13

6 Objek Wisata Ancol Jakarta yang Seru Untuk Dijelajahi

Hai hai hai…..

Masih betah #dirumahaja?  Sudah sejak pertengahan Maret ya rasanya kita gak jalan-jalan menjelajahi keindahan kota dan pulau-pulau.  Ya gimana dong, namanya juga lagi ada pandemi gini.  Mau gak mau kita semua harus beradaptasi.  Kangen sih sama pantai, kangan sama gunung, kangen sama serunya jelajah tempat baru, mengenal budaya setempat, bertemu dan belajar dari mana saja.  Semoga pandemi ini segera berlalu ya.

Ngomong-ngomong, kalau pandemi ini sudah berlalu saya akan memulai trip ke wisata yang dekat-dekat aja dulu deh.  Biar dekat, tapi pengennya yang lengkap sih.  Ada pantainya, ada tempat mainnya dan pastinya tak ketinggalan wisata edukasinya.  Yang bisa buat segala umur, dari anak hingga kakek nenek.  Biar semua bisa menikmati.

Continue reading “6 Objek Wisata Ancol Jakarta yang Seru Untuk Dijelajahi”
13

Jelang Senja di Rawa Pening

Alkisah di Desa Ngasem, hiduplah perempuan cantik bernama Endang Sawitri yang melahirkan anak berwujud naga dan diberi nama Baru Klinting. Naga ini bisa berbicara layaknya manusia. Saat mulai besar, Baru Klinting mempertanyakan keberadaan ayahnya dan diberi tahu bahwa ayahnya adalah Ki Hajar Salokantara yang sedang bertapa di Gunung Telomoyo.

Baru Klinting kemudian melakukan perjalanan untuk menemui Ayahnya. Saat bertemu, Baru Klinting diberi ujian untuk melingkari Gunung Telomoyo sebagai bukti bahwa dia adalah anak Ki Hajar Salokantara. Baru Klinting lulus dari ujian tersebut. Selanjutnya, Baru Klinting diperintahkan untuk bertapa di dalam hutan di lereng gunung.

Continue reading “Jelang Senja di Rawa Pening”
13

Kisah Seribu Pintu Lawang Sewu, Saksi Bisu Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia

Lawang Sewu

“Belum sah ke Semarang kalau belum ke Lawang Sewu,” begitu kata seorang teman beberapa tahun lalu.  Saat itu saya bercerita bahwa sepulang dari road trip ke Bali, kami sempat mampir ke Semarang hanya untuk sarapan lumpia semarang yang terkenal itu.  Dan kami langsun menuju lumpia Gg Lombok yang legendaries.  Setelahnya, cuss tancap gas menuju Bogor.

“Lawang Sewu itu iconnya kota Semarang. Bangunan tua yang punya banyak cerita.  Dari yang seru sampai yang mistis.  Semua ada di sana.  Ayo ke Semarang lagi, nanti kita ketemuan.  Aku antar deh ke Lawang Sewu,” lanjutnya lagi.  Iya, teman saya ini memang tinggal di Semarang, makanya dia semangat 45 promo wisata Semarang.  Selama ini kami kenal via medsos, berlanjut ke WAG dan akhirnya sampai pada obrolan itu. Continue reading “Kisah Seribu Pintu Lawang Sewu, Saksi Bisu Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia”

13

Telusur Warisan Sejarah di Candi Gedong Songo

Gedong Songo

“Ibu-ibu sudah dulu selfie-selfienya ya, angkotnya sudah datang. Nanti di Gedong Songo lagi kita lanjut foto-foto yang banyak,” bu Made Ayu, koordinator rombongan kami mengingatkan.  Begitulah.  Harap maklum ya kalau emak-emak udah ngumpul, rame-rame, udah pada rapi dan cakep, bawaannya pasti pengen foto-foto  melulu.  Haha.

Perjalanan saya kali ini memang ramai-ramai dalam rombongan besar. Ber-50 orang.  Naik bus gede dari Bogor.  Nah, masalahnya bus gak bisa naik ke  Gedong Songo yang memang jalurnya menanjak banget.  Berada di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.  Di kaki Gunung Ungaran, pada ketinggian 1.200 mdpl.  Karena itu, bus cukup parkir cantik di hotel tempat kami menginap lalu perjalanan ke atas akan dilanjutkan dengan angkot.

Benar saja, medannya ajiiib. Kebetulan saya dan Prema kebagian duduk di depan, di samping pak supir yang sedang bekerja, mengendali angkot yang terus menerus harus digas namun tetap berhati-hati.  Beberapa kali berkunjung ke candi di beberapa daerah, memang jalurnya butuh kendaraan dengan kondisi prima.  Seingat saya candi yang paling gampang jalurnya hanya Candi Prambanan deh.  Benar-benar di tengah kota dan di tepi jalan utama antar propinsi.  Continue reading “Telusur Warisan Sejarah di Candi Gedong Songo”

13

Damai dalam Senandung Sunyi Candi Sukuh

Candi Sukuh

Hari sudah menjelang sore ketika kami tiba di Candi Sukuh. Perjalanan melintasi jalur yang cukup meliuk-liuk dengan lereng terjal mengantarkan kami ke candi yang terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyaso, Karanganyar, Jawa Tengah ini.  Bersyukur banget saat kami tiba sepertinya alam cukup bersahabat, ditandai dengan kabut yang hanya tipis-tipis saja melingkupi komplek candi.  Padahal sebelum ke sini, kami sempat hopeless mengingat sebelumnya di Candi Cetho yang berjarak sekitar 10 km dari Sukuh, kami berangkat saat kabut tebal telah turun melingkupi candi sehingga membuat jarak pandang terlampau pendek.

Setelah melapor dan mohon ijin ke kantor pengelola, bersama-sama kami memasuki area candi.  Sama seperti di Cetho, tujuan kami melakukan persembahyangan di altar utama yang terletak di mandala ketiga, mandala tertinggi Candi Sukuh.  Karena sudah mengenakan pakaian adat (kemben, kebaya, blangkon dll), maka kami tak perlu mengenakan kain kotak-kotak yang umumnya dibagikan kepada pengunjung yang mengenakan pakaian biasa.  Continue reading “Damai dalam Senandung Sunyi Candi Sukuh”

13

Jelajah Rasa Katsu Istimewa di Kimukatsu Bersama Treats By Traveloka Eats

“Bu, Prema lapar. Makan yuk!” ajak Prema, putra saya, sore itu sesaat setelah kami keluar dari bioskop.

Sejak pagi kami memang baru makan (berat) sekali. Selebihnya ngemil-ngemil manja usai berolahraga di GBK.  Jangan salah, ngemilnya juga lumayan berat sebenarnya. Ada jagung rebus, ubi dan aneka kue-kue.  Tapi dasar perutnya ndeso, kalau belum kena nasi rasanya masih aja ada yang kurang #curhat

Sepedaan sampai belasan putaran mengelilingi GBK itu bikin lapar, Jenderal!

Dari GBK, sekalian arah pulang, kami melipir ke Lippo Mall Kemang, Kemang Village. Sambil intip-intip film bagus di bioskop.  Maksud hati sih, beli tiket aja dulu, trus makan baru kemudian nonton.  Ndilalah saat beli tiket, waktunya udah mepet banget dengan pemutaran filmnya.  Kalau nunggu jadwal berikutnya, masih sekitar 2,5 jam kemudian.  Akhirnya kami memutuskan untuk langsung nonton aja.  Makanya tak heran, begitu keluar studio, Prema langsung minta makan. Continue reading “Jelajah Rasa Katsu Istimewa di Kimukatsu Bersama Treats By Traveloka Eats”

13

Patah Hati Menjadi Energi untuk Seniman Ini Semangat Berkarya!

Sumber : Suara.com

Halo sahabat ngiringmelali….

Kalian kalau lagi patah hati, lagi bete, atau lagi bosan akan sesuatu biasanya ngapain? Kalau saya biasanya memilih makan, nonton atau traveling yang jauh. Kata seorang teman, traveling adalah obat patah hati yang paling manjur.  Lewat traveling, kita akan menemukan suasana baru, bahkan tak menutup kemungkinan bertemu dengan hati yang baru sebagai pengobat patah hati.  Setuju nggak?

Nah, lain lagi dengan Didi Kempot. Siapa yang tak kenal penyanyi lawas  pembuat lagu campursari dari Surakarta yang telah berkarir sejak era 90-an ini.  Sosok yang sukses mewarnai blantika musik tanah air dengan karya-karya lagunya yang viral.  Walau terkenal dengan lagu-lagu campursari, karya Didi saat ini bukan cuma dinikmati oleh orang dewasa dan orang tua saja, tapi anak-anak muda juga ikut menggandrungi lagu-lagunya.  Lirik lagunya banyak bercerita tentang patah hati lho, tapi tetap saja enak dan nyaman didengar.  Patah hati justru jadi inspirasinya. Continue reading “Patah Hati Menjadi Energi untuk Seniman Ini Semangat Berkarya!”

13

Kearifan Lokal Desa Sade, Lombok Tengah

Desa Sade

Saat berkendara menuju Pantai Kuta Mandalika lalu ke Tanjung Aan dan Bukit Merese kami melintasi sebuah desa yang dari luar tampak sangat unik. Sekilas ramai oleh pengunjung.  “Ini Desa Sade, desa tradisional yang jadi desa wisata karena masih memelihara adat istiadat dan budayanya. Nanti kita ke sini, sekarang ke pantai aja dulu,” kata Ari, guide kami hari itu yang kemudian melajukan kendaraan menuju pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese

Dan jadilah setelah berpanas-panas ria di pantai, dalam perjalanan menuju ke penginapan kami mampir sejenak ke Sade yang terletak di Rembitan, Pujut, Lombok Tengah.  Makanya wajah kami udah yang super kucel deh pas ke Sade hahaha.  Harap maklum yaaaa

Bangunan tradisional khas Lombok menyambut kedatangan kami di Sade, bentuknya mengerucut dan dikenal sebagai lumbung. Dalam perjalanan selanjutnya di kota Mataram dan sepanjang jalan di Lombok, kami menemukan banyak sekali bentuk-bentuk bangunan serupa, bahkan di bangunan permanen sekalipun, selalu ada bentuk lumbung di atasnya. Continue reading “Kearifan Lokal Desa Sade, Lombok Tengah”

13

Update Medsos Saat Traveling, Yay or Nay?

Dieng

“Wah kamu mah liburan meluluuuu…,”

“Wuih dah ngebolang lagi aja. Perasaan jalan terus deh. Bagi oleh-oleh dong,”

“Perasaan kemarin kita baru ketemuan. Kok sekarang dah di pantai A aja nih?”

“Wah mbak lagi di sini to. Sampai kapan, nginep di mana, ketemuan yuk,”

Hayoooo siapa yang sering dapat komen begitu saat posting foto liburan di media sosial?

Saya sih ngacung deh. Sering banget dapat komen seperti itu aku tuuu.  Padahal saya kalau posting foto liburan, biasanya setelah pulang dan tiba di rumah dengan selamat.  Beberapa kawan yang kenal baik sudah hafal sama kebiasaan ini, jadi mereka udah tahu kalau postingan-postingan saya memang seringnya late post. Continue reading “Update Medsos Saat Traveling, Yay or Nay?”

13

Suatu Hari di Tanjung Aan dan Bukit Merese

Tanjung Aan Bukit Merese

“Kak Ari, habis ini kita mau ke mana?” tanya Prema saat kami kembali ke  mobil setelah puas menikmati keindahan Pantai Kuta Mandalika

Masih ke pantai juga, namanya Tanjung Aan. Tapi yang ini lebih indah pemandangannya karena ada bukitnya juga.  Namanya Bukit Merese, kalau naik sampai ke puncak nanti dari atas bakalan indah sekali,” Kak Ari langsung promo nih.  Cocok deh jadi guide.

“Nanti di sana kita berenang, bu?” Tanya Prema lagi.  Dia memang sudah tak sabar pengen berenang.  Sejak awal memutuskan Lombok sebagai destinasi liburan kali ini, Prema sudah kegirangan saat tahu bakalan banyak ketemu pantai.

Gak dulu deh ya. Kita berenangnya nanti aja, sekalian snorkeling di Gili Trawangan,” Saya mencoba bernegosiasi dengannya

“Jiaaah… kirain mau berenang, kalau cuma lihat-lihat aja khan gak asyik ” huhuhu Prema kecewa Continue reading “Suatu Hari di Tanjung Aan dan Bukit Merese”