Terkenang Bening di Eling Bening

Eling Bening Ambarawa

“Kita harus pergi dari sini.  Sejauh-jauhnya.  Ayah dan Ibu bermaksud menjodohkan aku dengan Pangeran Brahmana dari Kerajaan Bawen. Aku tidak mau!” sembari menahan tangis Eling Bening menarik Sanggara, pemuda dari kalangan rakyat biasa yang sangat dicintainya

“Tapi, sejauh manapun kita pergi, pasukan kerajaan pasti akan mencari kita.  Bahkan itu akan mengancam keselamatan kita,” Jawab Sanggara

Aku tidak peduli.  Aku mencintaimu.  Aku hanya mau menikah denganmu,” Bening terus memaksa Sanggara untuk segera meninggalkan Kerajaaan Ambarawa.

Sanggara luluh. Berdua mereka pergi, meninggalkan kerajaan Ambarawa.  Sementara itu, Raja Pramudaka dan sang permaisuri Ratu Candaka mengerahkan pasukannya untuk menelusuri jejak Bening dan Sanggara.  Bagaimanapun mereka sudah terlanjur berjanji untuk menjodohkan Putri Bening dengan Pangeran Brahmana dari Kerajaan Bawen.

Pelarian Sanggara dan Putri bening membawa mereka ke sebuah tempat di ketinggian.  Di puncak bukit dengan pemandangan luar biasa indah.  Sejauh mata memandang terlihat deretan pegunungan nan cantik.  Di bawahnya terhampar rawa nan luas dengan sawah-sawah di sekitarnya.  Rawa Pening nama tempat itu.

Rupanya, Patih kerajaan berhasil menemukan jejak mereka.  Raja Pramudaka kemudian mengirim pasukan untuk menangkap Sanggara dan membawa Putri Bening kembali ke kerajaan.  Sayangnya terjadi tragedi.  Saat prajurit bermaksud menyerang Sanggara, Putri Bening berusaha melindunginya.  Pedang tajam prajurit kemudian menancap di perut sang putri yang menyebabkannya meninggal seketika.  Raja dan ratu sangat sedih dan menyesal atas kejadian itu.  Apa daya, nasi sudah menjadi bubur.  Putri Bening sudah pergi untuk selama-lamanya.

Sementara Sanggara, meratapi nasibnya dari atas bukit.  Terus menerus mengucap, ‘Aku eling Bening,’ yang artinya “Aku ingat Bening”

Jadilah tempat itu, hingga kini bernama Eling Bening

Eling Bening Ambarawa
Sejauh mata memandang dari Eling Bening

*****

Saya membaca cerita legenda yang ditulis dengan apik oleh Trias Nilam Prabandari tersebut dari website kabsemarangturism.com,  malam hari sebelum esoknya bertandang ke Eling Bening.  Menyimpannya lekat-lekat dalam benak dan mencoba membayangkan tempat yang akan kami kunjungi sore itu sebagai bagian dari itinerary perjalanan ke Semarang bersama rombongan dari Bogor.  Lalu menyarikannya kembali untuk dibagi kepada sahabat ngiringmelali.

Hari sudah jelang sore saat kami tiba di Eling Bening.  Lahan parkir tampak dipenuhi dengan bus-bus besar dari berbagai daerah. “Wow, lokasi wisata favorit rupanya,” batin saya.  Setelah membeli tiket masuk Rp. 20.000/orang kami kemudian berjalan masuk ke kawasan wisata di daerah Ambarawa ini.

Wangi aroma masakan menyambut kedatangan kami.  Rupanya di sebelah kanan jalan masuk adalah restoran yang menyediakan aneka hidangan untuk pengunjung.  Untungnya kami sudah makan siang, jadi cacing-caing di dalam perut gak sampai berdemo minta upeti.  Tepat di sisi yang langsung bertepian dengan tebing tinggi, terlihat kolam outdoor.  Ada tulisan DILARANG BERENANG di salah satu sudutnya.  Tapi tepian kolam bebas dieksplore kok buat pepotoan manja.  View dari sisi ini cantik sekali.  Sungguh memanjakan mata.

Eling Bening Ambarawa
Kolam cantik di tepian tebing. Tepat di sisi restoran

Angin sore bertiup sepoi-sepoi, menemani keceriaan kami yang sibuk cekrak cekrek di tepi kolam.  Di bawah sana, terhampar pemandangan Rawa Pening nan indah.  Ada jalanan yang membelah di tengahnya, tampak melintas berbagai kendaraan, yang jujur aja terlihat seperti mobil-mobilan kecil dari atas sini.  Rasanya seperti melihat lukisan.  Sementara di kejauhan,  gunung Merbabu tampak menjulang indah.  Kalau teman-teman ingat tempo dulu kita sering disuruh menggambar pemandangan saat sekolah, lalu yang hadir adalah gunung, sawah dan jalanan maka persis seperti itulah gambaran yang terlihat dari Eling Bening ini.  Nostalgiaaaaaa

Bukan sekedar memandang Rawa Pening dari atas, pengelola Eling Bening juga memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas lain yang bikin betah.  Apa saja?  Cekidooooot!

Restaurant dan Cafe Garden

Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, di sini tersedia restoran yang siap memanjakan lidah para pengunjung.  Aneka makanan dari yang berat hingga sekedar cemilan bisa dipesan.  Errr… kami sih gak mesen apa-apa ya, udah kenyang.  Saya hanya sempat ngintip-ngintip dikit dari nampan para pramusaji dan isi meja pengunjung lainnya #ups

Arena Outbond dan Play Ground

Buat pengunjung yang mengajak anak, bisa banget mencoba fasilitas ini. Anak-anak khan biasanya bete ya kalau diajak pepotoan melulu, apalagi kalau perginya bareng emak-emak narsis.  Udah gitu kadang disuruh jadi tukang foto pula.  Dijamin bimoli terbentuk.  Bibir monyong lima centi.  Haha

Nah, di sisi kiri dari arah jalan masuk tersedia area outbond dan play ground.  Ada flying fox, halang rintang berupa jalinan tali temali, hill tracking, dan berbagai permainan ketangkasan lainnya.  Juga terlihat lapangan bola mini, ayunan, perosotan, kolam tangkap ikan dan aneka permainan anak lainnya.  Buat pengunjung yang suka berkemah, di Eling Bening juga tersedia camping ground yang cukup landai dan nyaman.

Eling Bening Ambarawa
Prema bermain flying fox
Eling Bening Ambarawa
Uji ketangkasan melintasi jalinan tali temali

Berenang dan bermain Polo Air di Kolam Renang Outdoor

Saat ini tersedia kolam renang outdoor yang berada di area bermain.  Cukup luas untuk nyebur rame-rame bersama keluarga dan sahabat.  Saat ke sana, saya melihat ada serombongan remaja sedang bermain polo air.  Seru juga lho

Eling Bening Ambarawa
Kolam renang outdoor. Foto dari Fb Made Ayu

Live music

Entah kebetulan karena datang saat akhir pekan atau memang setiap hari, saat kami ke Eling Bening ada live music yang siap menghibur dan memanjakan para pengunjung dengan lagu-lagu kekinian.  Yang kocak, rombongan kami malah minta dinyayiin lagu Terrajana.  Err… padahal itu para musiciannya berdandan ala rocker.  Lagu-lagu yang dibawakan sebelumnya juga lebih ke arah pop rock gitu, dengan suara berat dan serak ala penyanyi rock.

“Mas, request lagu terrajana dong!” seru salah satu emak

Masnya bengong.  Lalu bisik-bisik sama pemain musik di panggung.

“Lagu lain aja bu,” kata mas vokalis

“Gak mau.  Harus Terrajana.  Nanti kami joget deh,” Nah lho. Emak-emak dilawan

Dan demikianlah.  Kalau kalian ada di Eling Bening sore itu, dijamin mesem-mesem, cengar cengir atau bahkan ketawa ngakak ngeliat serombongan emak-emak dari Bogor asyik goyang terrajan diiringi oleh band dengan dandanan rocker.

Eling Bening Ambarawa
Keseruan Terajana ala emak-emak

Spot Foto Instagramable

Hari gini, siapa yang tak suka selfie?

Beli HP, yang dilihat pertama kali kemampuan kameranya.  Mau depan atau belakang, semua harus dengan performa maksimal.  Maklum, sekarang apa-apa juga cekrek upload.  Meski begitu, tetap harus ada batasannya ya teman-teman.  Tidak semua hal harus kita laporin ke media sosial.  Tidak semua tentang kita dunia harus tahu.

Nah, di Eling Bening tampaknya pihak pengelola benar-benar mengakomodir kebutuhan eksistensi ini deh. Banyak sekali spot-spot foto yang menarik untuk dieksplor.  Mulai dari sisi tebing di tepian kolam tepat sebelah restoran, taman bunga dan tempat bersantai yang cantik hingga beberapa spot yang memang dibuat khusus untuk berpoto-poto manja.

Eling Bening Ambarawa

Eling Bening Ambarawa

Ada perahu raksasa dengan kepala naga di anjungannya, ada teras panjang yang tampak melayang, ada bangunan dengan pilar-pilar tinggi, secamacam aula besar untuk tempat pengunjung bersantai dan masih banyak lagi.  Benar-benar memanjakan. Semuanya menjanjikan pemandangan ciamik dan memukau.  Kalau sudah ke sini, dijamin pulang membawa kenangan berupa puluhan hingga ratusan foto deh.

Terkenang Bening di Eling Bening

Sembari menikmati sore yang cerah di Eling Bening, pikiran saya melayang pada kisah Bening dan Sanggara yang saya tulis sebagai pembuka artikel ini.  Meskipun itu hanya legenda, tapi pada kenyataannya, masih banyak terjadi nyata di sekitar kita.

Ah, semoga kita semua menemukan jodoh yang tepat.  Berbahagia dengan segenap suka dukanya.  Meniti masa depan dengan penuh cinta lalu menikmati lukisan alam nan cantik di Eling Bening dengan senyum manis bersama keluarga tercinta.

Selamat datang di Eling Bening

 

Salam

Arni

 

Alamat Eling Bening :

Jl. Sarjono, Ambarawa Kab. Semarang
Jawa Tengah, Indonesia

Harga tiket masuk :

Tiket Harga
Tiket Masuk/orang weekday Rp15.000
Tiket Masuk/orang weekend Rp20.000
Kolam renang Rp20.000

Menu makanan/minuman

Rp20.000 – Rp50.000

74 thoughts on “Terkenang Bening di Eling Bening

  1. Saat ke Dieng Desember lalu..sempat mau mampir situ. Tapi apa daya waktu tak mencukupi..
    Baca ini jadi makin semangat lagi, semoga mudik nanti bisa berekempatan menikmati keindahan Eling Bening.
    Bagus ini!!

  2. Hihi aku awalnya ga kepikiran eling bening itu bahas Jawa mba. Tapi unique banget namanya, pun dg tempatnya, belum banyak yg review setahuku juga.

  3. Aduh pemandangan yang indah sekali. Spot foto cantik itu perahu naga nya.
    Kalau ke Semarang jangan sampai lewat lokasi ini ya.
    Dulu ke Semarang belum tahu ada Eling Bening hehehe

  4. Semarang sudah lama menjadi list rencana trip keluarga saya, semoga terwujud ya dan ini rekomen klo jadi ke Semarang, makasih info nya, btw Indonesia tidak kalah cantik ya dengan luar negeri maka nya saya tidak berangan-angan ke luar negeri toh di negeri sendiri saja masih banyak yang belum dikunjungi. 😊

  5. Ada kisah sedih ya dibalik nama Eling Beling. Tapi, terlepas dari itu, pemandangannya bagus banget, dan aku juga baru tau kalo di Semarang ada tempat semacem itu. Selama ini ke Semarang cuma wisata belanja aja 😂

  6. Cantiiknya tempatnya. Ternyata kisahnyapun seromantis pemandangannya. Sayang saya melewatkannya pas liburan lalu. Kita rencananya mengunjungi taman celosia. Nah ada yg usul, sekalian ke eling bening. Tapi akhirnya malah mampirnya ke semarang kota.
    Pengen ah, mengagendakan kesana liburan mendatang. Foto foto diatas itu lho mengin mengini ehehe

  7. Bahaha, Bimoli. sudah lama banget nggak denger kata itu. Jadi ketauan banget deh era-nya.

    Btw, saya suka banget cerita pembuka di cerita ini. Jadinya saya tahu tempat indah ini ternyata memiliki cerita yang tidak begitu indah.

    Dasar emak-emak ya, ditawarin lagu lain tapi maunya tetep terajana 😛

  8. Pemandangannya indah, kak! Bakal betah duduk berlama-lama sambil menulis dan menyeruput kopi. Perahu naganya dibuat dari material proporsional (bukan cuma bambu), jadi aman dan berani deh buat foto-foto.

    • Tiket masuknya terjangkau banget deh
      Dan tak ada kewajiban jajan di restorannya
      Aku lihat ada lho keluarga yang bawa bekal trus piknik di sana

  9. Saya baru tau kisah Eling Bening ini. Tetapi, memang kisah zaman dulu banyak yang seperti itu, ya. Tempatnya asik banget.Kalau kolam renangnya kayaknya dingin banget airnya, ya? Saya pasti gak akan berani nyebur hehehe

  10. Udaaaah Mas Band Rocker, ngalah aja sama2 emak2. Sesekali nyanyi lagu dangdut, Masnya teteup rockstar kok wkwkkwkwk

    Aku salfok sama kolam renang outdoornya Mbak Arni. Berasa lagi di Eropah itu. Untuk tempat spot foto perahu naga itu terniat banget dibikinnya. Biasanya spot foto melayang gitu kan berupa bambu atau sesuatu yg warnanya coklat alami.

  11. Wah,, aku baru tahu nih ceritanya Bening. Bagus ih.

    Eling Beningnya sendiri juga cakep. Makin komplit aja fasilitasnya. Tapi tetep, pemandangannya selalu menawan.

  12. cerita legenda setempat itu yang memperkaya wawasan wisata.. pas banget sudah dapat cerita itu sebelum datang

    perahu naganya keren.., mungkin nggak kalau ambil dari sudut lain supay bisa jadi seolah2 berlayar

    • Malamnya aku memang niat gugling tentang Eling Bening
      Penasaran soalnya hahaha
      Iya ya, sayang waktu itu waktunya mepet banget, sejujurnya belum puas sih eksplore tempat cantik ini
      Nanti kalau ke sana mau foto2 lagi dari macam2 sudut

  13. Bulan Desember tahun lalu, aku ke Bening. Naik perahu menyusuri area rawa Pening masih banyak yang perlu dipelajari. Waktu itu enceng gondoknya udah dikit siii…

  14. Wiiiihhhh… Eling Bening memanjakan kita para emaks haha yg demen foto2. Abak2 juga pasti suka ya bisa outbond. Aku kepengen ke perahu naga tuh gede kayaknya yaaaa… btw kece nih Terajana-an 😘😘 Aku ke Semarang cuma lewat doang mampirnya di Fort Willem dan Museum Kereta Ambarawa hehe blm ke mana2 eksplornyaaa.

    • Huhuhu aku malah belum pernah ke Fort Willem dan Museum kereta Ambarawa
      Pas ke sana tempo hari, dua tempat ini dicoret dari list karena waktunya mepet banget
      Plus peserta tour kebanyakan emak-emak, pada gak mau ke museum

  15. Cerita legendanya ternyata mengharukan ya mba… Bagus banget Eling Bening, banyak spot foto kecenya lagi. Fasilitasnya juga lengkap ya buat wisata sama keluarga… Anak-anak pasti seneng nih kalo diajak ke sana… 😀

  16. Lihat foto2nya dan baca sejarahnya, terpukau aku mbaaa. Pengen kesana sama Suami deh, kayaknya seru (dan kocak) kalau dijadikan tempat buat Honeymoon ala-ala setelah berbuntut dua, haha.

    Spotnya keren2 ya, seru banget bisa pepotoan disana. Someday, hopefully. Makasih sudah ceritain tempat bagus ini ya Mba 🙂

  17. semoga kita semua menemukan jodoh yang tepat. Berbahagia dengan segenap suka dukanya. Meniti masa depan dengan penuh cinta lalu menikmati lukisan alam nan cantik di Eling Bening dengan senyum manis bersama keluarga tercinta.– Setuju banget dengan ini. Ah jodohku mana sik? Hahaha

    Pemandangan alam dari Eling Bening indah banget mbak. Bisa betah seharian saya mah di situ. Tiket masuk murah tapi fasilitas lengkap. Love it.

Leave a Reply to Riri Restiani Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *