Film Mars Met Venus

Ketika Pantai dan Gunung Menjadi Satu di The Tannis Vila

The Tannis Villa Nusa Lembongan

Saat ke Lembongan tempo hari, kami menghabiskan  malam dengan menginap di The Tannis Vila.  Lokasinya sangat strategis, hanya sekitar seratus meter dari bibir pantai pelabuhan Tanjung Sanggiang, tempat boat yang kami tumpangi berlabuh.  Jadi, tak ada acara gendong tas jauh-jauh dan berat deh.  Turun boat, hanya perlu menapak pasir sebentar, langsung bisa leyeh-leyeh manja di gazebo dan taman cantik The Tannis Vila. Continue reading “Ketika Pantai dan Gunung Menjadi Satu di The Tannis Vila”

Film Mars Met Venus

Smurf The Lost Village Sebuah Pengorbanan Atas Nama Cinta

Smurfs The Lost Village

Saya sudah jatuh cinta pada para kurcaci biru ini sejak membaca komiknya bertahun-tahun lalu.  Ketika kemudian difilmkan, rasanya sayang untuk dilewatkan.  Berkali-kali nonton film yang sama, selalu saja saya tetap tergelak, terharu dan mendapatkan pesan moral yang kuat dari adegan-adegan yang ditampilkan.

Tahun 2017 ini Sony Pictures Animation merilis film animasi Smurf seri ketiga, diadaptasi dari komik series Belgia yang dirilis tahun 1958 berjudul The Smurf karya Pierre Cullinford (Peyo).  Di Indonesia, Smurf 3 yang mengambil judul “Smurf The Lost Village” mulai tayang awal April. Yuk ah cuss nonton kita. Continue reading “Smurf The Lost Village Sebuah Pengorbanan Atas Nama Cinta”

Film Mars Met Venus

Bermain Ceria di Taman Kaulinan Bogor

Taman Kaulinan Bogor
Prasasti Taman Kaulinan Photo by Winny Widyawati

100 rupiahnya boleh didonasikan, Bu?

Familiar dengan pertanyaan itu, Melali-ers?  Biasanya ditanyakan oleh kasir Alfamart – Alfamidi saat kita berbelanja dan ada sisa uang tunai maksimal 100 rupiah.  Saya, jujur saja dulu pernah menolak berdonasi tapi juga sering memberikannya.  Nah, belakangan saya mengerti, donasi ini kemudian akan disalurkan oleh Alfamart dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) yaitu kegiatan perusahaan sebagai rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat sekitar.  Salah satunya adalah dengan membangun fasilitas umum.  Sejak tahu informasi ini, saya hampir tak pernah lagi meminta uang kembalian 100 rupiah itu.  Meski nilainya “kecil” namun rasanya saya bahagia karena turut berpartisipasi dalam aksi sosial. Continue reading “Bermain Ceria di Taman Kaulinan Bogor”

Film Mars Met Venus

Traveling atau Holiday?

Traveling Vs Holiday

Beberapa hari lalu saya membaca status seorang kawan di media social.  Kawan saya ini biasa mengorganisir sebuah perjalanan bersama atau istilah kerennya “open trip” bareng dimana dia menjadi leadernya.  Distatusnya dia menulis tentang kekesalannya pada salah satu peserta tripnya yang sering mengeluh karena gak puas dengan perjalanan yang mereka lakukan, mulai dari lokasi hingga gak siap untuk naik  transortasi publik, hotel biasa bahkan makan kaki lima yang nota bene makanan lokal di tempat yang mereka kunjungi.  Dan konon itu karena mereka merasa sudah membayar  “lebih”

Yang menggelitik saya untuk menuliskan ini adalah salah satu komen di status tersebut, kira-kira bunyinya begini, “Kalau gak mau susah, holiday sana ikutan paket tour dengan guide.  Jangan traveling, karena traveling itu justru seninya adalah saat nyasar bareng atau menikmati kehidupan masyarakat lokal,”. Continue reading “Traveling atau Holiday?”

Film Mars Met Venus

Menyelami Keindahan Bawah Laut Nusa Lembongan

Bila Mentari, bersinar lagi

Hatikupun ceria kembali

Ku tatap mega, tiada yang hitam

Betapa indah hari ini

Nusa Lembongan

Yuhuuuu…. petikan lirik lagu dari Iwan fals, menemani saya membuka mata dipagi yang cerah ceria, saat membuka pintu kamar The Tannis, tempat istirahat kami. Dan kini kita sampai di bagian terakhir dari seri cerita Pesona Nusa Lembongan bersama ngiring melali. Liburannya sih hanya dua hari, tapi sukses bikin saya jatuh cinta sejak pandangan pertama ke pulau eksotis ini.  Hitome bore kalau kata sahabat saya di negeri tetangga. Continue reading “Menyelami Keindahan Bawah Laut Nusa Lembongan”

Film Mars Met Venus

Jelang Senja di Nusa Lembongan

Setiap perjalanan akan mengukir kisah baru, membuka cakrawala dan menyentak kesadaran bahwa sungguh diri ini tak ada apa-apanya”

Nusa Lembongan Bali

Tulisan ini adalah bagian kedua dalam Jelajah Pesona Lembongan.

Baca bagian pertamanya disini ya : Nusa Lembongan si Pulau Cantik di Sisi Tenggara Bali

Dering telefon membangunkan sore kami di The Tannis.  Rupanya itu dari bli Dede yang mengajak kami melanjutkan perjalanan mengitari Lembongan. Cah bagus masih tertidur pulas, rasanya tak tega untuk membangunkannya.  Kami kemudian minta bli Dede untuk menunggu sejenak.  Untungnya kami mengambil paket privat tour, yang tak tergabung dengan kelompok lainnya.  Jadi kami tak sampai mengganggu jadwal orang lain.  Ya begitulah, dalam setiap perjalanan, ada saatnya berdamai dengan keadaan. Apalagi membawa serta anak kecil dalam tim perjalanan.  Bukan sekedar mengejar lokasi, tapi ada kondisi yang butuh toleransi.  Continue reading “Jelang Senja di Nusa Lembongan”

Film Mars Met Venus

Nusa Lembongan si Cantik di Sisi Tenggara Bali

Nusa Lembongan Bali
Suasana Pelabuhan Tanjung Sanggiang, Lembongan

Hari masih pagi ketika kami sudah bersiap menuju Pelabuhan penyebrangan yang terletak di kawasan Sanur.  Saat kami tiba, boat-boat tampak sudah berjejer rapi  siap mengantar para pelancong menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida, dua pulau cantik yang berada di sisi Tenggara Bali. Iya, meski berada dalam wilayah teritorial Bali tepatnya Kabupaten Klungkung, dua pulau ini memang terpisah dari Bali.  Sebenarnya ada tiga pulau, satu pulau lagi bernama Ceningan, tapi biasanya penyebrangan menuju Ceningan dicapai dari Lembongan dengan perahu yang lebih kecil.  Dulu sempat ada jembatan penghubung, namun sayang jembatan ini ambruk karena keberatan beban, saat ini sedang dalam proses perbaikan. Continue reading “Nusa Lembongan si Cantik di Sisi Tenggara Bali”

Film Mars Met Venus

Mau Pintar? Ke Taman Pintar Aja

Sudah lama saya mendengar tentang destinasi wisata edukatif di Jogjakarta ini namun baru beberapa bulan lalu sempat mengunjunginya.  Waktu yang pas karena rombongan kami membawa serta Prema, 6 tahun dan Rama, keponakan saya yang berusia 4 tahun.  Jadilah hari itu judulnya wisata sembari belajar dan ngangon bocah di Taman Pintar.

Terdiri dari beberapa gedung belajar antara lain  yaitu gedung oval, gedung kotak, gedung PAUD, Planetarium dan Sentra kerajinan.  Selain itu di area depan terdapat playground dengan aneka permainan yang bisa dicoba termasuk diantaranya wahana air yang langsung membuat Prema dan Rama merengek-rengek minta berkeliling dengan perahu. Continue reading “Mau Pintar? Ke Taman Pintar Aja”

Film Mars Met Venus

Uji Nyali di Bukit Batu Ratapan Angin

Bukit batu ratapan angin Dieng

“Ku kutuk kalian menjadi batu!” Teriak Pangeran sambil menunjuk sang putri dan kekasihnya yang terus mengiba-iba memohon maaf.

Apa daya.  Kemarahan telah memuncak. Kutukan telah terucap. Tak mungkin ditarik kembali.  Kalimat bertuah itu mewujud dengan berubahnya pasangan terlarang itu menjadi batu.  Satu dalam posisi berdiri, satu lagi dalam posisi duduk bersimpuh layaknya orang yang memohon pengampunan. Angin yang bertiup disela bebatuan itu menghasilkan suara lirih laksana rintihan kesedihan. Sebuah ratapan penyesalan.  Maka sejak itu disebutlah  keduanya dengan bukit batu ratapan angin. Continue reading “Uji Nyali di Bukit Batu Ratapan Angin”

Film Mars Met Venus

Mengejar Matahari Terbit di Puncak Sikunir

Hari masih gelap saat alarm di HP berbunyi kencang di pukul 03.00 WIB,  membangunkan kami dari mimpi indah.  Beringsut membuka selimut dan menampilkan wajah imut agar tak diledekin semut *ehk* Dari balik tembok penginapan, kami mendengar suara kendaraan yang melintas menuju arah yang sama.  Bergegas menyiapkan diri agar tak ketinggalan, bahkan Prema yang masih tertidur saya gotong.  Lumayan juga rasanya menggendong dari lantai 2 menuju mobil yang parkir di seberang jalan.  Demi satu tujuan, mengejar golden sunrise di Puncak Sikunir.

Puncak Sikunir Dieng

Continue reading “Mengejar Matahari Terbit di Puncak Sikunir”