Mencipta Bahagia Melalui Traveling Bersama Keluarga

Traveling With Family

Sudah sekitar 4 tahun terakhir, keluarga kami (keluarga kecil saya, keluarga adik  plus kedua orang tua saya) secara rutin mengadakan liburan bareng.  Kami tinggal terpisah jarak dan waktu.  Keluarga kecil saya tinggal di Bogor, sementara kedua orang tua bersama keluarga adik tinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara.  Pertemuan kami tentunya gak bisa semaunya, sepengennya atau sekangennya.  Setiap pertemuan, baik kami yang di Bogor mudik ke Kendari atau keluarga Kendari yang main ke Bogor harus direncanakan baik-baik karena terbentur kegiatan (kantor dan sekolah) juga biaya yang tak murah.

Inilah kemudian yang membuat kami lantas terpikir untuk mengagendakan minimal setahun sekali trip bareng ke suatu tempat, lengkap dengan Bapak dan Ibu mumpung beliau berdua masih sehat dan kuat diajak jalan-jalan.  Saya memang hanya bersaudara 2 orang, adik laki-laki saya sudah menikah dan punya dua orang anak yang masih balita, terpaut sekitar 2 tahun dengan Prema anak saya.  Jadi ya, setiapkali trip bareng, kami benar-benar boyongan dan multi age, dari bayi hingga lansia.  Dan ini seru sekali.

Enaknya kemana ya?

Seperti yang saya tulis di atas, liburan kami adalah liburan rame-rame yang melibatkan berbagai umur.  Jadi pemilihan lokasi dan destinasi yang dikunjungi selama liburan harus dipertimbangkan matang-matang agar tak memberatkan salah satu anggota keluarga.  Alih-alih menikmati liburan, yang ada malah kelelahan dan jatuh sakit.  Semoga tidak ya.

Traveling With Family
Menikmati perjalanan dengan kereta api jarak jauh

Membawa bayi dalam perjalanan liburan, harus hapal jam tidurnya, harus tau kapan dia on dan siap mengeksplore  tempat baru dan harus memilih lokasi yang tak membuatnya ketakutan atau panik.  Sebaliknya mengajak orang tua juga begitu, bukan soal jam tidur tapi soal medan di lokasi liburan.  Sebaiknya pilih lokasi yang nyaman dan bersahabat untuk dilalui orang tua.  Tak berjalan kaki terlalu jauh, tak pakai acara naik gunung, dan seterusnya.  Pun mengajak anak-anak, yang pastinya udah pintar ngoceh, marah, protes, minta ini itu.  Ajaklah mereka ke tempat yang ada arena bermainnya sehingga mereka excited menikmati trip yang dilakukan.  Riweuh ya.  Begitulah.  Tapi seru kok.

Drama-drama Perjalanan

Saya ingat banget pertamakali kami traveling bareng itu akhir tahun 2013.  Saat itu Prema baru berusia 3,5 tahun sementara adik saya baru punya 1 putra berusia 1,5 tahun.  Saat yang sama, ada ibu saya plus 1 orang remaja usia SMU, adik sepupu saya yang juga ikut datang dari Kendari.  Sempat terjadi beberapa drama saat menentukan destinasi liburan kami waktu itu.  Namanya ada anak-anak ya, kami tentunya prioritas mengajak mereka ke lokasi yang menarik.  Maka destinasi kami adalah Sea World di Ancol, berenang di waterboom, memberi makan rusa di Kebun Raya Bogor untuk selanjutnya sebagai penutup tahun kami berangkat ke Bandung dan melanjutkan liburan di sana.  Sementara itu, anak gadis yang beranjak remaja itu, banyak manyun karena bawaannya dia pengen shopping dan shopping.  Pengennya jalan dari mall ke mall.  Bahkan saat kami menikmati alunan musik di Saung Angklung Udjo, nona manis memilih tidur di mobil. Haduuuuuh…..

Tahun berikutnya, kami janjian bertemu di Bali.  Saya sekeluarga berangkat dari Bogor, sementara adik sekeluarga plus Bapak Ibu berangkat dari Kendari.  Nah, namanya Bali, yang notabene kampung halaman kami, tentunya banyak keluarga besar disana.  Banyak kawan Bapak Ibu yang memang lama tak jumpa.  Eleuh eleuh…. Itu ngepasin jadwalnya juga rada rempong.  Bocah-bocah cilik mana betah atuh diajak bertandang dari satu rumah ke rumah lainnya.  Yang ada di pikiran mereka pastinya main – pantai  main – dst.  Ah, liburan keluarga itu memang seni menyatukan rasa.

Traveling With Family
Menikmati pantai di Bali

Tahun lalu, kami kembali liburan bareng.  Berawal ngumpul di Bogor, sempat main ke Kuntum Farmfield lalu cuss menuju kota lain.  Kali ini destinasinya Jogjakarta. Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sejak awal kami sudah menyiapkan destinasi yang bisa dinikmati segala usia.  Museum De Mata dan De Arca, cukup menarik untuk semua.  Anak-anak suka beraksi seru-seruan di berbagi efek 3D yang ditampilkan.   Sementara bapak ibu juga bisa foto-foto bareng tokoh dunia idola mereka di De Arca.  Bahkan, ketika keesokan harinya kami memilih Taman Pintar, semua tampak bahagia dan menikmatinya. Karena Bapak Ibu suka wisata sejarah dan budaya, tak lupa kami menyempatkan mengunjungi Kraton dan Candi Prambanan. Untuk urusan belanja belanji duo emak krucil, tuntaskan saja di Malioboro. Haha.  Kali ini udah mulai pinter ngatur destinasi. Padahal saat itu, adik saya sudah nambah momongan, jadi kami mengajak serta bayi usia 8 bulan.

Traveling With Family
Prambanan, here we are

Baca juga : Mau Pintar? Ke Taman Pintar Aja

Begitulah dari tahun ke tahun kami belajar.  Menyesuaikan ritme satu sama lain.  Menyamakan minat dan saling memahami.  Tahun ini, liburan kami terbilang cukup aman dari drama ini itu.  Saat ke Jogja misalnya, itu bertepatan sedang rame-ramenya film AADC 2, yang mana tiba-tiba beberapa destinasi di Jogja naik daun.  Tapi ya wis, Mahmud dan pahmud kudu menahan diri.  Gak usah maksain ke sana.  Ngalah sama bayi dan kakek nenek.  Pun kalau misalnya kami saat itu memilih Dieng (sempat jadi wacana) sebagai tempat liburan, pastinya kami gak akan kekeuh pengen naik ke Puncak Sikunir demi melihat sunrise, cukuplah di Gardu Pandang Tieng saja.

Traveling With Family

Baca juga : Jelajah Pesona Dieng

Jauh berbeda dengan liburan rutin keluarga kecil kami.  Jalan bertiga saja (Suami, Saya dan Prema) ini biasanya lebih minim drama.  Yang perlu disesuaikan maunya khan hanya Prema.  Dan untuk urusan jalan bertiga ini, kalaupun menggunakan guide lokal seperti saat di Nusa Lembongan tempo hari, kami memilih privat tour, agar jadwal istirahat Prema tak mengganggu jadwal orang lain.  Makanya sempet pakai acara balik ke hotel untuk tidur siang dan baru melanjutkan trip sore harinya.

Tips Liburan Aman dan Nyaman :

 Siapkan budget bersama.  Bisa berupa tabungan bareng yang rutin diisi setiap bulan, bisa juga patungan sejak awal.  Dengan begitu, semua pengeluaran yang sifatnya bersama, tak akan memberatkan salah satu pihak.  Pengeluaran bersama itu al : hotel, rent car, makan bareng, tiket masuk tempat wisata, dll.

Mencipta Bahagia Untuk Kisah Manis Bernama Kenangan

“Bahagia itu sederhana”

“Bahagia itu kita yang mencipta”

Quote-quote itu tentunya gak asing ya buat kita.  Sering sekali dijadikan petikan untuk mengungkapkan suasana hati.  Nah, buat kami, meski setiap tahun ada saja “drama” yang menyertai, liburan bersama adalah salah satu cara sederhana untuk menciptakan kebahagiaan.

Beda pendapat itu wajar.  Beda selera juga biasa.  Lha wong setiap manusia itu unik to.  Bersaudara sekalipun bisa jadi beda-beda maunya.  Saat-saat liburan bareng, biasanya sifat asli pasti keluar deh.  Yang ngambekan, yang rewel, yang asik dan seterusnya.  Meski begitu, ada proses penyesuaian satu sama lain sehingga kami jadi lebih akrab dan saling mengerti.  Di titik ini, bahagia pasti tercipta.  Justru bumbu-bumbu drama kecil itu menjadi bahan cerita yang di kemudian hari terasa lucu untuk dikenang.  Seru aja gitu, pas ngumpul lagi trus diinget-inget cerita lamanya.

Traveling With Family
Cah bagus paling depan itu, saat ke Jogja baru 8 bulan lho. Tahun berikutnya udah pinter gaya di depan kamera

Dari liburan bareng keluarga besar, tentunya banyak memori indah yang tercipta.  Foto bareng, main bareng, makan rame-rame, sharing satu sama lain, saling membantu, dan lain-lain yang semuanya mencipta kenangan manis.  Apalagi saat ini, liburan kami bisa dibilang cukup lengkap, dengan anak-anak yang lucu dan orang tua yang sehat di usia senjanya. Tahun ini, liburan kami malah lebih lengkap karena ibu mertua saya dari Bali juga bisa ikut serta, apalagi bahagia yang lebih dari ini?

Traveling With Family
Bahagia makin lengkap karena ada ibu mertua saya turut serta

Begitulah.  Setiap kisah tercipta untuk memberi kesan.  Setiap kesan hadir untuk memberi makna.  Dan setiap makna adalah proses belajar untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat.  Karena esensi dari sebuah perjalanan adalah adalah menikmati kebersamaan dan hal-hal baru diluar aktivitas rutin sehari-hari.  Sesekali dalam hidupmu, berjalanlah ke tempat yang baru.  Nikmati bersama orang tercinta.  Rasakan bahagianya.  Beri ruang yang lapang dalam hati dan memori untuk menyimpannya sebagai kenangan manis di masa depan.

Salam liburan

KEB Collaboration

Tulisan ini merupakan bagian dari #KEBloggingCollab dari Grup Butet Manurung dengan Post Trigger bertema Liburan Keluarga di Web KEB yang ditulis oleh Mak Hidayah Sulistyowati pemilik www.hidayah-art.com

Tulisan lain bertema sama dapat ditemukan di Tips Liburan bersama Si Kecil,  Tips Liburan Keluarga Besar, Traveling meningkatkan Bonding dengan anak remaja dan Jalan-jalan bersama Keluarga Besar

IMG-20170131-WA0006

29 thoughts on “Mencipta Bahagia Melalui Traveling Bersama Keluarga

    • Hayuuuk dicoba mbak
      Sekarang kereta jarak jauh nyaman banget lho
      Kami pas berangkat tempo hari naik yang eksekutif, pulangnya naik ekonomi. Beda dibangkunya aja kok. Toilet juga bersih

    • Iya mbak. Memori indah tak terlupakan
      Buat anak-anak juga tentunya menjadikan mereka akrab bersaudara, meskipun kami tinggal berjauhan tapi hubungan tak renggang

    • Enak tuh klo pas lebaran, keluarga besar ngumpul semua
      Kalau kami justru gak bisa ngumpul rame-rame pas lebaran. Tiket pesawat lagi mahal-mahalnya euy. Jadi kalau libur lebaran biasanya kami jalan masing-masing hahaha

  1. Duh kangennya jalan rame-rame kayak gitu. Udah lamaaaaa banget gak liburan bareng keluarga besar. Biasanya sendiri, sama temen, atau paling banter sama keluarga inti.

    Itu foto di gerbong, karena kebanyakan keluarga serasa gerbong sendiri ya mbak haha.

    • Yayan mah rajin ngebolangnya. Mumpung masih single puas2in jalan sama temen. Klo udah berkeluarga, jujur aja klo aku ada rasa bersaah kalau mau jalan sendirian hehe

    • Sekali-sekali dicoba Koh. Memang sih agak rempong karena butuh penyesuaian disana sini, tapi disitulah seninya. Menyatukan keinginan banyak orang itu gampang-gampang susah hehe

  2. serrruuu ya mbakkkk…apalagi bisa nyenengin ortu bgini…jadi pengen nyenengin oertu trus ni mbakkk..mau ngajak jalan2 mereka…makasih y mbak menginspirasi sekali…btw…saya dulu pernah tinggal lama dibali mbakkk…hihi…

    • Iya mbak. Mumpun Bapak Ibu masih kuat diajak jalan-jalan
      Dulu khan waktu kami kecil, beliau berdua yang gotong kami kemana-mana hehehe
      Yuk yuk traveling bareng keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *