Pulau-pulau Tropis di Jakarta

Gemerlap Jakarta. Foto : Wikipedia

Apa yang terbersit pertama kali ketika menyebut Jakarta?

Ibukota negara. Kota besar. Kota metropolitan. Gedung-gedung pencakar langit. Macet. Pusat pemerintahan. Dan masih banyak lagi. Tapi, berapa banyak orang yang mengingat bahwa Jakarta tak hanya daratan dengan gedung-gedung mewah dan gemerlap hidup? Bahwa Jakarta juga punya pulau-pulau kecil yang harus ditempuh dengan kapal, menyebrangi lautan dengan suasana yang sangat jauh berbeda dibandingkan daratan. Jakarta juga tentang Kepulauan Seribu, gugusan pulau-pulau kecil nan indah di Teluk Jakarta. Pulau-pulau tropis nan romantis. Dalam rangka HUT Jakarta, mari kita intip sedikit kisah dari Kepulauan Seribu.

Suatu waktu medio 2019, kami sekeluarga bergegas menuju stasiun untuk memulai petualangan seru menjelajahi 3 pulau dengan di Kepulauan Seribu. Mula-mula kereta membawa kami ke Stasiun Jakarta Kota. Lalu dari sana dengan roda empat menuju Dermaga Muara Kamal dan melanjutkan perjalanan dengan kapal menuju Pulau kelor, Onrust dan Cipir. Ketiganya adalah pulau-pulau yang difungsikan sebagai tujuan wisata dari ratusan pulau di Kepulauan Seribu.

Rasanya seperti melintasi lorong waktu menuju masa silam. Hanya dalam hitungan jam, pemandangan di mata kami berubah. Dari gedung megah menuju pulau yang sepi. Dari bangunan modern menuju benteng-benteng dan bangunan peninggalan jaman Belanda berusia ratusan tahun yang nyaris terbengkalai. Menyimpan banyak cerita dan menjadi saksi bisu perjalanan Jakarta sejak masih bernama Batavia.

Benteng Martello di Pulau Kelor. Foto : Dok. Pribadi

Ketiga pulau ini tak begitu jauh dari ibukota, dari salah satu sisinya ke arah kota Jakarta di kejauhan masih terlihat gedung tinggi menjulang, bahkan masih terlihat warna langit kelabu Jakarta akibat polusi. Meski dekat, auranya sungguh jauh berbeda.

Ini baru tiga pulau. Masih banyak pulau-pulau lainnya, baik yang berpenghuni maupun tidak.

Bernama Kepulauan Seribu bukan berarti jumlah pulaunya ada 1000. Ternyata jumlah pulau sebenarnya adalah 110 dan yang berpenghuni ada 11 pulau.  Kesebelas pulau tersebut di antaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung kecil, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Sebira. Selain yang berpenghuni, pulau lainnya difungsikan sebagai pulau wisata, seperti Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Kelor, Pulau Cipir, Pulau Kotok Besar, Pulau Puteri, , Pulau Matahari, Pulau Sepa, dan sebagainya.

Menjaga Kelestarian Alam Bahari dan Arkeologi di Kepulauan Seribu

Sebagai daerah kepulauan yang tentunya dikelilingi lautan, maka potensi terbesarnya  bersumber dari bahari. Baik dalam bentuk hasil laut, kekayaan alam di dalamnya  maupun keindahan yang dinikmati lewat jalur wisata.

Beruntung saat ini segala informasi mudah diperoleh. Dengan bermodal Internet Rumah dan Wifi Cepat, kita  bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan dalam waktu singkat, termasuk informasi tentang Kepulauan Seribu. Tempo hari, sebelum berkunjung ke Pulau Onrust, Cipir dan Kelor, saya lebih dulu berkelana lewat dunia digital. Mencari tahu apa saja keistimewaan ketiga pulau ini dan seperti apa suasana di sana nantinya. Dengan begitu, saat tiba di lokasi saya sudah membawa cukup bekal pengetahuan tentang kunjungan ini dimana berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2209 Tahun 2015 ketiganya ditambah dengan Pulau Bidadari ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Artinya, selama di sana kita semua berkewajiban turut menjaga agar nilai sejarah dan budaya yang tersimpan di sana tetap lestari.

Tonggak-tonggak yang dulunya merupakan dasar untuk tempat tidur di Pulau Onrust
    Foto : Dok. Pribadi

Saat berselancar di dunia maya dengan Internet Rumah dari IndiHome, saya juga mendapatkan informasi bahwa beberapa pulau di Kepulauan Seribu termasuk dalam Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKS) yaitu kawasan pelestarian alam bahari pada lokasi geografis 5°23° – 5°40°LS, 106°25° – 106°37° BT  sekitar 45 km sebelah  utara Jakarta. Secara administratif  tepatnya meliputi kawasan Pulau Panggang, Pulau Kelapa dan Pulau Harapan.

Kepulauan Seribu memiliki begitu banyak potensi bahari. Selain Taman arkeologi dengan nilai sejarah yang luar biasa, juga terdapat cagar alam untuk pengembangbiakan penyu sisik dan perlindungan hutan bakau. Beragam jenis flora dan fauna juga ditemukan di sini, antara lain terumbu karang, bintang laut, ikan betok (Anabas testudineus Bloch) dan ikan ornamental seperti ikan sergeant mayor, ikan cendro, giant travelli dan lain-lain.

Dengan potensi yang begitu besar, kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologi perlu dijaga. Karena itu, Pemerintah menetapkan tiga zona dalam pemanfaatannya. Zona pertama, untuk eksploitasi sumber daya alam dimana kekayaan di dalamnya bisa diambil dan dimanfaatkan untuk kepentingan industry, misalnya terumbu karang mati diolah untuk industri ubin teraso. Zona kedua, yaitu pulau-pulau yang khusus disediakan untuk taman nasional atau tujuan wisata alam. Lalu zona ketiga adalah kawasan cagar alam yang dilindungi.

Mengetahui bagaimana Pemerintah berusaha menjaga dan melestarikan potensi bahari Kepulauan Seribu, tentunya menjadi kewajiban kita bersama untuk mendukungnya. Ada beragam cara yang bisa kita lakukan antara lain :

  • Menjaga Kebersihan Saat Melakukan Kunjungan

Salah satu bagian yang agak bikin saya nelangsa saat trip 3 pulau tempo hari adalah banyaknya sampah di pesisir pantai terutama saat di Pulau Cipir.  Begitu turun dari kapal yang mengantar kami, pemandangan salah satu sisi dermaga adalah tumpukan sampah. Bermacam-macam isinya, yang sebagian besar adalah sampah plastik, bungkus makanan, dll. Duuh.. ini menyedihkan sekali.

Tumpukan sampah di salah satu sisi Pulau Cipir
Foto : Dok Pribadi

Di Pulau Cipir terdapat sisa-sisa bangunan masa lalu yang dulunya dimanfaatkan sebagai rumah sakit dan tempat karantina untuk jemaah haji. Sayangnya bangunan ini sebagian besar sudah tidak utuh, hanya tersisa sebagian saja. Yang bikin gak nyaman adalah banyaknya coretan di sepanjang tembok reruntuhan. Tangan-tangan jahil menoreh jejak di sana. Entah kepuasan apa yang didapatkan dengan mencoret-coret seperti itu. Padahal ini adalah bangunan bersejarah yang wajib kita jaga bersama.

  • Menjaga Perilaku Dengan Baik

Berkunjung ke tempat baru, baik yang berpenghuni maupun tidak, maka kewajiban kita adalah menghormati budaya setempat. Di era sosial media yang begitu maju ini, terkadang sebagian dari kita lupa menjaga etika. Demi kebutuhan konten dan eksis, lantas mengambil gambar, merekam, dan aksi-aksi lainnya yang terkadang melampaui batas.  Padahal, sebagai pewaris sejarah masa lampau, ketika kita tak bisa menciptakan/membuatnya, setidaknya janganlah merusak. 

Bangunan di Pulau Cipir ini dulunya adalah Rumah Sakit dan tempat karantina
Foto : Dok. Pribadi
  • Melakukan Promosi dan Mengabarkan Berita Baik

Bangunan cagar budaya, tempat-tempat wisata yang indah, potensi bahari yang luar biasa akan semakin dikenal jika dipromosikan dengan baik. Setiap orang bisa melakukan ini, kapan saja, dari mana saja. Bahkan hanya dengan memanfaatkan Internet Rumah, kita bisa berkabar pada seluruh dunia tentang segala hal termasuk mempromosikan kekayaan alam Kepulauan Seribu. Koneksi internet yang stabil dari Telkom Group bisa jadi pilihan untuk kegiatan-kegiatan dunia digital yang kita kerjakan.

Dengan melakukan promosi yang tepat, harapan saya generasi muda kita makin mencintai negeri ini lengkap dengan sejarah dan seluruh kekayaan alamnya. Turut berperan serta menjaga dan melestarikannya.

Jakarta Tak Hanya Ibukota

Tak sulit menuju Kepulauan Seribu. Banyak jalur dapat dipilih menyesuaikan dengan tujuan kita mau ke pulau mana.  Pelabuhan Muara Baru, Muara Angke, Tanjung Pasir adalah beberapa di antaranya.  Selain itu ada juga pemberangkatan dari Ancol, biasanya untuk tujuan wisata.  

