Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Jelajah Sangiran, Mengintip Jejak Nenek Moyang Manusia

Museum Sangirang

Besok kita ke mana?” tanya Cah Bagus saat kami sejak bersantai menikmati dinginnya malam di lereng Gunung Lawu.  Menyusuri kebun teh yang terhampar di sepanjang jalan Dusun Jlono, Kemuning.

“Bagaimana kalau kita ke Sragen saja. Ke Museum Sangiran.  Ayah udah cek maps, perjalanan sekitar 1 jam dari sini.  Gak terlalu jauh kok,” Usul Ayah.

Mau… mauuuu….,” Kami langsung setuju

Mumpung sedang liburan di Karanganyar, masih ada waktu sehari sebelum kembali ke Jakarta. Meski berangkat tiga keluarga dari Bogor tapi sepertinya kali ini kami akan ke Sragen sekeluarga saja.  Sepulang dari Candi Cetho dan Sukuh tempo hari, keluarga Pak Agus Widodo melanjutkan perjalanan ke Blitar.  Sedangkan keluarga Pak Paryanto, berencana bertandang ke rumah keluarganya di Tawangmangu.  Continue reading “Jelajah Sangiran, Mengintip Jejak Nenek Moyang Manusia”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Suara Alam dari Candi Cetho Untuk Pelestarian Cagar Budaya Indonesia

Menapakkan kaki menaiki satu demi satu anak tangga menuju tingkatan-tingkatan teras Candi Cetho, hati saya bertanya-tanya, kira-kira seperti apa perasaan Van de Vlies, arkeolog Belanda yang pada tahun 1842 menemukan 14 teras atau punden bertingkat memanjang dari Barat ke Timur yang meski tertutupi oleh lumut, namun kemegahannya tetap tak dapat disembunyikan. Di tengah hutan, di lereng Gunung Lawu, dalam sebuah perjalanan tiba-tiba bertemu bangunan kuno yang entah kapan dibangun, berdiri megah di ketinggian. Membayangkannya saja saya sudah merinding.  Seperti nonton film-film penemuan harta karun.

Sejak pagi di Dusun Jlono, tempat kami menginap, saya excited sekali mengingat perjalanan hari itu adalah ke Candi Cetho, sebuah destinasi yang saya impikan sejak lama untuk dikunjungi.  Agenda ke Candi Cetho sudah lama kami rencanakan, bahkan beberapa kali rasanya sudah di depan mata banget, lalu karena sesuatu dan lain hal kemudian batal.  Ah, rupanya saya baru berjodohnya kali ini.  Semesta tahu kapan waktu yang tepat. Continue reading “Suara Alam dari Candi Cetho Untuk Pelestarian Cagar Budaya Indonesia”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Jaga Stamina dengan Kebaikan Alami

Herbadrink

“Hari Sabtu nanti ikutan touring ke Gunung Mas yuk, bareng teman-teman kantor,” ajak suami saat kami pillow talk beberapa waktu lalu

“Hah?! Touring? Naik motor?  Yakin Ayah kuat naik motor jauh gitu?” tanya saya bertubi-tubi

Bukan tanpa alasan sih saya nanya begitu.  Kami sudah lama sekali tidak naik motor dengan jarak tempuh yang jauh.  Selama ini sih tetap naik motor setiap hari, paling banter rumah – sekolah atau rumah – stasiun/terminal untuk kemudian disambung moda transportasi lainnya.  Kalau bepergian bertiga, bareng Prema, kami lebih sering mengendarai mobil agar lebih praktis dan nyaman.

Ditambah lagi beberapa minggu terakhir, kegiatan lumayan padat merayap.  Latihan angklung, nari, mengajar di Pasraman, yoga, dan beberapa urusan sosial lainnya.  Cukup menyita waktu, fisik dan pikiran. Continue reading “Jaga Stamina dengan Kebaikan Alami”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Masih Eksis, Tempat Wisata Bandung Mainstream yang Tetap Layak Dikunjungi

Bicara Bandung, yang pertama terlintas adalah kotanya yang cantik, alamnya yang memesona dan tentu saja kulinernya yang menggoda.  Sesuai dengan julukannya sebagai Kota Kembang, Bandung benar-benar tercipta dengan pesonanya yang bikin kita sekali berkunjung, rasanya pengen balik lagi dan lagi.  Saat akhir pekan, Bandung selalu menjadi tujuan wisata yang  menggoda.  Semakin hari, kita akan menemukan ragam potensi Kota Peyeum yang tersembunyi.  Namun, dari sekian banyak yang ada, destinasi-destinasi  mainstream ini masih tetap digemari.

Bagi penggiat traveling, menjelajah kota Bandung tak akan pernah ada habisnya. Udara khas dataran tinggi yang sejuk membuat setiap destinasi menjadi semakin paripurna. Tak hanya tempat wisata kekinian, berbagai wisata yang sejak dulu ada ini selalu banyak pengunjung. Yuk, bahas lebih jauh pada ulasan di bawah ini! Continue reading “Masih Eksis, Tempat Wisata Bandung Mainstream yang Tetap Layak Dikunjungi”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Sehari Keliling Eropa di Devoyage Bogor, Makin Seru Dengan Traveloka Xperience

DeVoyage Bogor

Tante, katanya di Bogor ada tempat wisata yang kayak Eropa gitu, jauh ndak dari rumah tante?” tanya Gita, keponakan saya dari Kendari.

Saat itu Gita sedang menjalani tugas belajar di Jakarta.  Mumpung di akhir pekan libur, kami mengajaknya menginap semalam di pondok mungil kami di Bogor.

Hmm… kayaknya yang kamu maksud Devoyage  deh,” jawab saya sembari membuka ponsel untuk mencari info tempat wisata ini, mulai dari lokasi, jam buka hingga harga tiket.  Tak lupa melihat-lihat aneka foto dan review dari para pengunjung yang sudah ke sana.  Meski tinggal di Bogor,  jujur aja kami memang belum pernah ke sana.  Hanya tahu ceritanya dari teman-teman dan melihat foto yang seliweran di sosial media.  Maklum, kalau tempat wisatanya lagi hits gitu biasanya pengunjung membludak dan macet.  Apalagi saat akhir pekan, Bogor diserbu oleh pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya.  “Nanti aja deh kalau udah agak reda hebohnya, “pikir kami waktu itu.

Nah iya tante, jauh ndak dari sini? Gita pengen ke sana,” katanya lagi Continue reading “Sehari Keliling Eropa di Devoyage Bogor, Makin Seru Dengan Traveloka Xperience”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Traveling ; Bawa Uang Tunai, Voucher Belanja atau Kartu?

Halo sahabat ngiringmelali.  Semoga kalian semua sehat selalu ya.  Biar kita bisa melali bareng menjelajahi setiap kepingan surga yang Tuhan hadirkan untuk kita.  Ups… mungkin sebagian dari kalian adalah pembaca baru di blog ini, saya bisikin deh, melali berasal dari bahasa Bali yang artinya jalan-jalan.  Ngiring artinya ayo (dalam bentuk ajakan).  Jadi ngiringmelali adalah ayo jalan-jalan.  Makanya jangan heran kalau 90 % isi blog ini tentang traveling dan wisata kuliner.

Ngomong-ngomong soal traveling nih ya,  kalian biasanya bawa uang tunai atau lebih senang bawa kartu ATM, kartu kredit dan derivasinya? Pastinya masing-masing punya alasan ya.  Semua pilihan ada plus minusnya.  Versi saya, bawa uang tunai secukupnya, bawa kartu ATM juga dan satu lagi biasanya saya bawa voucher belanja.  Coba kita bahas satu-satu deh. Continue reading “Traveling ; Bawa Uang Tunai, Voucher Belanja atau Kartu?”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Nikmati Keceriaan Wahana Baru Dufan

“Ibu, wahana baru yang Dunia Kartun di Dufan yang dulu lagi dibikin itu udah jadi belum sih?” tanya Cah bagus sekitar 2 minggu lalu saat  saya memindahkan file foto dari handphone ke laptop dan kebetulan yang terbuka adalah foto-foto seru liburan ke Dufan di bulan Maret lalu.

Udah dong.  Khan waktu itu memang dibilangin bukanya mulai bulan Juni atau Juli.  Sekarang aja udah bulan September,”

“Waaa…. Prema mau dong ke Dufan lagi.  Mau naik wahana baru.  Khan banyak buat anak-anak,” pintanya kemudian.

Beuh ni bocah modus banget deh.  Awalnya nanya udah buka atau belum.  Ujung-ujungnya minta main.  Tapi emang ke Dufan itu selalu seru sih.  “errr… iya deh.  Nanti kalau udah libur sekolah kita main ke Dufan ya,” jawab saya akhirnya.

Mestakung.  Semesta Mendukung. Continue reading “Nikmati Keceriaan Wahana Baru Dufan”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Seru Banget! Sensasi River Tubing di Kali Pucung

Bersenang-senanglah
Karena hari ini akan kita rindukan
Di hari nanti . . .

*****

River Tubing Kali Pucung

Hayoooo siapa yang auto nyanyi pas baca penggalan lagu di atas? Gak usah malu-malu gitu deh.  Ngaku aja.  Berarti kita masih seangkatan ya #eh #janganbahasumur

Masih dari edisi libur lebaran di Dusun Jlono, yang sudah berlalu sebulan lebih dan baru ditulis sekarang, kali ini saya akan bercerita tentang  serunya rafting ala-ala dari Kali Pucung.

Baca juga : Pesan Toleransi dari Dusun Jlono, Kemuning, Karanganyar

Nanti kita berenang di sini,” kata Cinthya, putri Bapak Paryanto yang bareng di mobil kami dalam perjalanan mudik ke Jlono ini.  Fyi, selama liburan kami menginap di rumah orang tua Pak Paryanto.  Tangannya menunjuk Kali Pucung.  Continue reading “Seru Banget! Sensasi River Tubing di Kali Pucung”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Harmoni Kehidupan dalam Filosofi Angklung

Angklung

Pertamakali saya berkenalan dengan angklung sekitar 6 tahun yang lalu.  Saat itu, kami sekeluarga berlibur ke Bandung tepat di tanggal 1 Januari.  Saat orang-orang masih terlelap setelah malamnya begadang bermalam tahun baru, pagi sekali kami meluncur melintasi jalanan yang super lengang menuju Bandung.

Mengisi liburan awal tahun, kami memutuskan untuk berkunjung ke Saung Angklung Udjo, salah satu tempat wisata yang menyajikan pertunjukan kesenian tradisional khas Bandung.  Saya lupa siapa nama pemandu acara pada hari itu, tapi penjelasan beliau tentang filosofi angklung langsung membuat saya terpukau dan jatuh cinta pada alat musik yang terbuat dari bambu ini.  Ditambah lagi, salah satu bagian dari acara yang digelar setiap hari ini adalah bermain angklung bersama, dimana seluruh penonton terlibat langsung memainkan angklung. Continue reading “Harmoni Kehidupan dalam Filosofi Angklung”

Museum kebangkitan Nasional STOVIA

Pesan Toleransi Dari Dusun Jlono Kemuning Karanganyar

Setiap kali traveling, saya belajar banyak hal.  Bertemu hal-hal baru yang memperkaya ruang pikir dan hati.  Apalagi kalau travelingnya ke tempat-tempat yang punya kearifan lokal yang unik, natural dan berbeda dengan kebiasaan di daerah lain pada umumnya, sungguh bikin hati hangat dan bahagia.

Pada dasarnya semua pengalaman traveling sangat berkesan.  Masing-masing memberi warna dan kesan yang berbeda.  Belum banyak memang tempat yang kami kunjungi.  Fyi, tim traveling terbaik saya adalah keluarga kecil kami.  Sejak Prema masih piyik, kami sudah mengenalkannya dengan perjalanan ke banyak tempat di Indonesia.

Libur lebaran tahun ini, kami sekeluarga bertandang ke Dusun Jlono, letaknya di Desa Kemuning, Kec. Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.   Ikut pulang kampung ke rumah bapak Paryanto dan bu Erna yang kebetulan mau mudik juga.  Beriringan dari Bogor lalu masuk dalam ramainya arus mudik di tol trans Jawa.  Ramai tapi tak macet.  Kondisinya jauh berbeda dengan mudik kami 4 tahun lalu ke Bali atau 3 tahun lalu ke Dieng.  Terjebak macet dimana-mana yang bikin perjalanan terasa sangat melelahkan. Continue reading “Pesan Toleransi Dari Dusun Jlono Kemuning Karanganyar”