kenalkan mereka dengan aneka permainan tradisional.  Biarkan mereka tumbuh ceria dan belajar bersosialisasi, menerima perbedaan agar kelak menjadi pribadi yang lebih menghargai satu sama lain, bertenggang rasa sekaligus mencintai budaya Indonesia.

Sahabat juga tak perlu ragu juga untuk mendonasikan kelebihan dana saat berbelanja di Alfamart.  Karena peruntukan dari dana-dana yang terkumpul sangat jelas ditujukan untuk aneka aksi sosial melalui Yayasan Berani Bhakti Bangsa.  Kalau mau kepoin lebih lanjut soal yayasan ini, silahkan langsung aja kepoin web dan akun media sosialnya.

Yayasan Berani Bhakti Bangsa

 

26 thoughts on “Bermain Ceria di Taman Kaulinan Bogor

    • Iya. Aku juga mengamati dibeberapa kota mulai banyak pembangunan taman. Semoga benar2 bisa terjaga dan bermanfaat ya. Terhindar dari tangan2 jahil, coret2 dan sampah

    • Ahahaha padahal mah itu lompat2 biasa aja
      Klo Pak Wali khan beneran main tuh di egrang

      Iya, akupun suka banget sama taman ini, jadi ada alternatif liburan biar gak mainan gadget atau ke mall melulu

    • Jadi dirimu 100 rupiahnya didonasikan atau dibawa pulang nih? :p

      Ou tentang Pak Wali, beliau sih memang sering membaur sama masyarakat begini, beberapa waktu lalu malah Prema sempet ikutan main2 dihalaman rumahnya. Mungkin karena usianya juga belum terlalu tua, jadi masih asik aja nyobain segala permainan hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *