Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Fajar Merekah di Gunung Bromo

Gunung Bromo

“Ayo! Udah sore nih.  Biar gak terlalu kemalaman di jalan.  Bromo masih jauh,” ajak Pak suami saat kami masih di Savana Bekol Taman Nasional Baluran.

Ah ya ya.  Dari Baluran, kami memang berencana melanjutkan perjalanan ke Bromo.  Terbayang kembali melintasi jalan berbatu dan berlubang sampai ke gerbang Taman Nasional.  Yes, siap-siap deh 1 jam berjoget ria.  Lalu berlanjut melintasi hutan jati nan luas dan panjang di Situbondo, sebelum akhirnya kami masuk ke wilayah Probolinggo, mendekati Bromo. Continue reading “Fajar Merekah di Gunung Bromo”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Reguk Damai di Gua Sunyaragi, Cirebon

Gua Sunyaragi Cirebon

Sang surya sedang terik-teriknya memancarkan sinar ketika bus yang kami tumpangi memasuki area parkir Gua Sunyaragi.  Sepintas tak tampak sesuatu yang istimewa di lahan parkir ini.  Hanya ada beberapa pedagang makanan yang menawarkan aneka sajian khas Cirebon di sebuah bangunan tua yang tampak lebih mirip bekas sekolah atau kantor.  Jujur, saya bertanya-tanya, “mau ngapain sih ke sini?” Continue reading “Reguk Damai di Gua Sunyaragi, Cirebon”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Pesona Candi Prambanan, Warisan Mahakarya Indonesia Untuk Dunia

y7

TIDAAAAAK! Aku tidak bisa menerima ini.  Hari belum pagi.  Kamu curang Roro Jonggrang! Aku kutuk kau menjadi arca di candi keseribu!” teriak Bandung Bondowoso murka

Kutukannya bertuah.  Seketika Roro Jonggrang berubah menjadi arca, melengkapi 1000 candi yang dimintanya sebagai syarat ketika Bandung Bondowoso ingin menjadikan dirinya sebagai istri.

————————- Continue reading “Pesona Candi Prambanan, Warisan Mahakarya Indonesia Untuk Dunia”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Menapak Jejak Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon

Butir-butir gerimis menyambut kami saat turun dari bus.  Mengiringi langkah-langkah kami yang berlari kecil menuju loket pembelian tiket.  Untuk masuk area Keraton,  harga tiket untuk pelajar 10 ribu, umum 15 ribu dan wisatawan mancanegara 20 ribu. Termasuk murah untuk tempat wisata yang didalamnya terdapat banyak pengetahuan sejarah.  Kami mendapatkan harga khusus, Karena datang dalam rombongan besar.  Selain tiket, petugas juga menawarkan jasa pemandu wisata yang akan mengantar perjalanan kami menyusuri area keraton yang cukup luas. Tarifnya sukarela, gak ada patokan di loket tiket.

Saya mengedarkan pandangan ke sekeliling.  Di samping loket tiket, tampak penjual souvenir menjajakan dagangannya.  Batik-batik dengan motif khas Cirebon tampak melambai tertiup angin seolah menggoda pengunjung untuk membelinya.  Khas Wisata Indonesia, selalu ada sajian souvenir penanda daerah, sebagai kenang-kenangan saat kembali ke tempat asal. Tepat di depan Keraton Kasepuhan, terdapat alun-alun Kota Cirebon.  Pada zaman dahulu, alun-alun ini bernama Sangkala Buana yang dijadikan tempat latihan keprajuritan yang dilakukan setiap hari Sabtu (Saptonan).  Selain itu, alun-alun ini juga difungsikan untuk melaksanakan berbagai macam hukuman bagi rakyat yang melanggar peraturan. Continue reading “Menapak Jejak Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Visit Belitung Day 2 : Jelajah Pulau-pulau Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang Belitung

Besok kita ke mana, Oom?” Tanya Prema ke Bang Andre, tour guide kami, saat berpisah malam hari usai makan malam

Besok kita naik kapal, berlayar ke pulau-pulau di tengah lautan trus snorkeling,”jawab Bang Andre

“Yeaaaaay… akhirnya kita snorkeling juga!” Seru Prema bahagia

Sejak awal ke Belitung, bayangan Prema memang pantai, pantai dan pantai.  Dia memang suka sekali berenang.  Snorkeling juga menjadi aktivitas favoritnya.  Sejak pertamakali snorkeling di Lembongan 2 tahun yang lalu, Prema langsung jatuh cinta dan nagih untuk mengulangnya kembali. Continue reading “Visit Belitung Day 2 : Jelajah Pulau-pulau Tanjung Kelayang”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Menyelami Keindahan Bawah Laut Nusa Lembongan

Bila Mentari, bersinar lagi

Hatikupun ceria kembali

Ku tatap mega, tiada yang hitam

Betapa indah hari ini

Nusa Lembongan

Yuhuuuu…. petikan lirik lagu dari Iwan fals, menemani saya membuka mata dipagi yang cerah ceria, saat membuka pintu kamar The Tannis, tempat istirahat kami. Dan kini kita sampai di bagian terakhir dari seri cerita Pesona Nusa Lembongan bersama ngiring melali. Liburannya sih hanya dua hari, tapi sukses bikin saya jatuh cinta sejak pandangan pertama ke pulau eksotis ini.  Hitome bore kalau kata sahabat saya di negeri tetangga. Continue reading “Menyelami Keindahan Bawah Laut Nusa Lembongan”