Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Update Medsos Saat Traveling, Yay or Nay?

Dieng

“Wah kamu mah liburan meluluuuu…,”

“Wuih dah ngebolang lagi aja. Perasaan jalan terus deh. Bagi oleh-oleh dong,”

“Perasaan kemarin kita baru ketemuan. Kok sekarang dah di pantai A aja nih?”

“Wah mbak lagi di sini to. Sampai kapan, nginep di mana, ketemuan yuk,”

Hayoooo siapa yang sering dapat komen begitu saat posting foto liburan di media sosial?

Saya sih ngacung deh. Sering banget dapat komen seperti itu aku tuuu.  Padahal saya kalau posting foto liburan, biasanya setelah pulang dan tiba di rumah dengan selamat.  Beberapa kawan yang kenal baik sudah hafal sama kebiasaan ini, jadi mereka udah tahu kalau postingan-postingan saya memang seringnya late post. Continue reading “Update Medsos Saat Traveling, Yay or Nay?”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Suatu Hari di Tanjung Aan dan Bukit Merese

Tanjung Aan Bukit Merese

“Kak Ari, habis ini kita mau ke mana?” tanya Prema saat kami kembali ke  mobil setelah puas menikmati keindahan Pantai Kuta Mandalika

Masih ke pantai juga, namanya Tanjung Aan. Tapi yang ini lebih indah pemandangannya karena ada bukitnya juga.  Namanya Bukit Merese, kalau naik sampai ke puncak nanti dari atas bakalan indah sekali,” Kak Ari langsung promo nih.  Cocok deh jadi guide.

“Nanti di sana kita berenang, bu?” Tanya Prema lagi.  Dia memang sudah tak sabar pengen berenang.  Sejak awal memutuskan Lombok sebagai destinasi liburan kali ini, Prema sudah kegirangan saat tahu bakalan banyak ketemu pantai.

Gak dulu deh ya. Kita berenangnya nanti aja, sekalian snorkeling di Gili Trawangan,” Saya mencoba bernegosiasi dengannya

“Jiaaah… kirain mau berenang, kalau cuma lihat-lihat aja khan gak asyik ” huhuhu Prema kecewa Continue reading “Suatu Hari di Tanjung Aan dan Bukit Merese”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Menikmati Keindahan Pantai Kuta Mandalika Lombok

Pantai Kuta Mandalika

“Aku tidak bisa memilih salah satu di antara kalian.  Aku sudah memutuskan bahwa aku adalah milik semua  orang.  Milik kerajaan ini dan milik seluruh rakyat,” kata Putri Mandalika dari tepi tebing di Pantai Seger.

Hari itu Putri Mandalika tampak begitu cantik dalam balutan kain sutra.  Putri memang mengundang seluruh pemuda dan pangeran agar berkumpul di Pantai Seger di pagi buta pada tanggal 20 bulan kesepuluh (menurut penanggalan Sasak) untuk mengumumkan pilihannya atas lamaran dari para pangeran-pangeran kerajaan lain.

Putri Mandalika bingung.  Dia tahu, jika memutuskan memilih salah satu pangeran, dipastikan akan terjadi pertumpahan darah dan perang  yang pada akhirnya akan mengorbankan rakyat  dan menimbulkan kerugian besar. Continue reading “Menikmati Keindahan Pantai Kuta Mandalika Lombok”