Merajut Cerita Perjalanan Keluarga Bersama Wuling

WulingGIIAS2018

Teman-teman udah pada nonton film anak Kulari ke Pantai? Pasti hafal dong kalau film itu mengangkat kisah road trip Mama Uci bersama Sam, putrinya dan Happy, sepupu Sam.  Road trip menyusur jalur dari Jakarta menuju Banyuwangi.  Ujung barat menuju timur Pulau Jawa.  Namanya juga road trip, ya tentunya perjalanan mereka ditempuh dengan mobil.

Saat menonton film itu, saya rasanya seperti napak tilas.  Dalam beberapa adegan, Prema, putra saya (8 tahun) berseru, “Wah kita pernah lewat situ!” atau “Prema ingat tempat itu” dan sejenisnya.  Ya, 4 tahun terakhir kami memang beberapa kali melakukan perjalanan yang mirip dengan itu.  Road trip dari Bogor ke Bali, tentunya via kota-kota di Pulau Jawa, sama seperti dalam film itu.  Pun ketika road trip ke Dieng dan beberapa kota lainnya.  Semua bertiga.  Saya, suami dan tentu saja Prema.

Selalu ada kisah baru tercipta dalam setiap perjalanan. Uji kesabaran menghadapi macet, bernyanyi bersama mengisi waktu, saling bercerita, saling mengenal karakter masing-masing, saling menumbuhkan cinta dan kepedulian, bertemu dengan banyak orang dan berbagai karakter selama perjalanan, menyaksikan kehidupan masyarakat lokal yang kami lalui, mengajak Prema mengenal Indonesia dengan ragam-ragam adat budaya dan tentu saja keindahan alamnya.

Baca juga : Jelajah Pesona Dieng

Melakukan road trip, pastinya membutuhkan mobil keluarga dengan performa yang kece punya.  Memiliki ruang yang nyaman dan bagasi lega.  Tangguh di segala medan, keamanan terjamin dan tentu saja tampilan desain yang cakep.  Namanya juga mau jalan jauh to yo, keamanan tentunya bukanlah pilihan tapi menjadi keharusan.

Mobil keluarga tipe MPV (Multi Purpose Vehicle) jelas menjadi pilihan pas untuk perjalanan jarak jauh.  Meski kami hanya bertiga, tetap saja butuh kenyamanan perjalanan dengan ruang duduk yang lega.  Biasanya saya duduk di depan, mendampingi suami sekaligus sebagai navigator.  Sementara Prema, duduk di bangku tengah, yang kami tata sedemikian rupa sehingga nyaman untuk segala posisi baik duduk maupun berbaring.  Jalan jauh gitu lho, tak jarang Prema tertidur di belakang dan sebisa mungkin kami usahakan agar dia berbaring.  Sedangkan barang-barang bisa ditempatkan di bagian belakang, bangku dilipat agar bagasi lebih lega.

Lain waktu, ketika ada keluarga yang berkunjung dan kami ingin jalan-jalan bersama, bangku belakang bisa dibuka agar muat lebih banyak.  Inilah alasan kuat kami butuh mobil keluarga dengan 8 seat.  Maklum kami merantau di Bogor,  sementara keluarga besar di Bali dan Kendari.  Sesekali saudara dan orang tua mengunjungi kami dan tentunya menyenangkan bila bisa menemani mereka jalan-jalan bersama.

Yuhuuuu masih weekend nih Nyambung cerita kemarin dari #GIIAS2018 di ICE BSD, buat kamu-kamu yang lagi pengen jajan mobil main-main deh ke sana. Ada banyak pilihan yang kece punya Mau cari yang bekas? Coba intip-intip di boothnya @mobil123id kali aja jodoh. Harga bersaing, kualitas terjamin Atau mau yang baru dan keren, lihat deh di boothnya @wulingmotorsid ada #wullingconfero yang selama setahun masuk pasar Indonesia sudah menembus angka 14.000 penjualan. Pencapaian fantastis untuk ukuran pemain baru di dunia otomotif tanah air Nah, tahun ini mereka meluncurkan #wullingcortez kelas MPV yang tampilannya tampak eksklusif. Buruan deh intip-intip. Kalau #jodohtakkemana Ada juga si imut #wullingE100 #mobillistrik yang manis. Cocok buat emak-emak nih. Tapi harus sabar yaaaa, belum masuk pasar Indonesia. Regulasinya belum terbuka hehe. Untuk sementara, elus-elus dan masukkan dalam afirmasi masa depan aja dulu So tunggu apa lagi? Langsung ke GIIAS aja deh. Acaranya masih berlangsung sampai dengan 12 Agustus 2018 Cuuusss berangkaaaaat @komunitasisb #giias2018 #otospirit #otospiritgiias2018 #Mobil123 #WulingGiias2018 #wulingconfero #wulingcortez #driveforabetterlife #mobil123

A post shared by Galeri Arni (@galeriarni) on

Blogger Gathering Bersama Wuling Motors dan Mobile123

Akhir pekan kemarin, saya bersama rekan-rekan komunitas ISB (Indonesia Social Blogger) berkesempatan berkunjung ke GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2018 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang.  Acara yang digelar rutin setiap tahun ini merupakan ajang untuk mempertemukan para pecinta otomotif, produsen dan konsumen.  Adapun produk yang dihadirkan dalam gelaran ini berupa kendaraan-kendaraan terkini berikut aneka spare part dan kelengkapan lainnya.

Rame sekali suasana hall 1 – hall 7 hari itu.  Tidak sedikit saya melihat pengunjung yang datang sekeluarga, bersama sahabat dan kelompok-kelompok lainnya.  Tampaknya, banyak yang ingin mencari kendaraan baru, baik untuk kebutuhan keluarga maupun untuk bisnis.

WulingGIIAS2018
Ibu Dian Asmayani (Wuling Motors) dan Bapak Indra Prabowo (Mobile123)

Pada kesempatan ini, kami bertemu dengan Ibu Dian Asmayani dari Wuling dan Bapak Indra Prabowo dari Mobile 123 dalam bincang-bincang yang dikemas santai dan menarik.  Psst… saya bisikin ya, peserta dari ISB semuanya perempuan lho.  Bahkan 90 % emak-emak.  Meski bahasannya tentang otomotif, yang umumnya akrab dengan dunia lelaki, tapi obrolan sore itu tetap berlangsung seru.  Jadi, kata siapa topik otomotif hanya buat lelaki?

Sama seperti pandangan umum, yang namanya produk China itu awalnya pasti dinyinyirin deh.  Kualitas rendah, tak mampu bersaing dan sejenisnya.  Ini juga yang menjadi pertanyaan ketika Wuling setahun lalu masuk ke Indonesia.  Kenyataannya, penjualan Wuling Confero yang diluncurkan pada tanggal 2 Agustus 2017 lalu sudah mencapai 14.000 unit.  Sebuah pencapaian fantastis untuk ukuran pemain baru di dunia otomotif tanah air.  Dan sekarang Wuling kembali memperkenalkan Wuling Cortez, The new choice of MPV yang diluncurkan di Kempinski pada 8 Februari 2018.

Kita bangun pabrik 60 ha dan 30 ha-nya itu adalah spare part.  Tujuannnya tentu saja untuk mendukung ketersediaan spare part di seluruh Indonesia dan memenuhi kebutuhan konsumen,” kata Dian Asmayani ketika muncul pertanyaan mengapa Wulling begitu percaya diri memasuki pasar Indonesia.

WulingGIIAS2018
Wuling Cortez

Wuling Motors :  Drive Grow and Progress

Turut mengambil bagian dalam GIIAS 2018, Wuling hadir dengan tema Drive, Grow, Progress.  Masing-masing menunjukkan perkembangan signifikan yang dimulai sejak awal diluncurkan satu tahun yang lalu.

Drive kemudian berkembang menjadi tagline “Drive for a better life”  yang menunjukkan Wuling benar-benar hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bukankah bisa bepergian bareng keluarga tercinta dan menghabiskan waktu bersama dalam kendaraan yang nyaman akan membawa kita pada kebersamaan penuh cinta sehingga membuat hidup lebih baik?

WulingGIIAS2018

Persis seperti yang kami jalankan beberapa tahun terakhir.  Road trip jarak jauh maupun sekedar pikinik tipis-tipis ke lokasi yang dekat saja, kalau dilakukan bersama keluarga tercinta akan meninggalkan kesan mendalam dan menjadi kenangan manis di masa depan.  Dengan interior yang lega dan muat banyak, tentunya anggota keluarga bisa jalan bareng tanpa harus pisah-pisah.  Makin akrab dong jadinya satu sama lain.

Untuk kelas MPV, Wuling tergolong sebagai mobil MPV murah tapi tentu saja tak murahan.  Dibanderol pada kisaran harga 134 juta sampai 198 jutaan.  Jika membeli MPV Wuling di GIIAS 2018, kamu bakalan dapat banyak penawaran menarik dengan beragam pilihan hadiah.

Selanjutnya Grow yang ditunjukkan pada berkembangnya jumlah dealer di seluruh Indonesia. Layanan yang terbaik bagi konsumen dengan tenaga-tenaga profesional dibidangnya.

Sedangkan Progress menunjukkan bahwa Wuling terus melakukan inovasi untuk peningkatan mutu dan penyesuaian dengan perkembangan teknologi.  Salah satunya adalah dengan menghadirkan Wuling SUV dan mobil listrik E100.  Saya langsung kepincut saat melihat tampilan E100.  Mobil mini nan imut yang bentuk dan warnanya menggemaskan sekali. Terbayang-bayang bakalan nganter jemput Prema sekolah dengan mobil ini.  Saya sempat mencoba duduk di dalamnya, ruang kemudinya cukup lega.  Apalagi ruang penumpangnya.  Hanya untuk berdua ya, tapi beneran deh, bikin mupeng berat.

WulingGIIAS2018
E100 si imut yang memikat

Tapi, harus bersabar nih.  Regulasinya mobil listrik belum kelar.  Yang hadir saat GIIAS kemaren itu, kemudinya masih di posisi kiri, berbeda dengan umumnya mobil di Indonesia. Namanya juga baru sampel.  Tapi di negeri asalnya, E100 ini sudah wara wiri.  Katanya sih, mobil ini bisa dicharge dengan listrik rumah.  Lama waktu pengisian dayanya 9 jam dan setelahnya bisa menempuh jarak hingga 200 km.  Wow keren ya.

WulingGIIAS2018

Rajut Cerita Perjalanan, Hadirkan Wuling Sebagai Kendaraannya

Wuling sebagai low MPV memiliki transmisi manual dengan 6 percepatan yang memiliki performa optimal serta mudah dikendalikan.  Saat-saat berkendara bersama keluarga besar dimana bangku penumpang terisi sampai deretan belakang, tentunya semua butuh kenyamanan.  Suspensi bagian belakang Wuling yang terdapat pada masing-masing roda memastikan seluruh penumpang merasakan kenyamanan yang lebih dalam perjalanan.

Kalau sudah begini, gak bakalan deh ada yang rebutan duduk di depan atau tengah.  Gak bakalan juga ada cerita tunjuk-tunjukan duduk di bangku belakang.  Lha nyamannya sama aja to. Semua bahagia, bersenda gurau, merajut cerita.  Dan kemudian saat kembali pulang semua membawa oleh-oleh kenangan indah.  Pengen road trip lintas kota juga bakalan tetap asyik.

Selain kenyamanan, keamanan juga tak kalah pentingnya.  Wajib ini mah. Wuling MPV sudah dilengkapi dengan hill hold control yaitu teknologi yang menahan mobil untuk tidak mundur dalam beberapa detik saat berada di tanjakan. Selain itu, tersedia dual front airbag yang memberi perlindungan lebih dan memperkecil resiko cedera.

Penasaran pengen coba langsung mengendarai Wuling?

Langsung aja ke Ice BSD. Bisa test drive lho di sana.  Pamerannya masih berlangsung hingga tanggal 12 Agustus 2018.  Cukup siapkan 100 K saja, kamu sudah bisa dapat tiket untuk ngider seharian di GIIAS 2018.

WulingGIIAS2018
Penampilan Fariz RM

Oh ya, saya  bisikin satu bocoran lagi.  Di jam-jam tertentu booth WUling menampilkan artis-artis papan atas lho.  Tempo hari pas kami ke sana, ada Fariz RM yang hadir dengan lagu-lagu hitsnya.  Lain hari juga ada Gigi, Yovie n Nuno dan HiVi.  Jangan lupa juga foto-foto kece di booth Wuling, posting ke instagram kamu dan menangkan pulsa sebesar 50K setiap harinya untuk 50 pemenang.

WulingGIIAS2018

 

WulingGIIAS2018
Pose bersama tim blogger ISB. Foto by. Evi Indrawanto

 

Aku tunggu rajutan kisah manismu ya…

Salam

Arni

 

 

45 thoughts on “Merajut Cerita Perjalanan Keluarga Bersama Wuling

  1. Wuling ini salah satu mobil yang sedang ‘in” saat ini yaa, Mba. Di Baubau saja, banyak mhe juga sa lihat yang pake mobil ini, mungkin karena harganya murah tapi gak murahan itulah salah satu alasan mengapa mobil ini jadi idola 😊

  2. Mantap ini ya buat family trip kayak di film Kulari ke Pantai. Saya sudah nonton filmnya, Mbak. Keren ya …. saya belum pernah traveling begitu dengan keluarga. Nah, mobil ini cocok deh.

  3. Mobil MPV yang muat banyak penumpang , memang masih jadi yang teratas sebagai pilihan keluarga Indonesia. Secara, rata-rata keluarga di Indonesia masih keluarga besar, hahaha. Soal kekuatan dan performa, paling nggak bisa serupa dengan mobil yang dipakai dalam film Kulari Ke Pantai melintasi Jakarta-Banyuwangi.

  4. A says:

    Aku pengen E100-nyaaaa…. Gak menuh2in rumah kalau ditaruh garasi haha. Sayang msh dipamerkan ya, blm bisa dibeli. Tiba2 ngebayangin emak2 antar anak pada pakai itu di sekolah2 hehe.

  5. Aku pengen E100-nyaaaa…. Gak menuh2in rumah kalau ditaruh garasi haha. Sayang msh dipamerkan ya, blm bisa dibeli. Tiba2 ngebayangin emak2 antar anak pada pakai itu di sekolah2 hehe. .

  6. Aku sih kalo udah berkeluarga pasti lebih milih Cortez, soalnya selain bentuknya elegan mobil ini juga luas, sekeluarga bisa sering diajak jalan bareng, dan untuk pulkam juga nyaman karna naik Cortez.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *