Smurf The Lost Village Sebuah Pengorbanan Atas Nama Cinta

Smurfs The Lost Village

Saya sudah jatuh cinta pada para kurcaci biru ini sejak membaca komiknya bertahun-tahun lalu.  Ketika kemudian difilmkan, rasanya sayang untuk dilewatkan.  Berkali-kali nonton film yang sama, selalu saja saya tetap tergelak, terharu dan mendapatkan pesan moral yang kuat dari adegan-adegan yang ditampilkan.

Tahun 2017 ini Sony Pictures Animation merilis film animasi Smurf seri ketiga, diadaptasi dari komik series Belgia yang dirilis tahun 1958 berjudul The Smurf karya Pierre Cullinford (Peyo).  Di Indonesia, Smurf 3 yang mengambil judul “Smurf The Lost Village” mulai tayang awal April. Yuk ah cuss nonton kita.

Ada yang berbeda dari seri ketiga ini jika dibandingkan dengan seri pertama dan kedua.  Selain pengisi suaranya, kali ini tak ada live-action (manusia) yang turut dalam cerita.  Kemarin-kemarin khan ada keluarga Pattrick tuh yang bekerjasama dengan para Smurf untuk melawan Gargamel si penyihir, nah kali ini filmnya full animasi.  Eh tapi, si Gargamel ini manusia apa bukan ya?

Kebimbangan Smurfette

Masih mengambil tema yang mirip dengan Smurf seri kedua, tentang Smurfette yang selalu galau dan ragu akan ke-smurf-annya.   Memang sih sejarahnya Smurfette ini dibuat oleh Gargamel dari seonggok tanah liat yang kemudian disihir dengan sari pati Smurf untuk kemudian menjadi Smurf.  Lalu papa Smurf membimbingnya sehingga menjadi Smurf yang baik. Lieur ya baca smurf smurf smurf hihihi.

Seperti biasa, film Smurf selalu menjadi hiburan yang segar.  Adegan-adegan kocak mewarnai film sejak awal hingga akhir.  Tak ketinggalan beberapa adegan yang bikin deg-degan plus mengharu biru.   Kelakuan khas anak-anak (ehm.. bukan hanya anak-anak sih, orang dewasa juga) yang makin dilarang malah makin penasaran digambarkan dengan sangat baik.

Smurfs The Lost Village ( 2017 )

Smurfette memang sedang mencari jati diri.  Smurf seperti apakah dia sebenarnya.  Setiap Smurf memang mendapat nama sesuai dengan sifat dasarnya seperti Smurf pesolek, Smurf penggerutu, Smurf ceroboh, dan seterusnya.  Nah, Smurfette tak memiliki satu ciri yang paling menonjol, karena kenyatannya pada saat dilakukan tes smurf, justru semua kekuatan smurf terserap ke dalam dirinya.

Sampai pada suatu hari, saat bermain-main bersama para saudaranya Brainy, Clumsy dan Hefty. Tak sengaja Smurfette terlontar hingga keluar batas desa Smurf dan menyadari ada sepasang mata yang mengamatinya dari balik dedaunan.  Mata dengan ciri smurf yang dalam sekejap menghilang dari pandangan dan meninggalkan banyak pertanyaan dan penasaran.

Dan disinilah keseruan dimulai…..

Peta Misterius  Menuju Desa yang Hilang

Pada saat yang sama, mereka menmukan sebuah peta misterius yang ternyata mengarah ke sebuah desa smurf yang berada di hutan ajaib.  Apesnya, peta ini kemudian jatuh ke tangan Gargamel, si penyihir jahat yang selalu menginginkan sari pati smurf untuk menambah kekuatan sihirnya dan mewujudkan nafsunya menguasai dunia.

Petualangan mencari desa yang hilang ini menjadi sangat seru.  Pertarungan antara para Smurf dan Gargamel selalu menjadi adegan yang bikin penonton menahan nafas, geregetan dan terbawa emosi.  Meski begitu, pesan moral film ini tersaji dengan apik tanpa kesan menggurui.  Beberapa adegan juga dibuat sangat kekinian, seperti adanya “teknologi kamera” namun digambarkan dengan serangga kepik yang punya mata hebat untuk merekam.  Sampai pada adegan foto bersama sebelum memulai aktivitas.  Aih demam selfie sampai juga ke para smurf hahaha.

Smurfs the lost village 2017

Smurf dan Pelajaran Berharganya

Dia memang jahat, tapi kita ini Smurf.  Smurf tak pernah memilih-milih untuk memberi pertolongan.  Papa mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada siapa saja”

Kalimat itu membekas sekali buat saya.  Salah satu dialog dalam perdebatan antara Smurfette dan para saudaranya ketika Gargamel terancam tenggelam dan terbawa arus saat menyebrangi sungai ajaib dengan gelombang tinggi.  Setelah bimbang dan berdebat, akhirnya mereka memutuskan untuk menolong Gargamel.  Meski kemudian nyatanya air susu dibalas air tuba.  Setelah ditolong, Gargamel justru membalasnya dengan menenggelamkan para Smurf.

