Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Nikmati Keceriaan Wahana Baru Dufan

“Ibu, wahana baru yang Dunia Kartun di Dufan yang dulu lagi dibikin itu udah jadi belum sih?” tanya Cah bagus sekitar 2 minggu lalu saat  saya memindahkan file foto dari handphone ke laptop dan kebetulan yang terbuka adalah foto-foto seru liburan ke Dufan di bulan Maret lalu.

Udah dong.  Khan waktu itu memang dibilangin bukanya mulai bulan Juni atau Juli.  Sekarang aja udah bulan September,”

“Waaa…. Prema mau dong ke Dufan lagi.  Mau naik wahana baru.  Khan banyak buat anak-anak,” pintanya kemudian.

Beuh ni bocah modus banget deh.  Awalnya nanya udah buka atau belum.  Ujung-ujungnya minta main.  Tapi emang ke Dufan itu selalu seru sih.  “errr… iya deh.  Nanti kalau udah libur sekolah kita main ke Dufan ya,” jawab saya akhirnya.

Mestakung.  Semesta Mendukung. Continue reading “Nikmati Keceriaan Wahana Baru Dufan”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir

Pulau Cipir

“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”

Sepertinya peribahasa paling pas deh buat mewakili perjalanan kami hari itu.  Bagaimana tidak, dalam sekali perjalanan kami benar-benar berlabuh di tiga dermaga, tiga pulau berbeda. Setelah sebelumnya menjelajah Pulau Kelor dengan Benteng Martellonya yang menawan, lalu mengunjungi museum dan makam-makam tua di Pulau Onrust yang pada masanya tak pernah beristirahat maka perjalanan terakhir menuju Pulau Cipir.

Silakan baca bagian 1 tulisan ini : Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor

Dan bagian 2 : Tak Ada istirahat di Pulau Onrust

Matahari masih terik di atas sana, meskipun perlahan sudah bergeser menuju peraduan.  Tapi hawa laut tak pernah berbohong, panasnya tetap saja menyengat.  Sesungguhnya kaki kami sudah lelah setelah menjelajah Onrust, Pak Ary dan mas Yoki sempat menawarkan, ”mau langsung balik ke Muara Kamala atau lanjut ke Cipir?”

Lha udah kepalang tanggung ini.  Masa iya balik.  Hanya butuh 5 menit gitu lho naik kapal dari Onrust, saking dekatnya.  Bahkan dulu, di masa pulau ini masih sangat sibuk, ada jembatan yang menghubungkan keduanya.  Sayang, sekarang jembatan itu sudah hancur.  Meninggalkan jejak berupa tonggak-tonggak pondasinya saja. Continue reading “Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Terkenang Bening di Eling Bening

Eling Bening Ambarawa

“Kita harus pergi dari sini.  Sejauh-jauhnya.  Ayah dan Ibu bermaksud menjodohkan aku dengan Pangeran Brahmana dari Kerajaan Bawen. Aku tidak mau!” sembari menahan tangis Eling Bening menarik Sanggara, pemuda dari kalangan rakyat biasa yang sangat dicintainya

“Tapi, sejauh manapun kita pergi, pasukan kerajaan pasti akan mencari kita.  Bahkan itu akan mengancam keselamatan kita,” Jawab Sanggara

Aku tidak peduli.  Aku mencintaimu.  Aku hanya mau menikah denganmu,” Bening terus memaksa Sanggara untuk segera meninggalkan Kerajaaan Ambarawa. Continue reading “Terkenang Bening di Eling Bening”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Visit Belitung Day 2 : Jelajah Pulau-pulau Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang Belitung

Besok kita ke mana, Oom?” Tanya Prema ke Bang Andre, tour guide kami, saat berpisah malam hari usai makan malam

Besok kita naik kapal, berlayar ke pulau-pulau di tengah lautan trus snorkeling,”jawab Bang Andre

“Yeaaaaay… akhirnya kita snorkeling juga!” Seru Prema bahagia

Sejak awal ke Belitung, bayangan Prema memang pantai, pantai dan pantai.  Dia memang suka sekali berenang.  Snorkeling juga menjadi aktivitas favoritnya.  Sejak pertamakali snorkeling di Lembongan 2 tahun yang lalu, Prema langsung jatuh cinta dan nagih untuk mengulangnya kembali. Continue reading “Visit Belitung Day 2 : Jelajah Pulau-pulau Tanjung Kelayang”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Nias, Lampung dan Banyuwangi, Destinasi Surfing Terbaik di Indonesia

Yuhuuuu jumpa lagi dengan cerita baru dari ngiringmelali.

Kita semua pastinya sudah tahu dong ya kalau Indonesia tercinta adalah negeri maritim.  Terdiri dari ribuan pulau yang semuanya terhubung oleh lautan.  Memiliki garis pantai yang panjang dengan tarian ombak yang luar biasa menggoda, tak heran tentunya kalau Indonesia menjadi salah satu negara tujuan para peselancar kawakan dari berbagai negara.  Seorang kawan peselancar di Bali, pernah mengatakan, “Surfing itu bukan sekedar uji nyali.  Surfing adalah latihan keseimbangan dan pengendalian diri.  Hilangkan ego.  Menyatu dengan ombak, ikuti iramanya, resapi deburan musiknya.  Masuk dan bersatulah.  Nikmatnya tiada tara.”

Ya ya.  Saat itu saya hanya bisa mengangguk-angguk mendengar ceritanya.  Bagaimana dia berburu tarian ombak dari satu tempat ke tempat lainnya.  Tak kurang pantai-pantai di Indonesia dia datangi.  Bahkan sampai ke luar negeri.  “Indonesia tetap juaranya.  Ombaknya paling memikat!” tuturnya lagi. Continue reading “Nias, Lampung dan Banyuwangi, Destinasi Surfing Terbaik di Indonesia”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Sensasi Mandi Belerang di Way Belerang

Way Belerang Kalianda Lampung Selatan

Halo Sahabat ngiring melali

Pernahkah kalian berpikir untuk membalur belerang ke sekujur tubuh?

Saya, terus terang saja  TIDAK.   Sampai saat saya ke Lampung tempo hari, sebuah ajakan plus cerita seru mandi air belerang menggugah rasa penasaran untuk mencobanya.  Dalam bayangan saya, sama seperti di D’Qiano waterpark, Dieng, yaitu nyemplung-nyemplung ceria di air hangat yang mengandung belerang.  Ternyata ini beda kawan.  Bukan sekedar main air, tapi lengkap dengan lulur sabun belerang.  Continue reading “Sensasi Mandi Belerang di Way Belerang”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Berselimut Dingin di Agrowisata Tambi Dieng

Agrowisata Tambi Dieng

Kabut terus turun menyambut kedatangan kami malam itu saat memasuki kawasan Dieng.  Bergegas memacu kendaraan menuju penginapan di kawasan Agrowisata Tambi agar dingin tak semakin menusuk tulang.  Sepertinya bergelung dalam selimut adalah pilihan paling tepat disaat seperti ini.  Penat dan kantuk setelah perjalanan dari Bogor langsung menyerang begitu kami memasuki kamar.  Setelah membasuh diri dengan air hangat, kami langsung pulas dalam buaian sang malam. Continue reading “Berselimut Dingin di Agrowisata Tambi Dieng”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Traveling atau Holiday?

Traveling Vs Holiday

Beberapa hari lalu saya membaca status seorang kawan di media social.  Kawan saya ini biasa mengorganisir sebuah perjalanan bersama atau istilah kerennya “open trip” bareng dimana dia menjadi leadernya.  Distatusnya dia menulis tentang kekesalannya pada salah satu peserta tripnya yang sering mengeluh karena gak puas dengan perjalanan yang mereka lakukan, mulai dari lokasi hingga gak siap untuk naik  transortasi publik, hotel biasa bahkan makan kaki lima yang nota bene makanan lokal di tempat yang mereka kunjungi.  Dan konon itu karena mereka merasa sudah membayar  “lebih”

Yang menggelitik saya untuk menuliskan ini adalah salah satu komen di status tersebut, kira-kira bunyinya begini, “Kalau gak mau susah, holiday sana ikutan paket tour dengan guide.  Jangan traveling, karena traveling itu justru seninya adalah saat nyasar bareng atau menikmati kehidupan masyarakat lokal,”. Continue reading “Traveling atau Holiday?”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Uji Nyali di Bukit Batu Ratapan Angin

Bukit batu ratapan angin Dieng

“Ku kutuk kalian menjadi batu!” Teriak Pangeran sambil menunjuk sang putri dan kekasihnya yang terus mengiba-iba memohon maaf.

Apa daya.  Kemarahan telah memuncak. Kutukan telah terucap. Tak mungkin ditarik kembali.  Kalimat bertuah itu mewujud dengan berubahnya pasangan terlarang itu menjadi batu.  Satu dalam posisi berdiri, satu lagi dalam posisi duduk bersimpuh layaknya orang yang memohon pengampunan. Angin yang bertiup disela bebatuan itu menghasilkan suara lirih laksana rintihan kesedihan. Sebuah ratapan penyesalan.  Maka sejak itu disebutlah  keduanya dengan bukit batu ratapan angin. Continue reading “Uji Nyali di Bukit Batu Ratapan Angin”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Surga-surga Wisata ini Penyebab Saya Jatuh Cinta Pada Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara, salah satu Provinsi di Timur Republik ini bisa dibilang adalah cinta pertamaku pada negeri nan elok Indonesia.  Meski mewarisi darah Bali dari bapak dan ibu, tapi saya lahir dan besar di Kendari, sehingga  setiap kali ada yang bertanya, “Liburan mudik kemana?” Dengan yakin dan menahan rindu saya akan menjawab, “Kendari!” ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain karena bapak ibu memang menetap disana, banyak hal yang selalu membuat saya kangen pada kota kelahiran tercinta ini, dari kenangan masa kecil, para sahabat, kuliner hingga pesona alamnya.  Nah, berhubung saya sekarang sudah berkeluarga, untuk mudik tak mungkin sendiri dong, pastinya butuh dana yang tak sedikit, jadi memang kudu pinter-pinter nyari tiket pesawat murah agar bisa berangkat sekeluarga tanpa harus menguras tabungan. Continue reading “Surga-surga Wisata ini Penyebab Saya Jatuh Cinta Pada Sulawesi Tenggara”