Kepulauan Seribu bisa menjadi tempat healing yang asyik dan menyenangkan. Pulau-pulau berpenghuni juga menarik untuk dikunjungi. Setiap pulau menawarkan jenis rekreasi yang berbeda, mulai dari susur pantai, jet ski, snorkeling hingga scuba diving ke dalam lautan. Mau wisata pendidikan, datanglah ke lokasi penangkaran penyu. Mau wisata sejarah, datanglah ke area cagar budaya.

Jakarta tak hanya ibukota dengan gemerlap metropolitan. Indonesia adalah negara yang secara alami memang berupa kepulauan. Begitupun Jakarta yang tak hanya daratan. Cukup melipir sedikit ke Kepulauan Seribu kita akan mendapatkan pengalaman menyenangkan dan suasana baru. Jakarta sungguh beruntung, dilengkapi pulau-pulau tropis  yang indah sebagai tempat berlibur yang tepat. Cocok untuk menepi sejenak, jauh dari kesibukan dan kebisingan kota.

Selamat menikmati pengalaman baru di Kepulauan Seribu.

Selamat Ulang Tahun ke – 495 Kota Jakarta

Salam

Arni

43 thoughts on “Pulau-pulau Tropis di Jakarta

  1. Jakarta memang menarik, gak hanya sbg kota besar dan ibukota Negara, Jakarta pun punya pulau2 yg Indah sarat akan sejarah. Saya pengen sekali bisa jalan-jalan ke pulau Seribu, semoga ya bisa kesampaian hehe

  2. Saya pernah mengunjungi pulau Pramuka tentu saja, lalu pulah Semak Daun dan Pulau Pari. memang betul pulau-pulau di Jakarta sangatlah memukau. Banyak pemandangan kontras dengan metropolitan.

  3. Fenni Bungsu says:

    Sedihnya pas foto yang ada sampahnya di Pulau Cipir. Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan di tempat wisata ya. Mungkin perlu ditambahkan pengumuman dilarang buang sampah sembarangan dan tempat sampah besar, biar selalu ingat.

    • Waktu ngobrol sama pemandu kami, sebagian besar sampah itu justru datangnya dari Jakarta daratan yang kemudian terbawa ombak dan nyangkut di Pulau Cipir. Karena khan Pulau Cipir ini tak berpenghuni, jadi kalau ada sampah selain dari penunjung yang karena terbawa ombak
      Ini yang harus dipikirkan solusinya

  4. Pulau Cipir, Kelor, Onrust selalu jadi tujuan wisata open trip 1 day 3 islands, ya
    Dulu sekitar tahun 2012 or 2013, saya pernah ke sana bareng temen-temen kantor
    Emang langsung beda banget suasananya dengan Jakarta Kota
    Banyak puing-puing bekas bangunan Belanda dan kita jadi tahu sejarahnya karena ada keterangan di salah satu gedungnya

  5. Shyntako says:

    Banyak pulau-pulau bagus di sekitaran Jakarta yang harus coba dieksplor nih, aku aja baru tau ada Pulau Cipi nih mba dari blogmu

  6. Iya ya kalau dengan Jakarta tuh pasti kebayangnya ibukota yang lebih dengan gedung tinggi, hiruk pikuk kesibukan bekerja, Dan sebagainya. Ternyata di Jakarta jugs ada kepulauan seribu yang wajib dikunjungi nih. Cook banget untuk bersantai dikala weekend.

    • Dulu saya juga mikirnya Jakarta itu ya identik dengan gedung2 megah
      Takjub rasanya untuk jarak yang tak begitu jauh ternyata ada pemandangan cantik dari Pulau-pulau di Kepulauan Seribu

  7. Udah pernah ke 3 pulau ini tapi duluuu banget. Jadi kangen pengen berkunjung ke sini lagi. Tapi tetep harus menjaga lingkungan jangan sampai bikin tumpukan sampah di pesisir pantai.

  8. YSalma says:

    Saya belum kesampaian jalan-jalan ke pulau-pulau tjantik di Kepulauan Seribu mba. Sayang banget tumpukan sampah di bibir pantai pulau Cipi.
    Semoga kebersihan pulau2 tropis ini tetap terjaga dan pengunjung melakukan tips2 di atas.

    • Semoga nanti ada rejeki dan kesempatan berkunjung ke sana ya, kak
      Terutama Pulau Kelor yang diprediksi akan tenggelam. Luasnya sudah semakin berkurang soalnya

  9. Ghina says:

    Aku baru tahu bbrpa tahun yg lalu kalau kepulauan seribu itu ada d jakarta nih. Dari mba arni jg aku baru tahu kalau ada 110 pulau di kepualauan seribut itu. Untung ya aku mampir ke blognya mba arni. Untung jg karena adanya internet jadi kita bisa tahu lebih dulu utk mengenal pulau tsb.

  10. fionaz says:

    Kepulauan Seribu emang menarik untuk dkunjungi ya mbak, suatu hari aq juga pengen mengeksplore pulau-pulau kecil ini. dan rasanya seperti beda banget berada di Jakarta dan di pulau-pulau yang asri ini

  11. Ayu Natih Widhiarini says:

    be a good and responsible traveler untuk penting banget untuk kelestarian lingkungan agar tidak terjadi Krisis iklim yang semakin parah.. termasuk jika berwisata ke pulau-pulau tropis tersebut

  12. Kepulauan Seribu ini emang salah satu destinasi yang udah lama dipengenin kalau ke ibukota. Sejauh ini ke Jakarta yang malah main ke mall dan pusat-pusat keramaian aja. Hiks, padahal Jakarta punya hidden gems yang jumlahnya banyak dan nggak jauh lagi

  13. iya yaaa, jakarta tuh punya kepulauan seribu, banyak banget asli, aku aja baru cobain pulau air, pulau tunda, pulau pramuka, pasir perawan apa ya klo g salah, dan aku belum pernah ke pulau cipir, ternyata banyak bangunan bersejarahnya yaa, selamat HUT Jakarta!

  14. umimami says:

    sedih ya kalau lagi wisata ternyata ada banyak tumpukan sampah, apa mungkin itu termasuk sampah yang terbawa ke laut dan nyangkut di pulai cipir ya?
    semoga kita bisa menjaga alam sebagai warisan untuk anak cucu kita, sehingga mereka masih bisa melihat indahnya alam

  15. Impian banget bisa ke salah satu atau salah banyak, hehe.. Kepulauan Seribu.
    Kerap dibingungkan dengan pulau mana dulu yaa..
    Tapi melalui beberapa referensi yang sudah aku baca, sebaiknya ke Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung kecil dulu yaa..

    Kalau ke Kepulauan Seribu, tetap bisa tersambung internet cepat yaa..
    Seru sekali, tetap bisa eksis di sosial media dan mengabarkan banyak informasi terkait wisata Indonesia dan keindahannya.

  16. Palupi says:

    Sedih banget sih di tengah2 pulau yang cantik gitu selalu aja ada tumpukan sampah. Yuk laaahh jangan nyampaaah.

  17. Baru ngeh kayaknya aku belum banyak explore kepulauan di Jakarta, deh. Biasanya cuma main ke tengah kota aja karena lebih dekat dan aksesnya gampang. Padahal bisa dicoba sebagai alternatif tempat liburan mengasyikkan yang nggak jauh dari rumah, nih.

  18. Beberapa saat yang lalu sempat nonton serial “Pulau Plastik” Di Netflix yang memotret keindahan kepulauan seribu dan upaya masyarakat menjaga dan melestarikan alam dengan gerakan nyata. Hari ini, melalui tulisan ini memperoleh lebih banyak informasi lagi dan semakin menggugah semangat untuk terus menjaga lingkungan

  19. Senang sekali mendengar kabar ada banyak pulau-pulau eksotik yang lokasinya tak jauh dari ibukota Indonesia. Sedihnya, yaa itu masih banyak orang yang datang tapi tidak bertanggung jawab, misalnya mencoret-coret dan meninggalkan sampah.

    Setuju dengan kalimat “ketika kita tak bisa menciptakan/membuatnya, setidaknya janganlah merusak”.

  20. Banyak banget ternyata wisata sejarah di jakarta ya. Omong-omong soal benteng, itu bukan yang dibuat lokasi nikahannya rio dewanto? Atau cuma mirip aja 🤔

  21. Melengkapi keindahan Ibukota banget ya, Mbak.. selain gemerlap kota metropolitan, ada tempat yang fresh buat healing juga, dan pastinya kalau dekat jadi bisa mengatur budget jalan-jalan sehemat mungkin.

  22. Sayangnya mi itu di Pulau Cipir kotor gitu dii Kak, semoga kita semua makin sadar akan pentingnya menjaga tempat-tempat wisata apalagi yang ada hubungannya dengan masa lampau seperti ini, secara banyak sejarah yang ada di tempat itu ya.

  23. Astaga, nostalgia sekali lihat foto-foto’ta di pulau Onrust dan pulau Cipir kak, pernah ke sana waktu acara kuliah dulu, fotonya entah di mana. hehe

    Kalau sampah keknya masalah dari dulu, ternyata masih banyak juga di.. Hmm…

  24. Mia says:

    Nice posting Ar
    Bener kata yg komen di atas, tulisan nya enak di baca
    Makin keren pokok nya
    Aku jadi nambah ilmu berselancar disini

  25. Seumur-umur belum pernah injak Ibu kota jadi impian banget bisa jalan2 ke Jakarta. Eh baru ngeh nih ternyata meski namanya kepulauan seribu bukan berarti jumlahnya ada 1000 ya… semogalah suatu saat bisa traveling ke sana

Leave a Reply to lendyagassi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *