6 Jajanan Pasar Tradisional Bali yang Siap Menggoyang Lidah

Bicara Bali, selain wisata alam dan budayanya yang memesona, tak lepas juga dari wisata kulinernya yang menggoda.  Sebagian besar kudapan khas Bali bercitarasa manis dan “mengenyangkan”. Umumnya terbuat dari adonan tepung, baik tepung beras, sagu, tapioka maupun terigu.

Setiap kali ke Bali, aktivitas pagi saya adalah berburu jajanan pasar tradisional demi memanjakan lidah dan perut  yang selalu saja mengirim sinyal lapar ke otak.  Kalau liburan itu, memang bawaannya lapar dan pengen ngunyah selalu.  Lupa deh sama diet, apalagi sama timbangan, gak kenal ah.

Nah sebentar lagi liburan nih.  Pokoknya kalau udah pertengahan tahun aura liburan bersinar terang deh.  Siapa tau ada diantara sahabat ngiring melali yang akan liburan ke Bali.  Saya kasi beberapa referensi jajanan khas Bali ya.  Semuanya bikin nagih dan susah berhentinya.

Beberapa jenis jajanan tradisional favorit saya antara lain :

Lumpiang

Jajanan yang satu ini biasanya bisa kita temui di pantai-pantai kawasan Sanur.  Dijajakan oleh para ibu penjual yang berkeliling dengan menjunjung kotak besar atau mangkal di tepi pantai.  Sebenarnya sih ini gorengan biasa ya, wong isinya itu lumpiang (sejenis lumpia/risoles tapi hanya berisi tauge), bakwan sayur, tempe goreng tepung dan tahu isi. Yang membuatnya menjadi berbeda adalah topping saus kental dengan irisan cabe rawitnya.  Disantap dalam keadaan hangat rasanya jauh lebih nikmat. Satu porsi dibandrol Rp. 5000 saja.  Dan ini mengenyangkan sekali.

Jajanan khas Bali
Lumpiang. Sekali nyoba rasanya pengen nambah terus

Entah bagaimana asal mulanya diberi nama lumpiang.  Berkali-kali saya bertanya pada para penjual, tak ada yang bisa menjelaskan.  Sudahlah, itu tak penting, yang penting rasanya enak.  Paling asyik makan lumpiang sembari duduk manis di atas pasir usai berenang.  Wah, dijamin nambah berkali-kali deh.  Prema bahkan pernah ngabisin dua porsi lho.

Klepon

Ada yang gak kenal klepon? Jajanan yang satu ini, sering juga kok kita temui di daerah lain.  Terbuat dari campuran tepung ketan dan sagu/tapioka, dengan gula merah didalamnya dan taburan kelapa diatasnya.  Umumnya berwarna hijau alami dari canpuran daun suji dan pandan.  Cara makannya juga khas, harus masuk utuh-utuh ke dalam mulut, agar gula merahnya tak muncrat kemana-mana.

Jajanan khas Bali
Klepon yang hijau merona

Yang membedakan klepon Bali dengan daerah lainnya adalah bentuknya bukan bulat bola.  Ada satu sudut lonjong dibagian atasnya.  Kenapa begitu? Karena dalam proses pembuatannya, klepon Bali menggunakan gula merah yang sudah dicairkan dan dimasak dengan daun pandan.  Sehingga aroma dan rasa gulanya lebih wangi. Dan proses menutup gula cair ini yang membuat bentuknya agak mengerucut ke atas, agar tak tumpah. Selain itu, ukuran klepon Bali juga lebih mungil-mungil.  Sementara klepon di daerah lain, umumnya dibuat dengan memasukkan gula merah padat, yang kemudian mencair saat dimasak bersama adonan kulitnya.  Bila gulanya terlalu padat, tak jarang kita mendapati yang belum mencair sepenuhnya saat dimakan.

Laklak

Kue yang satu ini mirip serabi di daerah lain.  Namun ukurannya lebih mungil.  Seperti biasa, jajanan Bali yang identik dengan rasa manis, laklak disajikan dengan taburan kelapa dan saos gula merah cair diatasnya.  Rasanya unik, kenyal dan ada aroma khas dari panggangan.  Saya biasanya menyukai yang agak hangus dikit bagian belakangnya, sehingga kulitnya terasa lebih kres saat digigit namun tetap lembut.

Jajanan khas Bali
Laklak. Ini juga uenak tenan deh

Pisang Rai

Masih dari keluarga tepung-tepungan, kali ini menggunakan pisang sebagai bahan utamanya.  Mengambil ide dari pisang goreng tapi non kolestrol karena proses memasaknya yang direbus. Ehm, bingung ya?

Jajanan khas Bali
Pisang Rai. Cara asik makan pisang tanpa kolestrol

Jadi gini, pisang rai ini dibuat dari pisang yang dicelupkan ke dalam adonan tepung (beras + sagu) kemudian dicemplungin ke dalam air mendidih.  Saat dimasukkan, pisang rai akan tenggelam, penanda masaknya adalah ketika dia sudah mengapung ke permukaan. Agar tak benyek, gunakan pisang dengan tingkat kematangan yang pas, jangan terlalu matang.

Lagi-lagi, dimakan dengan topping kelapa + gula.  Ada yang menyukai kelapa dan gula merah cair seperti makan laklak, ada juga yang menyukai kelapa yang sudah dicampur dengan gula pasir.  Keduanya enak, tergantung selera saja.

Sumping Waluh

Nah kalau jajanan yang satu ini berbahan dasar waluh (labu kuning) dengan campuran tepung beras dan gula (bisa gula pasir atau gula merah, tergantung selera) dan kelapa parut.  Ada juga yang suka menambahkan santan kental dalam adonannya, sehingga aroma dan rasanya menjadi lebih nikmat.

Jajanan khas Bali
Sumping waluh. Saat bulan puasa kayak gini, gampang nih dapatin waluh

Ou, untuk penamaan sumping sendiri, merujuk pada kue yang dibungkus dengan daun pisang.  Jadi hampir semua kue Bali yang kemasannya dibungkus dengan daun pisang diberi nama sumping yang kemudian diberi tambahan keterangan bahan utamanya.  Misalnya yang kita bahas kali ini, sumping waluh berarti kue berbahan dasar waluh yang dibungkus daun pisang.  Ada juga sumping biu, ini sama dengan nagasari di daerah lain.  Dan lain-lain tergantung campurannya.

Jaje Bantal

Kue yang satu ini terbuat dari ketan  dengan aneka campuran sesuai selera.  Beberapa campuran yang biasa digunakan antara lain nangka, pisang, kelapa atau kacang merah.  Semua kombinasi itu enak dan bikin nagih. Kemasannya dibungkus dengan daun kelapa (janur) yang dililit sedemikian rupa menjadi bentuk yang unik lalu diikat kencang agar isinya menjadi padat.

Jajanan khas Bali
Jaje Bantal

Butuh keahlian tersendiri dalam membuat kulit dan mengikatnya.  Kalau salah langkah, bisa jadi isinya malah keluar semua saat proses memasak.  Yang pasti, jajanan yang satu ini bikin nagih deh.  Kalau kamu-kamu kebetulan ke Bali, coba deh cari jaje bantal di pasar-pasar tradisional,  jangan salahkan saya ya kalau sampai nambah terus hehe.

Well, sebenarnya masih banyak kue-kue tradisional Bali yang belum masuk daftar nih.  Begitupun kuliner-kuliner lainnya yang semuanya memanjakan kita para pecinta makanan lokal.  Sedemikian banyak pilihan kulinernya, hingga sulit merangkumnya dalam satu daftar.  Lain waktu akan coba saya tuliskan lagi dalam postingan lainnya.

Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.  Begitu kata pepatah.  Dimanapun kita berada, mari konsumsi makanan setempat.  Selain menambah wawasan citarasa kuliner, kita juga turut melestarikan dan mendukung perekonomian lokal.

Selamat melali dan  berburu jajanan tradisional di Bali ya foodies.

Salam

29 thoughts on “6 Jajanan Pasar Tradisional Bali yang Siap Menggoyang Lidah

  1. Waaahh aku blm pernah icip semuaaaa. Di Jogja ada kelepon, sama gak ya? Trus pisang itu semacam nogosari bukan ya? Beli jajanan gitu dimana ya mba Arni kl kita pas ke Bali? Di pusat oleh2 adanya pie susu. Hehehehe

    • Sama-sama klepon tapi beda tampilannya
      Ya gitu klepon Bali itu bentuknya agak mengerucut karena saat bikin, yang diisi gula merah cair, bukan irisan

      Trus yg pisang rai juga beda
      Ini proses bikinnya direbus, tanpa daun pisang. Kalau nogosari kham dikukus

  2. Kangen makan jaje bantal. Emang enak rasanya, cuma suka capek nyobekin bungkusnya, eh isinya seuprit hahaha. Coba ya kalau dibikin gedhean lagi porsinya #maruk 😀

    • Kalau kue-kue tradisional amanlah mbak
      Gak mungkin dicampurin macammacam yang gak halal, lha wong bahannya juga stanard gitu lho 🙂

    • Klepon memang adadimana-mana mas
      Tapi untuk klepon Bali ini, bentuk dan citarasanya agak berbeda karena memang proses pembuatannya juga beda

  3. wah, jadi penasaran ingin mencoba semuanya. sepertinya akan jadi kesukaan saya nih karena rata2 jajanan manis hehehe..
    kalau lumpiang itu sausnya terbuat dari apa?

    • Nah aku gak tau sausnya dari apa
      Yang jelas kental-kental enak gitu
      Sepertinya sih tepung beras yang diracik dengan gula dan aneka bumbu. Pokoknya bikin nagih hehehe

    • Yang pertama paling gampang ditemui mbak
      Main aja ke seputaran pantai sanur, penjaja lumpiang bertebaran deh. Murah meriah nambah berkali-kali

  4. Dari 6 itu yg prnh mkn itu cm klepon n lak2.. walaupun mknnya bkn cita rasa bali, mknnya di jawa..hehe..
    Kleponnya unik ya mbak krn ujungnya lancip, biar gula g tumpah ya krn dr awal isinya cair ya..
    Klo lak-lak aq mknnya di Banyuwangi, mgkn scr teritorial mereka dkt jd mirip.. biasanya dijual klo puasa ramadhan cm agak beda dia cm disiram santan yg gurih, doyanan bapak mertua n nenek buyutku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *