
Sejak pertamakali membuat blog ini, saya menggunakan tagline “Karena hidup adalah perjalanan”. Tak pernah menyangka suatu hari saya akan menuliskannya menjadi judul pada salah satu artikel di blog ini. Sampai saya bertemu buku karya A. Fuadi bertajuk “Anak Rantau” dan menyadari bahwa didalamnya begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik dari setiap perjalanan. Bahwa hidup adalah tentang perjalanan. Baik jiwa maupun raga. Tentang perpindahan fisik, konflik batin, memetik hikmah dan pelajaran dari setiap peristiwa, hingga kesadaran jiwa untuk berjalan dari dendam, luruh, memaafkan lalu damai. Continue reading ““Anak Rantau” Karena Hidup Adalah Perjalanan”




Beberapa hari yang lalu, saya memposting pertanyaan itu di dinding instagram. Iya, karena memang sebentar lagi kita akan menuju liburan panjang, terutama buat anak sekolah yang pertengahan Juni ini sudah bisa menerima raport sebagai catatan prestasi selama setahun di level kelasnya masing-masing. Lalu seperti biasa, liburan panjang kenaikan kelas bertepatan dengan hari raya Idul Fitri yang artinya akan ada cuti bersama buat mereka yang bekerja. Klop banget khan. Benar-benar saat yang pas buat mengagendakan liburan keluarga. 

Rabu sore 31 Mei 2017 gegas saya memacu langkah menuju Gedung Arsip Nasional yang terletak di Jl Gadjah Mada, Jakarta Barat. Saya beruntung menjadi salah satu peserta dalam diskusi sore itu bertajuk “Aku BerIndonesia”. Menghadirkan Bapak Yapi Panda Abdiel Tambayong atau lebih dikenal dengan nama Remy Silado, sejarahwan dan budayawan senior, sebagai pembicara utama bersama dengan Bapak Aristo Kristandyo, Kepala Pemasaran Wing Foods, kampanye ini digelar sebagai bentuk kepedulian akan menurunnya semangat ke-Indonesia-an kita terutama di kalangan generasi muda.