Dialog itu menyentak kesadaran saya.  Dalam beberapa kasus, saya masih suka memilah-milah dalam memberi pertolongan.  Masih suka menduga-duga dengan pikiran negatif.  Apalagi kalau yang bersangkutan punya track record yang kurang pas sama saya, alih-alih menolong, jadinya malah mencibir.  Duuuuh…. Maafkan saya.  Terimakasih Smurf sudah mengingatkan soal ini.

“Kamu bukan Smurf.  Kamu pengkhianat.  Tak mungkin kau tahu rasanya menjadi smurf karena kau hanya terbuat dari seonggok tanah liat!”

Kalimat itu benar-benar menghujam hati Smurfette. Tuduhan bahwa dia adalah pengkhianat.  Kenyataan bahwa dia memang bukan keturunan langsung para Smurf.  Semua membuat hatinya hancur.  Pertahanannya goyah.  Ditambah kenyataan porak porandanya desa smurf oleh ulah gargamel yang kemudian menangkap semua smurf dengan membekukannya terlebih dahulu.

Entah kenapa, saat menonton adegan ini, yang langsung terlintas pertama kali adalah apa yang terjadi akhir-akhir ini disekitar saya.  Perang di media sosial yang membawa masalah pribumi vs non pribumi.  Ketika ada yang merasa palaing pribumi.  Ketika ada yang dengan mudahnya menuduh pihak lain tak memiliki nasionalisme.  Ketika ada orang-orang yang merasa paling tahu kondisi bangsa lantas mengaku paling punya cinta yang besar tapi di sisi lain justru teriak-teriak memaki saudara sebangsanya sendiri.

“Tak penting darimana kau berasal.  Yang penting kau memilih menjadi apa.”

Kalimat yang ini sebenarnya ada di film Smurf 2, tapi masih sangat layak menggambarkan situasi pada Smurf 3.  Ketika Smurfette nyaris putus asa dan menyalahkan dirinya sendiri atas semua kekacauan di desa smurf, dia kemudian tersadar bahwa dirinyalah yang bisa menolong para smurf yang menjadi tawanan Gargamel.  Smurfette memutuskan untuk melawan Gargamel.  Menerima semua kekuatan sihir Gargamel dan menyerapnya meski itu artinya harus mengorbankan dirinya dan kembali menjadi seonggok tanah liat.  Semua karena cinta.  Smurfette memutuskan untuk menjadi baik.  Berkorban untuk semua saudara smurf.

Smurfette membuktikan, asal seseorang bukanlah ukuran kebaikannya.  Bukan nama besar dan latar belakang yang menjadikan kita berharga, tapi pada apa yang kita lakukan.  Sejauh mana kita bisa bermanfaat untuk sesame dan seberapa banyak kebaikan yang kita lakukan.

Meski begitu, saya sukses mewek saat Smurfette benar-benar menjadi tanah liat. Ketika para smurf bergandeng tangan membentuk lingkaran meratapi kepergiannya.  Ketika kemudian kekuatan cinta para Smurf berhasil menghidupkan Smurfette kembali rasanya lega sekali.  Bahkan Prema langsung heboh, “Ibuuu… Smurfettenya hidup kembali. Yeaaay”

Haha ternyata saya belum siap dengan sad ending.

Animasi yang Super Kece

Sebagai film animasi, karakter-karakter para smurf ini terasa dibuat dengan serius.  Ekspresinya benar-benar hidup sesuai dengan namanya masing-masing.  Smurf penggerutu yang selalu berwajah masam, Brainy si Smurf pintar yang tampilannya memang terlihat cerdas dan seterusnya.

Yang menarik, kali ini Smurf menghadirkan para smurf perempuan.  Artinya sang animator ketambahan PR membuat karakter smurf baru, jika dibandngkan dua seri seblumnya.  Membuat wajah-wajah cantik, imut, menggemaskan sekaligus tegas.  Iya, kali ini banyak tokoh perempuannya, karena lost village ternyata memang dihuni oleh para smurf yang seluruhnya perempuan, berbeda dengan desa smurf terdahulu yang seluruh penghuninya lelaki, kecuali Smurfette.  Ciamik banget deh animasinya.

Over all, Smurf adalah film menarik yang siap menghibur dan mengisi ruang keluarga Indonesia.  Nonton bersama sekeluarga bisa jadi lebih ceria.

************

Sutradara : Kelly Asbury
Produser : Jordan Kerner
Penulis : Karey Kirkpatrick ,Peyo ,Chris Poche ,Pamela Ribon dan David Ronn
Jay Scherick
Produksi : Columbia Pictures, Kerner Entertainment Company, Sony Pictures Animation
Distribusi : Columbia Pictures ,Sony Pictures Releasing ,Universal Pictures International
Genre : Animasi 3D ,Comedy
Durasi : 90 menit

Sumber Foto  klik DISINI

IMG-20170131-WA0006

 

 

12 thoughts on “Smurf The Lost Village Sebuah Pengorbanan Atas Nama Cinta

  1. wuaa, jadi pengen nntn mbak. tapi aku kok berasa gimana gitu liat badannya biru semua ahaha padahal biasanya seneng nntn film kartun 😀

    • Tunggu DVD nya beredar aja mbak
      Biasanya cepet kok yang gini2 mah
      Atau buat pelipur lara, boleh intip2 di youtube aja dulu, mudah2an udah ada versi full movienya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *