Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir

Pulau Cipir

“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”

Sepertinya peribahasa paling pas deh buat mewakili perjalanan kami hari itu.  Bagaimana tidak, dalam sekali perjalanan kami benar-benar berlabuh di tiga dermaga, tiga pulau berbeda. Setelah sebelumnya menjelajah Pulau Kelor dengan Benteng Martellonya yang menawan, lalu mengunjungi museum dan makam-makam tua di Pulau Onrust yang pada masanya tak pernah beristirahat maka perjalanan terakhir menuju Pulau Cipir.

Silakan baca bagian 1 tulisan ini : Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor

Dan bagian 2 : Tak Ada istirahat di Pulau Onrust

Matahari masih terik di atas sana, meskipun perlahan sudah bergeser menuju peraduan.  Tapi hawa laut tak pernah berbohong, panasnya tetap saja menyengat.  Sesungguhnya kaki kami sudah lelah setelah menjelajah Onrust, Pak Ary dan mas Yoki sempat menawarkan, ”mau langsung balik ke Muara Kamala atau lanjut ke Cipir?”

Lha udah kepalang tanggung ini.  Masa iya balik.  Hanya butuh 5 menit gitu lho naik kapal dari Onrust, saking dekatnya.  Bahkan dulu, di masa pulau ini masih sangat sibuk, ada jembatan yang menghubungkan keduanya.  Sayang, sekarang jembatan itu sudah hancur.  Meninggalkan jejak berupa tonggak-tonggak pondasinya saja. Continue reading “Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Tak Ada Istirahat di Pulau Onrust

Pulau Onrust

“Kita udah mau pulang bu?” Tanya Prema saat kami berjalan kembali ke kapal setelah berkenalan dengan Benteng Martello di Pulau Kelor

Fyi, Prema satu-satunya peserta anak dalam trip kali ini.  Awalnya akan ada 4 orang anak, termasuk dua diantara Maliq dan Diaz, putra Mas Yoki (NDI Kids, penyelenggara trip).  Tapi rupanya pas hari H, mereka berhalangan hadir.  Untungnya Prema gak ngambek dan baper.  Dia tetap semangat ikutan trip, meski tak ada anak-anak lainnya.  Malah jadi paling heboh sendiri sampai kakak-kakak peserta lainnya geregetan, antara gemez dan kesel karena Prema heboh bener hahaha.  Maaf ya semua.

“Oh belum.  Kita mau nyebrang ke Pulau Onrust.  Itu pulau besar yang kelihatan di ujung sana,” Jawab saya sembari mengarahkan telunjuk ke sebuah pulau yang tampak lebih besar dari Pulau kelor, tempat kami akan bertolak. Continue reading “Tak Ada Istirahat di Pulau Onrust”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor

Benteng Martello

Bangunan bulat dari bata merah itu tampak megah di ujung pulau.  Dari jauh malah terlihat seperti cerobong asap raksasa.  Pak Ary (arkeolog) dan mas Yoki (NDI) mulai bercerita tentang Benteng Martello, demikian nama bangunan itu.

Benteng Martello terdapat di Pulau Kelor, salah satu dari empat pulau yang termasuk dalam Gugusan Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.   Pulau-pulau ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional Taman Arkeologi Onrust dan dikelola Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta. Empat pulau tersebut adalah Pulau Onrust, Pulau Bidadari, Pulau Cipir dan Pulau Kelor.  Letaknya berdekatan sehingga disebut sebagai gugusan. Continue reading “Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Dufan ; Dunia Fantasi Penuh Kejutan

Wahana Baru Dufan

“Prema, hari minggu nanti kita ada rencana main ke Dufan.  Tapi karena mulai Senin Prema sudah UTS, sepertinya kita batalin saja ya ke Dufannya,” Kata Saya ke Prema di hari Selasa malam, saat mendapat kabar bahwa agenda ke Dufan bergeser dari Sabtu menjadi Minggu

“Yaaaaah… jangan dong, Bu.  Prema khan pengen main ke Dufan.  Prema belum pernah lho ke sana,” Prema mulai merajuk

Iya sih.  Kami memang belum pernah mengajak Prema ke Dufan.  Kami berpikir dia masih terlalu kecil untuk ke sana.  Permainan di Dufan khan sebagian besar untuk anak yang lebih gede, remaja dan dewasa.  Rugi dong kalau udah bayar mahal-mahal tiket masuknya tapi mainnya terbatas dan gak puas #emakperhitungan haha Continue reading “Dufan ; Dunia Fantasi Penuh Kejutan”