Layanan Kursi Roda Saat Penerbangan

Akhir Juni kemarin kami sekeluarga mendadak harus ke Bali karena Ibu mertua saya meninggal dunia. Sempat bingung juga karena itu artinya kami harus mengajak serta Ibu saya yang memang sejak 6 bulan terakhir stay di Bogor untuk terapi medis. Selama di Bogor, Ibu bahkan sempat bolak balik opname (3 kali) di Rumah Sakit Hermina.  Selain itu, Ibu juga menjalani terapi rehab medik di salah satu Klinik di Bogor. Dan selama periode itu untuk jarak-jarak pendek, ibu berjalan dibantu dengan tongkat dan tetap kami tuntun di sisi satunya. Selebihnya  untuk jarak yang agak panjang, Ibu dibantu dengan kursi roda.

Nah, menjadi masalah ketika Ibu harus kami ajak ke Bali. Bandara Soekarno Hatta super duper luas. Gak mungkin rasanya Ibu sanggup berjalan jauh dari depan hingga keruang tunggu. Apalagi penerbangan kami adanya di Terminal 3. Kalau teman-teman yang sering bepergian pasti hafal deh betapa luasnya terminal yang satu ini. Kita yang gak ada masalah dengan kaki aja pasti gempor jalannya, apalagi ibu yang memang kondisi kakinya kurang fit. Makanya kami butuh layanan kursi roda.

Sebenarnya jauh-jauh hari saya sudah sempat mencari tahu tentang layanan kursi roda di bandara. Karena memang ada rencana untuk kepulangan ibu ke Kendari. Tapi pas harinya tiba, jujur kami blank banget. Pesan tiket dadakan. Sedapatnya. Lalu buru-buru packing, langsung cuss ke bandara. Namanya juga berduka ya. Gak terencana.  Kalau tenang-tenang berangkatnya, kursi roda bisa sekaligus dipesan khusus saat pembelian tiket dengan memasukkan permintaan khusus dan menyertakan keterangan kondisi penumpang.  Dengan begitu, biasanya setiba di bandara akan langsung dijemput oleh petugas dari maskapai yang bersangkutan.

Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng

Sempat coba menghubungi teman untuk membantu.  Awalnya dia menyanggupi dan langsung minta kelengkapan data penerbangan kami. Ternyata saat kami tiba di bandara,  orang yang ditugaskan belum siap di lokasi. Tunggu punya tunggu,  yang ternyata cukup lama, akhirnya kami memutuskan untuk mengurus sendiri. Saya bersama Prema menemani Ibu di luar, sementara Ayah (suami saya) melakukan check in sekaligus melaporkan kebutuhan kursi roda ini.

Singkat cerita, Ayah kemudian datang bersama petugas dari maskapai yang membawa kursi roda. Dari sini, semua keperluan Ibu langsung dihandle oleh mereka. Kami tinggal mengikuti saja setelah menandatangani dokumen berisi data penumpang dan kondisi medisnya. Rupanya ada jalur prioritas untuk penumpang khusus seperti ini.  Lift khusus, memotong jalur antrian, naik pesawat lebih awal (priority boarding) dan mendapat nomor kursi di depan. Waktu itu, Ibu dan suami saya mendapat kursi nomor 2, sedangkan saya dan Prema jauh di nomor belasan.

Selama di pesawat, saya melihat ibu mendapat perhatian khusus dari pramugari. Saat akan ke toilet, ibu didampingi oleh pramugari. Saya melihat dari kejauhan, karena memang kursi kami terpisah jarak. Menurut Ibu, pramugari juga sering menghampiri sekedar bertanya apakah ada yang dibutuhkan. Ah, service excellent ini mah. Terimakasih mbak pramugari yang baik. Ou, biar gak bertanya-tanya saya bisikin maskapainya Pelita Air.

Bagaimana dengan turunnya?

Kalau saat naik pesawat kami dapat kesempatan pertama, berbeda dengan saat turun. Kami jadi yang terakhir gaes. Jadi penumpang udah turun semua, baru deh kami turun. Di pintu pesawat sudah menunggu petugas darat dari maskapai lengkap dengan kursi rodanya yang langsung menuntun dan mendorong ibu. Petugas ini benar-benar mengantar dan menunggui dari pengambilan bagasi sampai dengan titik penjemputan. Jadi, aman ya. Ibu nyaman. Kami pun lega.

Di Bali, petugas sudah menunggu di pintu pesawat

Bandara Ngurah Rai, Bali

Dua minggu di Bali untuk prosesi upacara ngaben ibu mertua.  Setelah semua urusan selesai, saatnya kembali pulang. Kebetulan adik saya datang dari Kendari untuk menghadiri upacara ngaben ibu mertua, jadi saat pulang, ibu memutuskan untuk sekalian ikut adik ke Kendari. Sementara kami (saya, suami dan Prema) kembali ke Bogor. Kami berangkat di hari yang sama karena akan sekalian mengurus kursi roda untuk ibu.

Agak berbeda dengan di Jakarta, di bandara Ngurah Rai ternyata tersedia layanan “Difable & Spesial Needs Service” yang lokasinya di sisi kiri terminal keberangkatan. Tepat di depan lokasi drop off penumpang.  Jadi ada stand dengan petugas di sana yang siap melayani. Keluarga/pengantar tinggal melaporkan kebutuhannya, mereka dengan sigap melayani. Untuk kasus kami, karena sebelumnya memang sudah lapor lebih dulu, jadi memang sudah ditunggu oleh petugas. Bahkan sepanjang perjalanan kami terus berkomunikasi dengan mereka. Jadi begitu turun dari mobil, ibu saya langsung dibantu oleh petugas.

Counter layanan difabel dan penumpang berkebutuhan khusus di terminal keberangkatan bandara Ngurah Rai

Kalaupun belum lapor lebih awal, tetap bisa kok pakai layanan ini. Hanya mungkin agak sedikit menunggu, karena bisa jadi kursi roda sedang terpakai oleh penumpang lain, atau petugas sedang melayani yang lain juga.

Petugas  khusus ini kemudian mengantar kami ke counter check in. Seperti biasa, kami melengkapi data penumpang termasuk menandatangani dokumen terkait pelayanan kursi roda. Di sini juga akan ada “serah terima” dari layanan bandara ke layanan maskapai. Jadi penumpang berganti kursi roda ke milik maskapai. Selanjutnya, sama seperti proses di Soetta, penumpang dan keluarga akan dilayani hingga naik ke pesawat dan tercatat sebagai penumpang prioritas.

Bagaimana kalau transit?

Nah kebetulan penerbangan Bali – Kendari memang harus transit di Makassar. Menurut adik saya, yang mendampingi ibu selama penerbangan, saat transit semua kebutuhan ibu diurus oleh maskapai. Adik tinggal mengikuti dan membawa barang pribadi saja. Maskapai yang melayani  saat turun pesawat, transit lalu kembali naik untuk melanjutkan penerbangan ke Kendari. Begitu pula setibanya di kendari, seperti biasa, turun paling akhir dan kursi roda sudah menunggu di pintu pesawat.

Errr… ada yang nanya gak ya ini maskapainya apa.  Kali ini Ibu dan adik saya naik Lion Air.

Penumpang  dengan Kursi Roda Milik Sendiri

Dari tadi saya bercerita tentang meminjam kursi roda di bandara. Bagaimana kalau bawa sendiri, bolehkah?

Tentu saja boleh.

Untuk kursi roda manual, penumpang dengan kebutuhan khusus bisa menggunakan kursi rodanya sampai di ruang tunggu dan membagasikan kursi roda di depan pintu pesawat, dengan sebelumnya sudah melapor dan mendapat label bagasi.  Menurut info yang saya dapatkan, kursi roda tidak terhitung sebagai bagian dari berat bagasi penumpang. Jadi terhitung free karena merupakan kebutuhan penumpang prioritas (special baggage).

Sedangkan kursi roda dengan baterai, harus dipacking secara khusus dengan melepas baterainya. Dilakukan oleh petugas berpengalaman. Selama menunggu penumpang menggunakan kursi roda milik maskapai. Nanti setelah tiba di bandara tujuan, kursi roda milik penumpang akan disiapkan dan dirakit kembali. Siap untuk digunakan.

Kenyamanan Penumpang Adalah Prioritas

Saya sempat ngobrol dengan para petugas yang mengurus ibu. Mereka sangat-sangat ramah dan terlihat tulus. Bukan bermaksud memuji maskapai tertentu, saya rasa semua maskapai memiliki layanan yang sama bagusnya deh, khusus untuk urusan kursi roda lho ya. Yang paling penting kitanya menjaga komunikasi dengan baik. Dan harus agak bersabar. Saat di Soetta misalnya. Saat kami berangkat, penerbangan lagi padat-padatnya. Terminal 3 penuh banget. Penumpang super rame. Lagi musim liburan anak sekolah booo. Jadi petugas juga pasti sangat sibuk.

Antrian cukup panjang saat check in. Ketika melapor untuk kebutuhan kursi roda, kami juga harus menunggu. Mungkin sedang terpakai untuk yang lain.  Sampai akhirnya dapat kursi roda, selama itu petugas melayani kami dengan ramah kok. Bahkan saat kami ijin untuk makan ke restoran lebih dulu, karena memang belum sempat makan siang, petugas mengantarkan kami lalu menjemput kembali sebelum saatnya boarding.

“Kami juga punya orang tua, Bu. Ini sama dengan melayani orang tua saya sendiri,” begitu jawabnya saat kami menyampaikan terimakasih. Dalam setengah hari itu, dia sudah mengantar 5 penumpang berkursi roda hingga ke pesawat. Wuaaa udah bolak balik ngiterin terminal 3 dia. Pegeeeel kakaaak…

“Kenyamanan penumpang adalah prioritas kami. Selamat jalan bapak ibu. Semoga selamat sampai tujuan,” katanya saat mengantar kami ke pesawat.

Ah ya ya. Terimakasih mbak/mas petugas di bandara. Layanan dengan hati seperti ini sungguh berarti bagi kami. Sehat selalu semuanya.

Salam

Arni

31 thoughts on “Layanan Kursi Roda Saat Penerbangan

  1. Gusti yeni says:

    Informatif sekali bun…
    Makasih yaa, ternyata pelayanan dari maskapai bagi yang menggunakan kursi roda sungguh memuaskan.

    Gak perlu khawatir yaa bagi orang tua yg gampang lelah pake kursi roda saja yaks.

  2. Indra says:

    fasilitas yang patut diapresiasi. memang betul sekali kenyamanan penumpang adalah prioritas. termasuk saudara2 kita penyandang disabilitas.

  3. Sekarang fasilitas publik sudah mulai ramah terhadap orang-orang berkebutuhan khusus ya, Kak. Semoga ke depannya diberikan akses yag lebih baik lagi ya, Kak.

  4. Sekarang pelayanan publik semakin baik ya mbak,, banyak fasilitas yang dilengkapi seperti kursi roda ini. Pastinya sangat membantu untuk orang sepuh dan yang memiliki sakit tertentu

  5. Ceritanya memberikan informasi penting, Mbak. jadi kebetulan yang mau terbang naik pesawat dan butuh kursi roda, sudah tercerahkan. dan dari cerita ini, setiap maskapai memberikan pelayanan baik ya, Mbak.
    Kalau saya, pengalaman dengan kereta, Mbak. jadi kakak saya kebetulan habis jatuh, dan harus mudik. Nah, pas di stasiun senin, langsung disamperin petugas menawarkan kursi roda. Itu memang diprioritaskan, termasuk tidak lewat jalur penumpang lain. Waktu itu, tidak perlu isi data dan gratis.

    • Nurkhalis Nurkhalis says:

      Apakah ada yang tau no telpon layanan ini kursi roda di Soekarno Hatta terminal 1 dan bandara Ngurah Rai bali

  6. kak turut berduka atas kepergian ibu mertua yaa.. semoga mendapat tempat terbaik di sisiNya. btw saya belum pernah memanfaatkan fasilitas ini selama di bandara. bisa sangat bermanfaat yaa untuk yang ada kesulitan berjalan jauh, mana jarak antar terminal juga lumayan banget

  7. Dyah ummu AuRa says:

    Saya sangat mengapresiasi pelayanan seperti ini. Karena kan seringkali ibu dan bapak yang sudah tua rada kesulitan untuk naik pesawat dan butuh bantuan kursi roda. Nah, kalau ada layanan begini mereka bisa tetap nyaman selama perjalanan.

  8. Dyah ummu AuRa says:

    Saya sangat mengapresiasi pelayanan seperti ini. Karena kan seringkali ibu dan bapak yang sudah tua rada kesulitan untuk naik pesawat dan butuh bantuan kursi roda. Nah, kalau ada layanan begini mereka bisa tetap nyaman selama perjalanan…

  9. Fenni Bungsu says:

    Turut berduka ya kak atas kepergian ibunda mertua. btw, Senangnya para petugas bandara melayani dengan baik ya. Jadinya kan makin asik untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat, karena benar-benar aman untuk yang membutuhkan perhatian khusus. Siip banget kak pengalamannya, sehat-sehat selalu untuk Ibu kakak.

  10. Turut berduka cita mba atas kepergian orangtua terkasih. Semoga dikuatkan dan mertua ditempatkan di tempat terbaik. Aku pernah memanfaatkan fasilitas kursi roda di penerbangan ini untuk ibu mertuaku jg pas ke jkt beberapa tahun lalu

  11. Wah sungguh cerita yang memorable ya kak. Di beberapa tempat mungkin aksesnya sudah memadai. Tapi salut sih dengan bandara karena staf yang membantu perjalanan dengan baik.

  12. wah terima kasih banyak kak untuk informasinya, selama ini puluhan bahkan ratusan kali terbang seumur hidup ga pernah cari detail soal layanan ini, padahal penting ketika membawa orang tua, agar tidak kelelahan, jadi care saya setelah membaca ini, kalau soal bawa saya sering melihatnya

  13. Keren ya layanannya. Menarik lho cerita pengalaman gini membuat kami yang mungkin kurang paham jadi tahu.

    Ssmoga ibunya lekas sehat y mbak dan turut berduka cita atas kepulangan ibu mertua.

  14. Retno says:

    Turut berduka cita ya mbak Arni, semoga ibu mertua mendapat tempat terbaik disisinya.
    Informasinya lengkap banget, semoga banyak membantu mereka yang membutuhkan informasi tentang kursi roda di Bandara..

  15. Ya Allah~
    Alhamdulillah.. Senang sekali dengan keramahan para kru ya..
    Perjalanan dilancarkan dan dimudahkan dengan bantuan banyak pihak.

    Turut berduka cita teruntuk Ibunda tercinta.

  16. Seneng nih kalau semua penyelenggara transportasi umum dan penyedia fasilitas publik udah semakin memperhatikan teman-teman yang berkebutuhan khusus. Gimanapun juga kalau semua orang nyaman, kan lebih menyenangkan yak

  17. Sebelumnya turut berduka cita ya, Mba.
    Ternyata ada layanan khusus difabel di Bandara Ngurahrai Bali, jadi semua orang terbantu dan mendapatkan pelayanan yang sama. Apalagi maskapai juga tidak abai untuk penumpang dengan kebutuhan khusus.

  18. Membantu sekali ya fasilitas untuk disabilitas ini
    Cara berpikir yang bijaksana, bahwa kursi roda tidak terhitung sebagai bagian dari berat bagasi penumpang, dihitung free karena merupakan kebutuhan penumpang prioritas. salut sama transportasi Indonesia yang ramah disabilitas

  19. keren, memang sangat membantu, dan sudah seharusnya jadi SOP (standard operational procedure) di tiap bandara ya. Ngga hanya maskapai tapi semua insan bandara harus aware.

  20. Senang sekali membaca pengalaman keramahan dan pelayanan yang prima, jadi kitanya nyaman yah. Jadi tahu juga bagaimana prosedur layanan kursi roda saat penerbangan ini. Jadi penumpang dg kursi roda juga tetap merasa nyaman selama perjalanannya

  21. Senang ya, pelayanan yang luar biasa baik. Dan baru tahu ternyata yang pake kursi roda ada jalur khususnya juga ya, salut dengan pelayanan yang bagus seperti ini, karena kenyamanan memang harus jadi prisoritas.

  22. Sebelumnya turut berduka cita, mba.
    Dalam beberapa kali perjalanan via udara, akupun sering menjumpai penumpang dgn kursi roda
    Petugasnya cukup tanggap
    Semoga pelayanan seperti ini akan terus berlanjut dan bisa jadi lebih baik sehingga penumpang pun lebih merasa nyaman dan aman

  23. Terharu banget baca tulisan kak Arni bahwa pelayanannya benar-benar prima ya baik dari maskapai maupun bandara. Jadi tenang kalau misalnya mau pergi dan harus menggunakan kursi roda karena kebetulan ayah mertua aku juga sudah nggak kuat kalau jalan jauh. Biasanya kami selalu bawa kursi roda sendiri tapi emang belum pernah bepergian jalur udara

  24. Turut berduka cita atas berpulangnya Ibu Mertua, Kak.

    baca cerita Mamak Prema kali ini jadi hangat, betapa mereka bekerja dengan hati ya Kak, sampai mengungkapkan ketulusan seperti itu, sama dengan merawat orang tua sendiri, huhuhuh, hebat.
    syukur ya, perjalanan semua dilancarkan, semua tiba tujuan dan kembali dengan selamat.

  25. Terharu bacanya. Alhamdulillah pelayanan kursi roda saat penerbangan sudah sangat memikirkan kenyamanan dan keamanan penumpang. Salut sama airlines yang go above and beyond demi memberikan yang terbaik!

    • Waduh maaf, setelah saya cek lagi ternyata saya gak nyimpan kontaknya. Kalaupun tak ada, bisa langsung kok. Di Ngurah Rai ada pos layanannya, langsung ke sana aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *