
“Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”
Sepertinya peribahasa paling pas deh buat mewakili perjalanan kami hari itu. Bagaimana tidak, dalam sekali perjalanan kami benar-benar berlabuh di tiga dermaga, tiga pulau berbeda. Setelah sebelumnya menjelajah Pulau Kelor dengan Benteng Martellonya yang menawan, lalu mengunjungi museum dan makam-makam tua di Pulau Onrust yang pada masanya tak pernah beristirahat maka perjalanan terakhir menuju Pulau Cipir.
Silakan baca bagian 1 tulisan ini : Menoreh Jejak di Benteng Martello Pulau Kelor
Dan bagian 2 : Tak Ada istirahat di Pulau Onrust
Matahari masih terik di atas sana, meskipun perlahan sudah bergeser menuju peraduan. Tapi hawa laut tak pernah berbohong, panasnya tetap saja menyengat. Sesungguhnya kaki kami sudah lelah setelah menjelajah Onrust, Pak Ary dan mas Yoki sempat menawarkan, ”mau langsung balik ke Muara Kamala atau lanjut ke Cipir?”
Lha udah kepalang tanggung ini. Masa iya balik. Hanya butuh 5 menit gitu lho naik kapal dari Onrust, saking dekatnya. Bahkan dulu, di masa pulau ini masih sangat sibuk, ada jembatan yang menghubungkan keduanya. Sayang, sekarang jembatan itu sudah hancur. Meninggalkan jejak berupa tonggak-tonggak pondasinya saja. Continue reading “Ujung Perjalanan, Melipir ke Pulau Cipir”







