Family Road Trip, Cara Asyik Membangun Romantisme Keluarga

Road Trip

Hai hai….

Tak terasa kita sudah sampai di bulan ketiga 2019.  Bulan Maret – April biasanya menjadi bulan yang penuh cerita cinta di keluarga kami.  Itu karena kami bertiga lahir di bulan-bulan ini.  Prema dan Saya berulang tahun di bulan Maret, sedangkan Ayah di bulan April.  Bukan itu saja, tanggal pernikahan kami juga berada di 1 April. Sebagian orang bahkan pernah menyangka kami sedang bercanda ala April Mop kala menyebarkan undangan pernikahan 13 tahun yang lalu.

Tapi, meskipun Maret – April menjadi bulan “bersejarah”, buat kami kisah romantis paling asyik justru tercipta saat melakukan road trip ke kota-kota lain kala liburan.  Bandung, Dieng, Cirebon, Jogjakarta, Semarang, Jawa – Bali, dan beberapa kota lainnya.  Beberapa tahun terakhir, kami memang cukup  rutin mengisi waktu liburan dengan menikmati suasana baru di kota berbeda.  Beberapa diantaranya ditempuh dengan pesawat, seperti ke Belitung, Kendari, Bali dan lainnya.  Dan beberapa kota lainnya kami lakukan dengan perjalanan via darat.  Bertiga saja.  Menikmati pagi, siang, malam bersama-sama.  Saya menyebutnya sebagai perjalanan cinta.

Setiap perjalanan mengukir kisah baru. Saya ingat banget, pertamakali melakukan road trip bertiga saja saat Prema baru berusia 5 tahun.  Masih agak rewel dan bosan menempuh perjalanan panjang. Waktu itu kami ke Bali.  Bayangin aja, dari pagi hingga malam di dalam mobil, tidur,bangun, tidur lagi, bangun lagi dan tetap saja masih di dalam mobil.

“Kalau ke Bali lagi, kita naik pesawat aja.  Prema gak mau naik mobil lagi.  Lama sampainya.  Prema bosan!” Kata Prema usai perjalanan pertama kami itu

Nyatanya, kami malah mengulang perjalanan ini berkali-kali ke kota yang berbeda.  Dan asyik-asyik aja.  Lalu yang teranyar, di akhir 2018 – awal 2019 tempo hari, kami menjajal tol trans Jawa yang baru saja diresmikan oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo tepat 2 hari setelah peresmiannya.

Road Trip
Suatu hari dalam penyeberangan Ketapang – Gilimanuk

Road Trip Bahagia dan Penuh Cinta

Kami sekeluarga memang gemar melakukan perjalanan.  Ke Bali via darat dari Bogor dengan kendaraan pribadi itu jauh banget lho. Kalau gak dinikmati, yang ada hanya dapat capek dan pegalnya.  Perjalanan via darat itu banyak bonusnya.  Kami lebih bebas mampir ke mana-mana, bahkan ke tempat yang tak terduga sebelumnya.  Seperti kisah kami yang mendadak belajar sejarah di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa- Bali ini.  Benar-benar jadi wisata yang tak disengaja namun mencipta kenangan indah dan tambahan pengetahuan.

Atau cerita berbeloknya kami menuju Taman Nasional Baluran beberapa waktu lalu.  Ini juga tak direncanakan.  Mendadak turis deh judulnya.  Mumpung lewat Situbondo, ya sekalian aja mampir.  Kalau sengaja diniatkan ke sana, entah kapan akan terwujud.

Road trip itu, selain tentang kebersamaan, juga tentang bonus wisata dan keindahan alam.  Menyaksikan dari dekat para petani garam yang bekerja keras, monyet-monyet bergelantungan di Taman Nasional, pembangunan di ruas-ruas tol, hamparan sawah, kehidupan pedesaan, gunung, pantai, matahari terbit dan terbenam.  Ah… masih banyak lagi.

Road Trip
Serasa mengejar matahari deh. Menuju sore yang cerah di Lamongan

Setiap merencanakan perjalanan via darat yang kemungkinan akan ditempuh berjam-jam bahkan kadang sampai menginap dalam perjalanan, kami selalu berusaha mempersiapkan segala sesuatunya agar tak membosankan, menjadikan setiap momen berkesan dan penuh cinta.  Mau tau bagaimana tips kami? Ikuti terus ya….

Membawa bekal cemilan sehat dan enak

Namanya perjalanan jauh dan hanya di dalam mobil dalam waktu lama, yang paling asyik dilakukan adalah ngemil-ngemil manja.  Saya biasanya menyiapkan kue-kue, roti dan buah-buahan.  Mangga, buah naga, apel, pier, jeruk biasanya jadi pilihan kami.  Tentunya saya membawa pisau untuk mengupas dan memotong buah.  Bagian romantisnya di mana?

Kami hanya bertiga.  Ayah memegang kemudi, saya duduk disebelahnya.  Sementara Prema, duduk di bangku tengah yang disulap menjadi “kamar pribadi”nya.  Tentu saja, sayalah yang bertugas mengupas dan memotong buah.  Menempatkannya dalam wadah, lalu karena suami sedang menyetir dan harus fokus mengemudi, mau gak mau disuapin dong.  Begitu juga Prema, saat-saat begini, manjanya kumat.  Minta disuapin juga.  Momen seperti ini berkesan banget lho.  Kalau bukan dalam perjalanan, manalah kami suap-suapan.  Paling sesekali doang pas iseng becandaan atau saat salah satu ada yang sakit.  Apa enaknya suap-suapan saat sakit? Gak asik khan?

Menyiapkan ruang yang nyaman

Namanya perjalanan jauh, sebisa mungkin dibuat nyaman.  Terutama posisi tubuh.  Prema terbiasa duduk di bangku belakang sejak dulu.  Khusus perjalanan seperti ini, bangku belakang biasanya kami “sulap” menjadi kamar pribadi untuk dia.  Dilengkapi kasur tipis tapi empuk yang waktu itu belinya pas lagi promo mantap Tokopedia , guling, bantal dan selimut.  Selain itu, tak lupa prema juga membawa beberapa buku cerita dan mainan kesukaannya.

Bermain dan bernyanyi bersama selama dalam perjalanan

Salah satu alternatif untuk menghidupkan suasana agar tak bosan dan tetap seru adalah mendengarkan musik lalu bernyanyi bersama.  Bisa via radio atau menggunakan aplikasi penyedia lagu-lagu pilihan.  Nyanyi bareng itu romantis lho.  Apalagi kalau lagunya adalah lagu-lagu jaman emak bapak masih muda dulu.  Rasanya semacam bernostalgia deh.  Gara-gara ini juga, Prema jadi banyak tahu lagu lawas bahkan ikut menyanyikannya.

Selain bernyanyi, kita juga bisa lho main bersama.  Permainan favorit kami adalah tebak-tebakan.  Mulai dari saling membuat teka-teki sampai lomba melihat sekitar.  Dengan begini, kita jadi lebih awas memperhatikan sekeliling dan menikmati perjalanan dengan riang gembira.

Road Trip
Ayah nyetir aja yang anteng. Prema dan Ibu narsis dulu ya
Mengabadikan momen bersama

Satu foto berjuta cerita

Perjalanan cinta akan sangat manis untuk dikenang.  Akan lebih lengkap bila disertai foto kenangan.  Maka, selain menikmati pemandangan sepanjang jalan, sekaligus kami juga mengabadikan momen.  Urusan pepotoan ini, lagi-lagi saya dong yang harus aktif megang kamera.  Trus bagian melet-melet, pasang ekspresi jutek, jahil, ngambel dll ya urusan cah bagus dan bapake.  Buat saya, momen kebersamaan seperti ini seru dan romantis sekali.

Akan  ada banyak kenangan yang bisa dilihat kembali sembari senyum bahkan terbahak.  Ada juga yang kemudian mengungkap banyak cerita.  Yang pasti, bukan sekedar foto bareng, tapi adalah tentang meng-capture moment.  Berada di tempat yang sama, waktu berbeda, akan menghasilkan foto dan cerita yang tak sama.  Bukankah ini romantis?

Road Trip
Eittts… jangan pada ngintip ya
Saling memberi apresiasi

Meski banyak melintasi jalan tol, perjalanan kami tentunya tak semulus jalan tol.  Ada saja drama-drama perjalanan yang kadang bikin kesel satu sama lain.  Salah paham, ngambek, ngomel adalah bumbu penyedap yang jika kelebihan dosis justru membuat perjalanan jadi kurang sedap.  Maka evaluasi dan apresiasi satu sama lain adalah salah satu hal menarik dan romantis buat kami.

Ayah, Prema, terimakasih ya untuk perjalanan hari ini.  Seru banget.  Kalau Ibu ada salah, maafin ya.  Oh ya, tadi Ibu sempat kesel sama Prema/Ayah saat kita berdebat soal bla bla bla. Tapi sekarang udah gak lagi kok.  Mudah-mudah besok lebih baik ya,”

 Hal yang sama diucapkan Ayah dan Prema juga.  Lalu kami tutup dengan berpelukan, kemudian tidur.  Ou, kadang Prema juga udah keburu ketiduran sih.  Gak apa-apa.  Bisa disampaikan saat bangun nanti. Buat kami, ini pastinya jadi momen romantis

Promo Tokopedia

Saling memberi kejutan

Aha! Siapa sih yang gak suka kejutan? Semua orang pasti suka deh.  Memberikan hadiah kecil, bukan soal nilainya tapi lebih pada perhatiannya.  Cara paling asyik membelikan hadiah tanpa ketahuan ya belanja online.  Tinggal pilih-pilih di marketplace favorit, bayar dan tunggu deh barangnya datang.  Bisa dilakukan kapan saja, meski kita sedang dalam perjalanan.  Rajin-rajin aja ngecek promonya, misalnya promo Tap Tap Mantap Tokopedia, kali aja barang impian sedang discount.  Mudah, cepat dan praktis.  Tak perlu menunggu hingga pulang ke rumah, keburu berakhir ntar masa promonya.  Khan gak asyik kalau harus gigit jari karena kehabisan. Gagal romantis deh jadinya.  Paling asyik lagi, belanjanya selama perjalanan, pulang-pulang barangnya udah tersedia di rumah.  Jadi kejutan manis khan?

Romantis, bukan soal sentuhan fisik atau rayuan gombal.  Romantis adalah ketika hati terbalut bahagia dan bibir menyungging senyum dalam kebersamaan.

Road Trip
Pagi-paginya kami suatu ketika di Kota Kembang

Bagaimana romantis versi kamu? Cerita yuk

 

Salam

Arni

 

 

28 thoughts on “Family Road Trip, Cara Asyik Membangun Romantisme Keluarga

  1. uhuuuiiii, serunya itu dii Kak road trip lintas daerah gitu.. beuuhh, capek tapi disitumi juga seninya dii, bisa romantis, uhuuuyy.

  2. Prema kayak aku zaman kecil. Hehe… Aku sampai sekarang juga masih menjadi penumpang belakang Kak. Tapi, sudah menyiapkan semuanya sendiri.

    Road Trip Family itu asyik banget memang Mbak. Bikin family makin dekat.

    Happy holiday!

    Salam kenal. Ditunggu blogwalking-nya Kak.

  3. Kebalikannya aku & suamiku berarti ya mbak.

    Mungkin karena kami “anak rumahan” jadi nggak terlalu tertarik ngekplorasi keluar jalan yang biasa dilalui pas keluar kota. Malah nggak pernah kepikiran mau mampir main ke mana dulu, pokoknya langsung ke tujuan aja.
    Paling2 sih cuma mampir makan & cari jajan aja (tapi berkali2 hihihi)

    Btw biasanya suka habis berapa jam pas perjalanan keluarga gitu, mbak?

  4. ke jogja naik mobil aja ku udah pegel maksimal mbak.. gimana ke bali… etapi itu pak su staminanya kuat juga ya.. overland jauh begitu… keuntungan naik mobil sik emang bisa berhenti di lokasi mana aja yang kita suka… ini nggak bisa dilakukan kalo naik kendaraan umum

    • Hehe pegel sih memang mbak. Tapi kami nyantai kok. Kalau lagi caprk ya nyari rest area, istirahat sejenak. Malam ya nyari penginapan, paginya baru lanjut jalan lagi

    • Masing-masing beda sensasinya sih mbak. Klo gak musim liburan, memang lebih sepi dan jalanan lancar. Klo lagi musim liburan, siap-siap macet aja. Tapi klo dinikmati perjalanannya, asik-asik aja kok

  5. Roadtrip asik banget memang. Bisa menyesuaikan dengan kondisi badan, bebas berhenti kapan aja, plus memorinya lebih lekat karena perjalanannya panjang. 🙂

    Aku sukaaa

    • Iyaaaaa. Banyak yang dilihat, banyak yang didengar dan banyak bercengkerama dengan teman seperjalanan. Jadi lebih saling memahami satu sama lain. Mari kita toss

  6. jadi inget waktu kecil sering diajak roadtrip sama mama papa ke berbagai kota di Jawa Barat. Seruuuu dan mengesankan. Dan, beneran bisa merekarkan hub keluarga apalagi akan jadi kisah tak terlupakan.

    • Betul kakaaaak. Road trip itu banyakan asiknya daripada manyunnya kok. Gak bilang juga seneng-seneng terus sih, pas macet atau ada yang gak pas ya manyun juga, ngambek juga. Tapi itu hanya sedikiiiit, buat bumbu pelengkap aja. Selebihnya seruuuu dan bikin nagih

  7. Serunya road tripnya. Memang sih ya, momen romantis dalam keluarga mesti diciptakan, demi memupuk rasa cinta… hahaha. Begitu sih katanya. Selain itu, traveling atau liburan sekeluarga gini juga salah satu cara buat menjaga keharmonisan. Duh, pengen nanti bisa liburan lagi dengan formasi lengkap akunya, secara anak udah bujang, susah banget diajak liburan bareng.

Leave a Reply to Monica Anggen Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *